Sabtu, 16 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Terbantu Sikap Dovish The Fed

Bambang Aji Setiady

Senin, 18 Maret 2019 - 20:42 WIB

Rupiah
Rupiah
A A A

Majalahreviewweekly.com - Para pemain pasar uang memang selalu merespon perkembangan secara berlebihan. Lihat saja, ketika Federal Open Market Committee (FOMC) akan menggelar pertemuan pekan ini, nilai tukar rupiah langsung menguat. Seolah-olah pemain pasar sudah tahu, The Fed akan mempertahankan tingkat suku bunganya.

Pada penutupan perdagangan hari ini (Senin, 18/3), nilai tukar rupiah di pasar spot sudah bertengger di level Rp14.235 per dolar atau naik 25 poin (0,18%). Padahal, pertemuan FOMC baru akan berlangsung mulai Selasa besok hingga Rabu depan. Jadi, sebetulnya masih terbuka segala kemungkinan, termasuk kemungkinan naiknya Fed Fund Rate.

Tapi, okelah, rasanya tak baik merusak suasana optimistis yang sedang tumbuh kembali itu. Apalagi, cukup banyak faktor yang mendukung keyakinan pelaku pasar bahwa suku bunga The Fed akan tetap bertahan di level 2% - 2,25%. Salah satunya adalah produksi manufaktur yang pada bulan Februari turun 0,4%. Padahal manufaktur punya andil sekitar 12% terhadap perekonomian Amerika.

Selain disokong sikap dovish The Fed, rupiah juga terbantu kabar baik yang berembus dari New York. Kabar itu menyebutkan, harga minyak jenis light sweet untuk pengiriman April  turun 0,61% ke level US$ 58,16 per barel. “Penurunan harga minyak ini membuat tekanan terhadap neraca perdagangan dan transaksi berjalan (current account) berkurang,” ujar Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka.

Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar yakin  rapat Dewan Gubernur BI akan mempertahankan 7 - day reserve repo rate di level 6%. Artinya, selisih suku bunga RI dengan AS masih akan bertahan di kisaran 3,75% - 4%. Itu sebabnya, pelaku pasar optimis aliran dana asing ke negeri ini belum akan berhenti, dan nilai tukar rupiah masih akan berotot. 

Tapi jangan buru-buru senang dan menganggap nilai tukar rupiah bakal terdongkrak banyak. Sebab, BI kelihatannya sudah merasa senang dengan tingkat kurs yang bergerak di tataran Rp14.200 - Rp14.400 per dolar. Itu sebabnya, Ibrahim memperkirakan, Selasa besok (19/3) kurs rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.200 - Rp14.260 per dolar. 

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…