Jumat, 22 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Nasib BUMN Konstruksi Pasca Pilpres

Budi Kusumah

Rabu, 20 Maret 2019 - 10:55 WIB

Ilustrasi Saham. Sumber: AGolf Design
Ilustrasi Saham. Sumber: AGolf Design
A A A

Majalahreviewweekly.com - Kalau Paslon Prabowo – Sandi menang Pilpres, maka yang pertama akan dibabat adalah proyek-proyek infrastruktur. Begitu perhitungan para analis di pasar saham. Itu sebabnya, mereka mewanti-wanti agar investor ekstra waspada dalam menghadapi saham-saham BUMN Konstruksi yang selama ini menjadi ‘raja’ bagi proyek-proyek pemerintah.

Tapi, seraya menunggu hasil pemenang Pilpres April nanti, ada baiknya investor meneliti saham BUMN apa saja yang layak dikoleksi dalam kondisi sekarang. Salah satunya adalah saham PT Wijaya Karya  (Wika). Hari ini (20/30) WIKA ditransaksikan pada level Rp1.990. Satu analis merekomendasikan untuk beli saham WIKA untuk jangka pendek di kisaran harga Rp1.900-Rp1.950 per saham dengan target harga Rp2.100.

Ada lagi yang begitu optimistis menilai WIKA yakni rekomendasi dari 11 analis yang menyarankan beli dengan target Rp2.350 – Rp2.900 persaham.

Terlalu optimistis memang.  Namun BUMN yang kini sedang membangun jalur kereta api cepat Bandung-Jakarta ini memiliki target-target yang menjulang.Misalnya saja, tahun ini mereka optimis memasang target perolehan kontrak baru naik sebesar 22% year on year (yoy) dibandingkan tahun 2018.

Dalam nilai rupiah pada 2019, perseroan membidik perolehan kontrak baru sebesar Rp61,74 triliun. Adapun di akhir 2018, WIKA membukukan kenaikan kontrak baru sebanyak 19,23% yoy atau mencapai Rp50,56 triliun.

Kinerja tersebut didukung kontribusi dari berbagai segmen bisnis perusahaan, seperti infrastruktur & gedung sebesar Rp41,15 triliun. Segmen industri sebesar Rp6,46 triliun dan energi & industrial plant sebesar Rp1,79 triliun. Sementara, kontrak baru di segmen properti mencapai Rp1,17 triliun.

"Proyek yang disasar seperti proyek railway, jalan, bendungan, airport, pembangkit, dan industrial plant," jelas Sekretaris perusahaan WIKA, Puspita Anggraini, seperti dikutip kontan.co.id, Senin (18/3).

Direktur Utama WIKA,Tumiyana, pernah menyebut target total perolehan order book WIKA di 2019 akan menjadi Rp140 triliun. Jumlah Itu termasuk terbesar tahun ini di Indonesia. Adapun target order book di untuk tahun 2018 sebesar Rp130 triliun. Hal tersebut sejalan dengan sejumlah rencana ekspansi WIKA yang telah menyiapkan belanja modal (capex) sebesar Rp16,64 triliun.

Rencana ekspansi tersebut dilakukan untuk memenuhi target perolehan laba bersih sebesar Rp 3,01 triliun dan penjualan yang diproyeksikan mencapai Rp42,13 triliun hingga akhir 2019.

Bagaimana dengan BUMN konstrusi lainnya? Sejumlah analis merekomendasikan hold dan netral atas saham Waskita Karya (WSKT). Alasannya, saham yag ditransaksikan di Rp1.925 (20/3) sudah mendekati target harganya. Tapi ada juga analis yang menyarankan buy dengan target Rp2.280.

Kinerja WSKT juga sama kinclongnya dengan WIKA. Tahun lalu laba bersih WSKT di 2018 naik 9,9% jadi Rp4,6 triliun. Namun keuntungan ini, di 2019 diprediksi tidak akan bergerak di kisaran Rp4 triliun.

           

Tag

  1. saham
  2. ihsg
  3. idx

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…