Sabtu, 16 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Waspadai Faktor Eksternal

Bambang Aji Setiady

Minggu, 24 Maret 2019 - 08:59 WIB

(bloomberg.com)
(bloomberg.com)
A A A

Majalahreviewweekly.com - Setelah menguat 0,68% di pekan ini, nilai tukar rupiah lima hari ke depan tampaknya akan kembali bergejolak dengan tren menurun. Tanda-tanda mulai terlihat dari pergerakan kurs rupiah di Jum’at lalu (22/3). Hari itu, kurs rupiah ditutup melemah 0,16% ke level Rp14.162 per dolar.

Sebagian dari pelaku pasar memprediksi, penurunan yang terjadi di penghujung pekan ini akan terus berlangsung di minggu depan. Alasannya cukup banyak. Tapi, masih yang itu-itu juga, yakni menyangkut harga minyak yang sudah mendekati US$ 60 per barel. Seiring melesatnya harga minyak, tentu kebutuhan dolar Pertamina pun bakal naik.

Itu baru Pertamina, belum lagi kebutuhan dolar pemerintah dan korporasi. Maklum, pemerintah juga tentu punya utang yang jatuh tempo di akhir Maret ini (kuartal I). Dan kewajiban yang sama juga, mau tak mau, mesti dilakukan  kalangan dunia usaha. Yang memprihatinkan, nilai ekspor – impor belum begitu menggembirakan.  

Berat, memang. Payahnya, ya itu tadi, nilai impor diperkirakan akan terus meningkat  seiring naiknya harga minyak. “Kenaikan harga minyak akan memberikan pengaruh pada data impor domestik,” ujar Faisyal, Analis Monex Investindo Futures. Kenaikan impor minyak inilah yang dicemaskan pelaku pasar karena dapat merusak neraca perdagangan dan  pembayaran (current account) RI.

Selain itu, kelanjutan negosiasi dagang AS – China juga masih belum ada kejelasan. Apalagi belakangan ini kedua negara adikuasa ini mulai saling menaruh curiga. Pihak AS curiga, China tidak akan menjalankan kesepakatan dagang. Sebaliknya, China tidak yakin AS bakal memangkas tarif bea impornya. “Sementara isu Brexit kurang memberi efek signifikan terhadap rupiah,” ujar Faisyal.

Faisyal mungkin benar, apalagi Uni Eropa (UE) akhirnya bersedia memperpanjang waktu Brexit dari 29 Maret menjadi 22 Mei. Namun rasa was-was tetap saja berkecamuk di kepala Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka. Soalnya, jika pekan depan PM Inggris Theresa May kembali gagal  meyakinkan parlemen Inggris,  maka setidaknya 21 April depan Inggris harus berpisah dengan UE  

“Inggris hanya punya waktu sebulan untuk bersiap-siap ke luar dari UE tanpa kompensasi apa-apa alias No-Deal Brexit,” ujar Ibrahim. Mengerikan. Sebab, perekonomian Inggris bisa babak belur jika No-Deal Brexit sampai terjadi. Maklum, UE yang beranggotakan 27 negara di Benua Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia saat ini.

Sebenarnya, menurut Ibrahim, ada beberapa hal yang bisa mengangkat rupiah pekan depan. Salah satunya adalah lelang surat utang negara (SUN). Seperti yang sudah-sudah, lelang kali ini pun diperkirakan bakal dibanjiri pemintat.  Selain itu, inflasi yang masih jinak juga bisa menjadi sentimen positif bagi rupiah. Sekedar informasi, menurut survey BI, tingkat inflasi hingga minggu ketiga bulan Maret  hanya 0,1%.

Yang menjadi pertanyaan, mampukah sentimen-sentimen positif dari dalam negeri itu melawan sentimen negatif dari luar? Sulit dijawab. Hanya saja Ibrahim meramalkan, Senin pekan depan rupiah akan bergerak di rentang Rp14.117 – Rp14.190 per dolar. Sedangkan untuk sepekan ke depan, rupiah akan berada di kisaran Rp14.090 – Rp14.230.

Sementara itu Faisyal memperkirakan Senin depan rupiah akan berada di kisaran Rp14.100 – Rp14.210 per dolar dan Rp14.035 – Rp14.350 untuk sepekan ke depan. Namun ia tidak yakin benar. “Tergantung rilis GDP AS,” ujarnya. Jika hasilnya positif, lanjutnya, maka itu akan menjadi sentimen negatif bagi kurs rupiah. Begitu pun sebaliknya.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…