Kamis, 19 September 2019 | Jakarta, Indonesia

Sharp Telah Patenkan Ponsel Lipatnya

Siska Desi Permatasari

Selasa, 26 Maret 2019 - 17:27 WIB

Sharp Foldable Phone. Sumber: Istimewa
Sharp Foldable Phone. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - Sharp memang bukan merek ponsel yang sering membuat berita. Ponselnya sebagian besar dijual di Jepang dan Eropa dalam jumlah yang cukup kecil. Tetapi, Sharp sepertinya tidak mau ketinggalan dalam trend smartphone dunia. Terbukti dengan Sharp yang telah mematenkan ponsel lipatnya.

Sharp sepertinya tidak mau ketinggalan dengan Samsung dan Huawei yang mengeluarkan ponsel lipatnya yakni Galaxy Fold dan Huawei Mate X. Dilansir dari PhoneArena, Selasa (26/3), beredar visualisasi yang diajukan oleh Sharp.

Desain yang diusulkan Sharp memiliki beberapa elemen yang familiar dengan twist. Lipatan layar yang horizontal, mirip dengan ponsel Motorola yang dirumorkan. Berarti ukuran layar akan sama pengan ponsel andalan saat ini, tetapi ponselnya lebih kompak saat dilipat.

Ada hal-hal yang menarik perhatian dalam paten ponsel lipat Sharp kali ini. Pertama, sepertinya tidak ada celah ketika perangkat tersebut dilipat. Walau sebenarnya paten tersebut mungkin akan sangat berbeda dengan produk nyata, sehingga masih terlalu dini untuk menilai. Sharp merupakan salah satu produsen layar utama, dan ada kemungkinan perusahaan sedang mengerjakan teknologinya untuk mencapai hasil tersebut.

Hal yang aneh dalam paten tersebut adalah, adanya dua engsel terpisah sekitar setengah inci, yang memungkinkan panel bawah menutup sepenuhnya bagian atas atau membiarkan sekitar satu inci layar kosong untuk notifikasi dan indikator sistem lainnya. Sementara, bisa jadi engsel tersebut merupakan titik lemah bagi ponsel ini.

Tidak terlihat kamera selfie pada gambar yang diajukan oleh Sharp, tetapi bisa jadi hal tersebut hanya kelalaian sampai desain mencapai tahap yang lebih dekat dengan realisasinya.

Hingga saat ini, belum ada petunjuk mengenai kapan perangkat dari Sharp ini akan keluar. Tentu dengan adanya ponsel lipat dari Sharp ini akan semakin menyemarakkan ponsel lipat yang sudah dimulai tahun ini.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…