Jumat, 22 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Rupiah Bakal Memudar

Bambang Aji Setiady

Selasa, 26 Maret 2019 - 20:54 WIB

Dok. Review
Dok. Review
A A A

Majalahreviewweekly.com - Setelah sempat melemah di awal pekan, nilai tukar rupiah akhirnya kembali menguat. Tepatnya, hari ini (Selasa, 26/3) kurs rupiah menguat 0,08% ke level Rp14.173 per dolar. Menurut para analis, menguatnya mata uang RI dipengaruhi faktor eksternal. Kebetulan, sentimen positif itu didukung kondisi dalam negeri yang tanpa sentimen negatif.

Meredanya kekhawatiran terhadap ancaman resesi yang bakal menerpa Amerika ditenggarai menjadi pemicu menguatnya rupiah dan sejumlah mata uang di kawasan Asia.  Adalah pernyataan Eric Rosengren, Gubernur The Fed Negara Bagian Boston, yang berhasil meredam kegelisahan investor di pasar uang. “Apa yang dilakukan The Fed sudah benar dan tidak ada resesi di Amerika,” ujarnya.

Tapi Rosengren mengakui, pelemahan ekonomi global cukup berdampak terhadap perekonomian Amerika. Oleh sebab itu, ia memperkirakan perekonomian Amerika tiga kuartal ke depan hanya akan tumbuh di kisaran 2,0% - 2,5%. Perkiraan kondisi Amerika yang bakal melambat ini sontak membuat banyak pihak melepas dolar. Aksi seretak inilah yang membuat mata uang regional menguat, termasuk rupiah.

Faktor lain yang juga mendorong rupiah ke zona aman adalah kembali digelarnya perundingan dagang AS – China di Beijing, China, pekan ini. Menurut Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka, perundingan itu mampu menghidupkan kembali rasa optimisme pasar yang sempat meredup. “Kalau sukses, pelemahan ekonomi global bisa dihindari. Dan ini positif bagi Indonesia dan rupiah,” ujarnya.

Selain berkat pengaruh sentimen positif dari luar, penguatan rupiah hari ini sedikit banyak juga dipicu oleh aksi menyedotan rupiah oleh pemerintah lewat lelang surat utang negara (SUN). Seperti diketahui, hari ini pemerintah kembali melelang 7 seri SUN  dengan target  antara Rp 15 triliun - Rp 30 triliun. Diperkirakan penawaran yang masuk mencapai Rp50 triliun – Rp60 triliun.

Lantas, Rabu besok (27/3), di level berapa rupiah kira-kira akan bermain? Sulit ditebak, memang. “Tapi besok rupiah diproyeksikan bakal melemah karena masalah Brexit kemungkinan akan dimenangkan parleman,” ujar Ibrahim. Ia memprediksi Rabu besok mata uang republik ini akan bermain di rentang Rp14.138 – Rp14.215 per dolar.

Itu suatu hal yang bukan tidak mungkin terjadi. Soalnya, saat ini posisis PM Inggris Theresa May sedang diujung tanduk. Setelah ditinggalkan tiga menterinya,  parlemen Inggris juga telah mengambil alih kontrol atas Brexit. Artinya, peluang parlemen untuk menang memang cukup terbuka. Masalahnya, jika yang parlemen menang, maka Inggris harus ke luar dari Uni Eropa tanpa syarat pada April depan.

Pilihan No-Deal Brexit inilah yang membuat pasar cemas. Sebab, penampilan perekonomian Inggris diperkirakan bakal  memburuk setelah bercerai dengan 27 negara anggota Uni Eropa. “Karena itu, dalam jangka pendek, rupiah masih akan melemah menunggu hasil Brexit dan negosiasi AS – China,” ujar David Sumual, Ekonom Bank BCA.

Selain faktor Brexit dan perundingan AS – China,  kurs  rupiah juga akan ditentukan oleh pengumuman indeks kepercayaan konsumen bulan Maret di Amerika. Jika hasilnya tidak menggembirakan, peluang rupiah untuk menguat masih terbuka. Begitu pun sebaliknya. Atas dasar faktor-faktor tersebut David memperkirakan, Rabu besok rupiah akan bergerak di rentang Rp14.140 – 14.220 per dolar.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…