Senin, 24 Juni 2019 | Jakarta, Indonesia

Indonesia Menang Lawan Churchill Mining

Edy Purnomo

Rabu, 27 Maret 2019 - 09:00 WIB

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Ilustrasi oleh AGolf Design
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Ilustrasi oleh AGolf Design
A A A

Majalahreviewweekly.com - Pemerintah Indonesia telah memenangi gugatan Churchill Mining Plc dan Planet Mining Pty Ltd dalam forum arbitrase International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID) di Washington D.C. Amerika Serikat.

Enam tahun lalu, seperti dikutip dari InfoKeu, Churchill Mining Plc dan Planet Mining Pty Ltd mengugat pemerintah Indonesia, dalam hal ini Bupati Kutai Timur, atas kasus pelanggaran perjanjian investasi (BIT) antara RI-UK dan RI-Australia.

Tuduhan yang dilontarkan adalah terkait masalah ekspropriasi tidak langsung dan pencabutan KP/IUP Eksploitasi empat perusahaan Grup Ridlatama (anak perusahaan para penggugat) atas tanah seluas 350 km persegi di Kecamatan Busang Kutai Timur pada tanggal 4 Mei 2010.

Dalam jalannya persidangan, Pemerintah Indonesia berhasil membuktikan adanya pemalsuan yang kemungkinan terbesar menggunakan mesin autopen.

Tercatat ada 34 dokumen palsu yg diajukan oleh para penggugat dalam persidangan (termasuk izin pertambangan untuk tahapan general survey dan eksplorasi) yg seolah-olah merupakan dokumen resmi/asli yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga pemerintahan di Indonesia.

Menkumham Yasonna Laoly mengatakan kemenangan yang diperoleh Pemerintah Indonesia dalam forum ICSID ini bersifat final, berkekuatan hukum tetap, sehingga tidak ada lagi upaya hukum lain yang dapat dilakukan oleh para penggugat.

Memenangi gugatan ini artinya pemerintah Indonesia terhindar dari klaim sebesar USD1,3 miliar atau sekitar Rp18 triliun, sekaligus melegalkan hak pemerintah Indonesia atas biaya pengganti perkara sebesar USD 9,4 juta (setara Rp140 miliar).

Melalui kemenangan ini, Pemerintah Indonesia berhasil membuktikan bahwa Indonesia mampu menjaga kedaulatan dalam pengelolaan tambang sekaligus memberikan pernyataan kuat bahwa iklim investasi Indonesia masih baik.

COMMENTS

OTHER NEWS

Global 6 jam yang lalu

Di Paris, Airbus Raih Kontrak 595 Pesawat

Airbus mendominasi lapangan udara Le Bourget. Pada ajang Paris Air Show.

Global 7 jam yang lalu

Carrefour Jual 80% Sahamnya di China

Raksasa ritel Prancis, Carrefour Group, Minggu (23/6/2019), mengumumkan, pihaknya telah setuju untuk menjual 80% saham ekuitas di Carrefour China kepada Suning.com, peritel terkemuka China Suning.com…

Money 8 jam yang lalu

Bitcoin Kembali Menembus Puncak

Harga bitcoin terus mencetak posisi tertinggi baru.

Money 24 jam yang lalu

LPS Siapkan Proses Likuidasi BPR Legian

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan melakukan pembayaran klaim penjaminan simpanan dan proses likuidasi PT BPR Legian. Langkah itu sebagai tindak lanjut atas keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang…

Global 23/06/2019 11:55 WIB

Konsumen Pakaian AS Terbebani Kenaikan Tarif

Sebuah studi mengungkapkan, ancaman kenaikan tarif 25% pada tambahan impor China senilai USD300 miliar akan membuat konsumen AS membayar USD4,4 miliar lebih banyak setiap tahun untuk pakaian.

Global 23/06/2019 10:13 WIB

2021, Pasar VR China Capai USD7,5 Miliar

Pasar realitas virtual (VR) China terus berkembang.

Global 22/06/2019 09:59 WIB

Huawei Tetap Diterima di Banyak Negara

Keputusan Amerika Serikat (AS) yang memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam ternyata tidak menyurutkan sejumlah negara untuk menggandeng perusahaan asal China itu.

Money 21/06/2019 18:59 WIB

Mudah-mudahan AS Tak Menyerang Iran

Efek sikap dovish The Fed masih akan terasa pekan depan. Karena itu, diduga rupiah akan menguat. Sedangkan pasar saham masih terancam panas dingin.

Business 21/06/2019 16:36 WIB

Seksi 1-3 Tol KLBM Citarget Beroperasi Akhir 2019

Pembangunan konstruksi jalan Tol Krian – Legundi – Bunder – Manyar (KLBM) di Provinsi Jawa Timur sepanjang 38,29 Km hingga Mei 2019 telah mencapai 70,24%.

Business 21/06/2019 15:35 WIB

Kementerian ESDM: Isu Kenaikan Tarif Tenaga Listrik Tak Benar

Kementerian ESDM menegaskan tidak ada kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL), seperti yang beredar di media sosial akhir minggu ini.