Jumat, 22 November 2019 | Jakarta, Indonesia

BPJS, Obat Kuat Buat Pabrik Obat

Budi Kusumah

Rabu, 27 Maret 2019 - 14:35 WIB

Ilustrasi farmasi. Sumber: Istimewa
Ilustrasi farmasi. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - Di setiap musibah, selalu ada berkah. Pepatah ini, tampaknya, cocok diterapkan untuk menggambarkan kondisi sektor kesehatan di tanah air. Tengok saja faktanya di lapangan. Di satu sisi pemerintah sedang pusing tujuh keliling memikirkan cara yang efektif untuk mengatasi tekornya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, yang tahun lalu mencapai Rp16,5 triliun. Tapi di sisi lain, hadirnya BPJS merupakan berkah tersendiri bagi industri farmasi.

PT Kimia Farma Tbk (KAEF), contohnya, berhasil mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2018 lalu. Emiten farmasi pelat merah ini berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp7,45 triliun. Berdasarkan laporan keuangan Kimia Farma, penjualan ini naik sebesar 21,53%.

Dari kinerja pendapatan tersebut, KAEF berhasil mencetak laba bersih atau laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp415,90 miliar tumbuh 27,27% dari realisasi laba bersih tahun 2017.

Sementara untuk aset, hingga akhir tahun 2018 KAEF memiliki total aset sebesar Rp9,46 triliun. Naik signifikan sebesar 55,18% dari total aset KAEF pada tahun 2017 lalu sebesar Rp6,09 triliun.

Tahun ini pun KAEF memandang lebih optimistis dengan menyiapkan belanja modal atau capital expanditure (capex) Rp4,2 triliun. Bukan cuma untuk membuka jaringan baru, capex tersebut juga dicadangkan untuk mengakuisisi PT Phapros.

Makanya, tidak mengherankan jika para analis yang dihubungi menyakan saham KAEF layak dikoleksi. Mereka menargetkan KAEF yang hari ini (27/3) ditransaksikan di level Rp3.300-an diprediksi masih akan naik ke Rp3.500.

Saham farmasi yang juga mendapat rekomendasi buy adalah Kalbe Farma (KLBF). Harga efek ini diprediksi akan menggeliat dari Rp1.515 ke Rp1.600. Tapi investor harus waspada, analis menyarankan sell jika harganya menyentuh Rp1.480.

Efek Sido Muncul juga dinilai menarik setelah tahun lalu mencatatkan kinerja mengilap melampaui ekspektasi pelaku pasar. Laba bersihnya naik 24% menjadi Rp664 miliar. Satu analis dari sebuah sekuritas nasional merekomendasikan beli untuk SIDO dengan target Rp1.100 per saham.

Tertarik?

 

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…