Sabtu, 16 November 2019 | Jakarta, Indonesia

CIMB Niaga Syariah Cetak Kenaikan Aset 45,4%

Ria Martati

Rabu, 27 Maret 2019 - 17:48 WIB

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara (kedua kanan) menjawab pertanyaan wartawan didampingi Head of Digital Banking, Branchless & Partnership CIMB Niaga Bambang Karsono Adi (kedua kiri), Head of Syariah Business Banking CIMB Niaga Rusdi Dahardin (kanan), dan Head of Syariah Consumer and Business Management CIMB Niaga Diah Rahma Paramaiswari (kiri) pada acara Diskusi Bersama CIMB Niaga Syariah di Jakarta, Rabu (27/3/2019)
Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara (kedua kanan) menjawab pertanyaan wartawan didampingi Head of Digital Banking, Branchless & Partnership CIMB Niaga Bambang Karsono Adi (kedua kiri), Head of Syariah Business Banking CIMB Niaga Rusdi Dahardin (kanan), dan Head of Syariah Consumer and Business Management CIMB Niaga Diah Rahma Paramaiswari (kiri) pada acara Diskusi Bersama CIMB Niaga Syariah di Jakarta, Rabu (27/3/2019)
A A A

Majalahreviewweekly.com - Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) berhasil membukukan kinerja positif sepanjang 2018. Per 31 Desember 2018, aset CIMB Niaga Syariah tumbuh 45,4% year on year (Y-o-Y) menjadi Rp34,38 triliun dari posisi tahun sebelumnya Rp23,64 triliun. Kenaikan aset ditopang oleh kinerja unggul pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).                                                 

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara mengatakan, pertumbuhan aset tersebut berkontribusi pada aset bank induk dengan share of book sebesar 12,98% dan sekaligus menempatkan CIMB Niaga Syariah sebagai UUS terbesar di Indonesia dan bank syariah dengan aset terbesar kelima di Indonesia.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas pencapaian yang berhasil ditorehkan pada 2018. Strategi kami untuk memperbesar peran dalam pembiayaan berbagai proyek berskala besar seperti infrastruktur dan meningkatkan kontribusi dari segmen konsumer menunjukkan hasil menggembirakan,” kata Pandji pada acara Diskusi Bersama CIMB Niaga Syariah di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Pandji menjelaskan, per 31 Desember 2018, CIMB Niaga Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp26,51 triliun atau tumbuh 58,8% dari tahun 2017 sebesar Rp16,69 triliun. Kontributor utama peningkatan pembiayaan tersebut yaitu dari segmen korporasi dan mortgage (KPR iB), yang masing-masing tumbuh 85,5% (Rp11,0 triliun) dan 60,4% (Rp8,7 triliun) secara Y-o-Y.

“Ekspansi pembiayaan yang kami lakukan selalu didasari dengan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan kualitas pembiayaan, sehingga kami bisa menjaga rasio Non Performing Financing (NPF) di posisi 0,98% atau di bawah rata-rata industri perbankan syariah,” ujar Pandji.

Sementara itu, dari sisi pendanaan, sepanjang 2018 CIMB Niaga Syariah dapat menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp23,71 triliun, tumbuh 19,1% dari posisi tahun lalu sebesar Rp19,91 triliun. Adapun profit before tax (PBT) yang berhasil diperoleh pada 2018 sebesar Rp701,61 miliar, meningkat 43,3% dari tahun 2017 sebesar Rp489,68 miliar.

Menurut Pandji, CIMB Niaga Syariah akan terus mengoptimalkan penawaran produk-produk unggulan kepada masyarakat, salah satunya Tabungan iB Pahala. Tabungan bagi calon jamaah haji dan umrah ini memberikan keuntungan bebas biaya administrasi bulanan, bagi hasil 45,83%, serta dilengkapi kartu debit dengan fasilitas Bahasa Indonesia yang dapat digunakan di lebih dari 100 jaringan ATM Al-Rajhi di Arab Saudi.

Hingga 31 Desember 2018, CIMB Niaga Syariah sebagai salah satu Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH), telah menghimpun dana haji sebesar Rp2,153 triliun dari 87.865 nasabah. “Khusus pada 2018, pertumbuhan nasabah tabungan haji CIMB Niaga Syariah meningkat hingga 40% menjadi 42.196 nasabah. Sehingga menempatkan kami sebagai bank dengan jumlah tabungan haji terbesar kelima di Indonesia,” tutur Pandji.

Selain Tabungan iB Pahala, penetrasi produk-produk konsumer lainnya seperti Kartu Pembiayaan Syariah (Gold dan Platinum) serta KPR iB juga tetap menjadi fokus perseroan tahun ini. Untuk meningkatkan kepuasan kepada nasabah, CIMB Niaga Syariah juga akan terus memaksimalkan infrastruktur digital milik bank induk guna melayani berbagai kebutuhan nasabah.

Sedangkan, pada segmen business banking, produk-produk unggulan seperti Mudharabah Muqayyadah, iB Modal Kerja dan Investasi, serta produk-produk Syariah Trade Finance juga akan terus dimaksimalkan kontribusinya. Sebagai satu-satunya UUS Bank BUKU IV di Indonesia, CIMB Niaga Syariah memiliki peluang yang besar untuk bertumbuh pada segmen ini dengan menyalurkan pembiayaan pada proyek atau usaha berskala besar.

“Ke depan kami  akan terus mencari peluang-peluang pertumbuhan baru baik dari pembiayaan maupun pendanaan, sehingga dapat berkontribusi membesarkan industri perbankan Syariah di Indonesia,” tutup Pandji.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…