Sabtu, 16 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Bank Sampoerna Catat Pertumbuhan Kredit 16%

Ria Martati

Rabu, 27 Maret 2019 - 17:58 WIB

Bank Sahabat Sampoerna
Bank Sahabat Sampoerna
A A A

Majalahreviewweekly.com - Menutup tahun 2018, PT Bank Sahabat Sampoerna (“Bank Sampoerna”) berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 20% yaitu dari Rp8,2 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp9,8 triliun diakhir 2018.

Peningkatan aset ini terutama didukung oleh peningkatan penyaluran kredit yang di akhir tahun 2018 tercatat berada di angka Rp 7,2 triliun atau meningkat 16% dibandingkan dengan angka pada tahun sebelumnya.

Fungsi intermediasi Bank berjalan dengan baik sebagaimana ditunjukkan dengan perolehan dana pihak ketiga dan penyaluran kredit yang mencatatkan kenaikan secara seimbang. Sementara penyaluran kredit meningkat 16%, perolehan dana pihak ketiga meningkat 17%. Dana pihak ketiga ditutup pada Rp 7,9 triliun di akhir tahun 2018.

“Kondisi perekonomian sepanjang tahun 2018 sudah terlihat membaik meskipun pertumbuhannya masih belum jauh di atas 5%. Hal ini mendukung kinerja Bank Sampoerna yang menutup tahun 2018 dengan cukup menggembirakan. Pencapaian Bank Sampoerna juga merupakan refleksi kepercayaan masyarakat terhadap Bank Sampoerna”, ujar Ali Rukmijah, Direktur Utama Bank Sampoerna dalam siaran pers, Rabu (27/3). 

Dengan pencapaian tersebut diatas, Bank Sampoerna menutup buku tahun 2018 dengan mencatatkan Laba bersih sebesar Rp 79,0 miliar atau meningkat sebesar 116% dibandingkan dengan Laba pada tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp 36,6 miliar.

Peningkatan laba ini terutama didorong oleh peningkatan total pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya sebesar 22% menjadi Rp 668,9 miliar pada akhir tahun 2018. Kinerja Bank Sampoerna juga ditunjukkan berbagai rasio keuangan. Marjin bunga bersih (NIM/ Net Interest Margin) mengalami peningkatan sebesar 0,99% dari semula berada pada level 6,76% di tahun 2017 menjadi 7,75% pada akhir tahun 2018.

Demikian pula rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) membaik dari 93,92% di tahun 2017 menjadi 88,86% di tahun 2018. Sedangkan Return on Asset (ROA) berada pada level 1,21%, dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar 0,65%.

Kinerja Bank Sampoerna ini dicapai dengan tetap menjaga rasio kecukupan modal (CAR/ Capital Adequacy Ratio) tercatat pada level 19,51%, relatif sama dengan CAR di akhir 2017 yang berada pada level 19,93% dan jauh di atas ketentuan minimal yang ditetapkan oleh regulator.

Demikian rasio NPL (Non-Performing Loan) bruto tetap terjaga di level 3,23%.

Untuk mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta memastikan bahwa manfaat keberadaan Bank Sampoerna dapat dirasakan oleh masyarakat, berbagai inisiatif dilakukan Bank. Diantaranya adalah melalui perluasan program Laku Pandai (Layanan Keuangan dalam rangka Keuangan Inklusif) dan melakukan kegiatan edukasi literasi di lingkungan Sekolah Dasar.

Selama tahun 2018, Bank Sampoerna memperluas jaringan Laku Pandai ke daerah Gresik dan Malang yang bekerjasama dengan Alfamart dan Alfamidi melalui produk TASAKU (Tabungan Sampoerna Alfaku). Sebelumnya TASAKU telah beroperasi di Surabaya dan Sidoarjo. Melalui TASAKU, masyarakat dapat menabung dan mengambil tabungannya di sepanjang hari dan sepanjang minggu di gerai Alfamart dan Alfamidi yang melayani.

“Saat ini masih banyak anggota masyarakat yang belum mengenal, menggunakan atau belum terbiasa mendapatkan layanan perbankan dan layanan keuangan karena bertempat tinggal di lokasi yang jauh dari kantor bank atau adanya biaya atau persyaratan yang memberatkan. Sangat tepat jika Bank Sampoerna menggandeng Alfamart dan Alfamidi dan memperluas layanan TASAKU ini,” ujar Henky Suryaputra, Chief Financial Officer Bank Sampoerna. 

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…