Sabtu, 16 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Stabil Sampai Kapan?

Bambang Aji Setiady

Sabtu, 30 Maret 2019 - 08:09 WIB

Rupiah
Rupiah
A A A

Majalahreviewweekly.com - Ucapan Gubernur BI Perry Warjiyo, yang berjanji akan melakukan intervensi  untuk menjaga nilai tukar rupiah dan obligasi agar tetap stabil, ternyata bukan isapan sempol semata. Paling tidak, sepanjang hari ini (Jum’at, 29/3) nilai tukar rupiah bisa dikendalikan  di kisaran Rp14.243 per dolar. Bahkan, mata uang RI itu menunjukkan penguatan 1 poin dibandingkan dengan penutupan Kamis kemarin.

Di tengah hiruk-pikuk berita negatif dari manca negara, seperti Turki yang terancam resesi serta penangguhan Brexit hingga 12 April depan, tentu kabar ihwal stabilnya nilai tukar rupiah ini cukup menghibur hati. Betul, stabilnya nilai tukar rupiah juga tak lepas dari kemajuan signifikan perundingan dagang AS – China di Beijing, China. “Negosiasi dagang AS – China yang produktif telah memberikan harapan serta optimisme bagi rupiah,” ujar Deddy Yusuf Siregar, Analis PT Asia Tradepoint Futures.

Kemajuan negosiasi AS – China itu benar-benar si luar dugaan para pelaku pasar. Sebab, sebelumnya, perundingan itu terancam berantakan setelah pihak AS dan China saling curiga. Ternyata, dalam perundingan Kamis kemarin yang terjadi malah sebaliknya. China, misalnya, akhirnya memberikan akses yang lebih baik kepada perusahaan-perusahaan teknologi asing untuk masuk ke pasar.

Sebenarnya rupiah berpeluang untuk menguat setelah Departemen Perdagangan AS mengumumkan produk domestic bruto (PDB) kuartal VI – 2018 hanya tumbuh 2,2% atau lebih rendah dari perkiraan awal sebesar 2,6%. Namun hal itu tak sampai membuat dolar melemah karena  investor yang khawatir dengan pelemahan ekonomi dunia memilih dolar sebagai  aset safe haven, selain yen Jepang dan franc Swiss. “Apalagi menjelang akhir pekan, banyak pelaku pasar yang mengambil langkah wait and see,” ujar Deddy.

Dolar juga terbantu oleh membludaknya minat investor terhadap lelang tiga seri obligasi AS (treasury) yang digelar hari ini. Dari lelang obligasi bertenor satu bulan, dua bulan, serta tujuh tahun tersebut pemerintah AS berhasil menyedot US$ 117 miliar. “Derasnya aliran modal yang masuk di pasar obligasi menyebabkan dolar AS menguat,” ujar Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka.

Nah, sampai kapan stabuilitas rupiah ini akan bertahan? Sulit ditebak. Namun Ibrahim melihat rupiah masih akan tertekan. Menurutnya, selisih imbal hasil obligasi tenor 10 tahun dan tenor tiga bulan yang semakin parah membuat ancaman resesi di AS tetap mengental. Kondisi inilah yang membuat investor tak ingin jauh-jauh dari dolar. Tapi untuk pekan depan, Ibrahim meramal rupiah berpeluang menguat di kisaran Rp14.190 – Rp14.260 per dolar. “Disokong sentimen positif negosiasi AS – China,” ujarnya.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…