Sabtu, 16 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Rupiah Belum Akan Goyah

Bambang Aji Setiady

Selasa, 02 April 2019 - 21:25 WIB

(bloomberg.com)
(bloomberg.com)
A A A

Majalahreviewweekly.com - Sebuah kejutan terjadi di pasar uang, Selasa ini (2/4). Biasanya, di saat menjelang libur atau tanggal merah, orang lebih suka pegang dolar untuk berjaga-jaga dari kemungkinan rugi kurs selama pasar tutup. Apalagi, tadi malam, laporan yang dirilis Institute for Supply Management menunjukkan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur AS bulan Maret naik menjadi 55,3 dari 54,2 di bulan Februari. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) juga naik 0,7% menjadi US$ 60,57 per barel.

Tapi, ya itu tadi, para investor seolah tidak peduli dengan sentimen-sentimen negatif tersebut.  Buktinya, hanya beberapa jam sebelum pasar tutup, aksi beli rupiah tiba-tiba saja menguat. Alhasil, nilai tukar rupiah yang sampai pukul 13 siang masih melemah terhadap dolar, akhirnya mampu menguat 6 poin (0,04%) ke level Rp 14.223 per dolar. Makanya, ada analis yang bilang penguatan rupiah hari ini lebih disebabkan oleh intervensi yang dilakukan oleh otoritas moneter alias Bank Indonesia (BI).

Tapi Bhima Yudhistira, Ekonom Indef, berpendapat bahwa  data PMI Indonesia yang dirilis Nikkei menjadi salah satu pemicu menguatnya nilai tukar rupiah. Sekedar informasi, Nikkei melansir data PMI Indonesia periode Maret naik ke level 51,2 dari sebelumnya (Februari) di level 50,1. Selain itu, penguatan rupiah juga sedikit banyak dipicu oleh pengumuman angka inflasi bulan Maret yang hanya 0,11%. “Kalau saja harga minyak tidak naik, mestinya penguata rupiah bisa lebih besar lagi,” ujar Bhima.

Lana Soelistianingsih, Ekonom Samuel Aset Manajemen, punya pendapat lain. Menurutnya, positifnya perundingan dagang AS – China membuat para investor mulai berani masuk emerging market. Buktinya, tak hanya rupiah, hari ini sebagian besar mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar. “Rupiah juga mendapat tenaga dari pengumuman data penjualan ritel AS (yang hanya tumbuh 0,2% atau di bawah prediksi analis sebesar 0,3%),” ujar Lana.

Entah mana yang benar. Yang jelas, dua hari di awal kuartal II ini nilai tukar rupiah boleh dibilang masih kokoh meskipun pukulan yang menghantam pasar cukup beruntun. Tapi, kabar baik ini tetap tak melegakan hati para pelaku pasar. Sebab, mereka begitu yakin penguatan yang terjadi pada rupiah suatu ketika akan berbalik arah. Artinya, cepat atau lambat, sebuah koreksi akan melanda pasar uang Indonesia. “Hanya soal waktu,” ujar seorang analis.

Kamis depan (4/4)? Juga belum tentu. Malah Bhima dan Lana memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan berada di jalur menguat. Kendati, menurut mereka, penguatannya sangat terbatas. Lana, misalnya, memperkirakan Kamis depan rupiah akan menguat di kisaran Rp14.200 – Rp14.240 per dolar. “Hal ini seiring dengan berkurangnya sentimen ketidakpastian negosiasi dagang AS – China,” katanya.

Perkiraan yang sama dikemukakan Bhima. Menurutnya, pasar Indonesia masih menarik bagi asing untuk membiakkan dananya. Itu terbukti dari suksesnya lelang sukuk negara (SBSN) hari ini yang berhasil menyerap dana Rp 8,03 triliun. Padahal, awalnya pemerintah hanya menargetkan Rp 8 triliun. Tapi penawaran yang masuk  mencapai Rp 18,47 triliun. Itu sebabnya, Bhima memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp 14.200 – Rp 14.250.

Jadi, memang, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Pemilik uang juga tak perlu takut terhadap ancaman capital outflow karena, “Fundamental ekonomi Indonesia cukup kokoh,” ujar Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…