Sabtu, 16 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Menjelang Pemilu, Bursa Saham Tertahan

Edy Purnomo

Kamis, 04 April 2019 - 10:58 WIB

Ilustrasi IHSG pasca Pemilu.Sumber: AGolf Design
Ilustrasi IHSG pasca Pemilu.Sumber: AGolf Design
A A A

Majalahreviewweekly.com -  Menjelang Pemilu 2019, transaksi di Bursa Efek Indonesia terlihat mengendor. Nilai transaksi harian melambat, Pada perdagangan Selasa (2/4/2019), misalnya, nilai transaksinya hanya sekitar Rp 8,44 triliun. Angka ini di bawah rata-rata transaksi sepanjang Januari 2019 yang sebesar Rp 10,75 triliun.

Bagi otoritas bursa, perlambatan itu masih tergolong wajar. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih optimistis terhadap perkembangan bursa saham ke depan. Secara historis, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) tetap berjalan sangat baik meski ada hajatan pemilu. Syaratnya, tidak terdapat isu atau gejolak stabilitas ekonomi dan khususnya keamanan.

Optimisme itu tidak berlebihan. Pada tahun politik 2004, misalnya, IHSG melonjak hingga 44,56%. Bahkan, pada 2009 lonjakannya mencapai 86,98%. Tren positif juga terlihat pada 2014 dengan kenaikan IHSG sebesar 22,29%.

Penurunan IHSG tercatat pada 2008 (15%), 2013 (1%), 2015 (12%), dan 2018 sebesar 2,54%. Penurunan tersebut lebih disebabkan faktor kondisi global.

Hingga awal April 2019, IHSG belum mampu melewati posisi tertingginya di kisaran 6.682. Selama tiga bulan terakhir, perdagangan saham justru menunjukkan volatilitas pasar yang tinggi. Dalam satu hari, kenaikan atau penurunan IHSG bisa berkisar 1% - 2%.

Setelah pemilu selesai, perdagangan saham diperkirakan lebih stabil. Selanjutnya, IHSG bakal menguji rekor tertinggi barunya.

Setelah hajatan pemilu rampung, Bank Indonesia optimistis aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia lebih deras. Terlepas siaapapun pemenangnya, setidaknya ketidakpastian politik telah berkurang. Kepastian itu dapat memberi sinyalemen kuat arah kebijakan ekonomi Indonesia ke depan.

Saat ini, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menilai, kondisi ekonomi eksternal sudah berangsur membaik. Terlebih lagi, bank sentral AS, The Fed, mulai melunak. Perang dagang antara AS dan China pun menunjukkan tanda-tanda damai.

Dari dalam negeri, tanda-tanda perbaikan juga mulai terlihat. Bank Indonesia berharap, neraca transaksi berjalan akan membaik pada triwulan I 2019 setelah sempat melebar hingga 3,5% dari produk domestik bruto (PDB) pada triwulan IV 2018.

Yang pasti, para pelaku usaha masih menantikan kepastian sosok presiden terpilih. Meski pelantikannya masih 19 Oktober 2019, kepastian presiden mendatang akan menentukan kepercayaan investor terhadap masa depan Indonesia.

Kondisi tahun ini tentu tidak bisa disejajarkan dengan lima tahun lalu. Saat pemilu 2014, kondisi ekonomi global relative sangat baik. Kondisi inilah yang mendorong kenaikan IHSG hingga 44,56%. Saat itu, total modal asing yang masuk mencapai USD26 miliar.

Hal ini berbeda dengan tahun ini. Sejak tahun lalu, arus modal asing ke Indonesia terlihat seret. Sepanjang 2018, arus modal asing masuk tercatat sekitar USD10 miliar. Itu pun masuknya sebagian besar pada triwulan keempat.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi, Indonesia masih membutuhkan peran modal asing. Dana-dana asing itu diperlukan untuk  menambal defisit neraca transaksi berjalan. Sebab, kinerja ekspor belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Sebaliknya, kinerja impor justru meningkat.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…