Jumat, 22 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Asal Tak Terjadi Apa-apa

Bambang Aji Setiady

Minggu, 07 April 2019 - 21:19 WIB

Rupiah
Rupiah
A A A

Majalahreviewweekly.com - Jika dihitung sejak awal pekan, nilai tukar rupiah telah mengalami kenaikan 0,77% ke level Rp 14.132 per dolar. Sebuah prestasi yang patut mendapat acungan jempol. Dan, itu bukan akhir dari penguatan mata uang RI. Sebab, sejumlah pelaku pasar uang begitu optimistis, rupiah diprediksi masih akan menorehkan penguatan di pekan depan.

Ekstra optimistis?  Mungkin. Tapi itu bukan merupakan sesuatu yang mustahil digapai. Sebab, para pelaku pasar memperkirakan sengketa dagang AS – China yang telah berlangsung hampir dua tahun akan segera berakhir. Ditambah lagi penampilan data ekonomi AS juga tidak terlalu baik. “Aset berisiko seperti rupiah akan diuntungkan. Apalagi fudamental ekonomi Indonesia cukup kokoh,” ujar Ibrahim, Direktur Utama PT Garuda Berjangka.

Misalnya, tingkat inflasi tahunan (year on year) yang relatif rendah (2,48%). Lalu data indeks manufakturing Indonesia yang berada di level 51,2. “Di atas 50 berarti membaik karena banyak perusahaan yang meningkatkan persediaannya,” ujar Ibrahim. Ia juga menduga, tampang neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan di bulan Maret bakal lebih baik ketimbang bulan-bulan sebelumnya.

Tetapi yang lebih melegakan hati adalah arus dana asing diperkirakan masih akan mengalir masuk ke Tanah Air. Itu terlihat dari imbal hasil (yield)  surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun yang di akhir pekan turun 1,8 poin.  Penurunan yield ini memperlihatkan  harga SUN sedang naik akibat tingginya permintaan. “Ini menunjukkan derasnya aliran modal di pasar keuangan kita.” ujar Ibrahim.

Kemungkinan rupiah masih akan menguat juga dikemukakan Reny Eka Putri, Ekonom Pasar Uang PT Bank Mandiri (Persero). Menurutnya, meski berada di bawah bayang-bayang pilpres dan pileg, potensi penguatan rupiah masih cukup besar. “Karena ekspektasi rilis data ekonomi AS diperkirakan masih lemah,” ujarnya.

Sentimen lainnya yang juga bakal mempengaruhi nilai tukar rupiah adalah pencalonan Stephen Moore, komentator ekonomi konservatif, untuk menduduki kursi di Dewan Gubernur The Fed. Moore merupakan sekutu Presiden AS Donald Trump dan sama-sama pengkirik kebijakan kenaikan suku bunga The Fed yang dikomandoi Jerome Powell. Oh, ya, Jum’at kemarin Trump kembali mendesak The Fed untuk memangkas tingkat suku bunga acuan.

Hanya saja, meski potensi penguatan rupiah cukup besar, ada juga beberapa faktor negatif yang akan menguji stabilitas mata uang RI. Salah satunya adalah makin dekatnya pilres dan pileg. Di saat-saat seperti itu, biasanya, terjadi kejutan-kejutan yang bisa membuat rupiah oleng. “Situasi politik tetap saja sulit diprediksi,” ujar Reny.

Selain situasi politik di dalam negeri, kinerja rupiah juga akan ditentukan oleh pengumuman tingkat suku bunga European Central Bank (ECB), rilis notulen Federal Open Market Committee (FOMC), dan sidang OPEC yang akan berlangsung pekan depan. Dan, tentu saja, pelaku pasar pun terus memantau perkembangan negosiasi dagang AS – China.

Jika pekan depan lebih banyak sentimen positif yang berembus, Ibrahim memperkirakan nilai tukar rupiah bakal menguat di rentang Rp 14.090 – Rp 14.187 per dolar. Perhitungan serupa dikemukakan Reny. Untuk Senin besok (8/4), ia memperkirakan rupiah berada di  kisaran  Rp 14.123 – Rp 14.184. Hanya saja, Reny mau pun Ibrahim tetap berdoa semoga menjelang pilpres dan pileg tidak terjadi apa-apa, sehingga kekekaran rupiah bisa terjaga.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…