Senin, 24 Juni 2019 | Jakarta, Indonesia

Dicari: Presiden Pro Pasar

Bambang Aji Setiady

Senin, 15 April 2019 - 15:03 WIB

Ilustrasi IHSG pasca Pemilu.Sumber: AGolf Design
Ilustrasi IHSG pasca Pemilu.Sumber: AGolf Design
A A A

Majalahreviewweekly.com - Seluruh penduduk Indonesia yang berotak normal, pasti menginginkan pemilihan presiden berjalan lancar dan aman. Termasuk orang-orang di pasar modal dan pasar uang. Sebab, pilpres yang berlangsung mulus akan menjadi sentimen positif bagi nilai tukar rupiah mau pun perdagangan saham. Intinya, pasar yang di akhir pekan kemarin mulai menyepi lantaran investor bersikap wait and see, akan bullish alias ramai bila pilpres tidak disertai kerusuhan.

Siapa pun yang terpilih? Ya, siapa pun presidennya, yang penting tidak rusuh. Sebab, dari pengalaman yang sudah-sudah, pemilu yang berlangsung aman dan tertib ternyata mampu mendongkrak indeks harga saham gabungan (IHSG). Tahun 2004, misalnya, IHSG melesat 44,6% ketika pasangan Susilo Bambang Yuhoyono  – Jusuf Kalla berhasil mengungguli pasangan Megawati Soekarnoputri – Hasyim Muzadi. Sementara pada pemilu 2009 dan 2014 IHSG berhasil menguat  hingga 87% dan 22,3%.

Hanya saja, tidak semua pelaku pasar sepakat dengan pendapat tersebut. Kata mereka, pasar modal dan pasar uang akan bergairah kalaulah presiden yang terpilih  sesuai dengan proyeksi lembaga-lembaga survey. Sebab, kinclongnya performa IHSG dalam tiga pemilu terakhir (2004, 2009, 2014) memiliki kesamaan, dimana presiden yang terpilih sesuai dengan proyeksi mayoritas lembaga survey.

Nah, jika hasil lembaga survey yang dijadikan patokan, maka pasar modal akan bergairah bila yang terpilih  adalah pasangan Joko Widodo  – Ma’ruf Amin.  Sebab, menurut sejumlah survey, pasangan 01 lebih unggul ketimbang pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Tapi, kalau pun  akhirnya kandidat 02 yang terpilih, pasar juga sebenarnya masih bisa menerima. Soalnya, Prabowo – Sandiaga Uno merupakan pebisnis yang dinilai mengerti persoalan ekonomi.

Bagi investor (terutama asing), status pro atau tidak pro pasar ini sangat penting artinya. Pemodal akan berlomba melakukan pembelian saham (yang akhirnya mendorong kurs rupiah) jika pemerintahan baru dianggap mumpuni dalam melakukan perbaikan ekonomi. Makanya, kalau harapan pelaku pasar terpenuhi, bukan tak mungkin IHSG dan nilai tukar rupiah akan kembali melesat seperti pada Pemilu-pemilu sebelumnya.

Sayangnya, seperti biasa, sentimen positif selalu dibayangi dengan kemungkinan-kemungkinan negatif. Misalnya, kalau pilpres berlangsung kurang mulus. Maka, bursa akan bergejolak dan dan IHSG bakal naik-turun dengan tajam. Investor pun akan kembaliwait and see. Keadaan bursa akan semakin parah jika pemilihan berlangsung ricuh. Ini juga bukan sesuatu yang mustahil terjadi. Sebab, salah satu pendukung capres menyatakan akan menggelar aksi people power bila pemilu dinilai curang.

Mengerikan, memang. Makanya, doa pertama yang harus dipanjatkan kepada Allah SWT adalah supaya pilpres berlangsung aman. Pemenangnya pasangan 01 atau 02 tak masalah, yang penting (sekali lagi) aman. Sebab, jika sampai rusuh, bukan mustahil investor asing akan memindahkan dananya ke negara yang dianggap lebih stabil.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 1 jam yang lalu

Pemerintah Mulai Prioritaskan Pasokan Batubara untuk Dalam Negeri

Produksi batubara tahun 2018 lalu mencapai 528 juta ton.

Global 5 jam yang lalu

Di Paris, Airbus Raih Kontrak 595 Pesawat

Airbus mendominasi lapangan udara Le Bourget. Pada ajang Paris Air Show.

Business 6 jam yang lalu

Kemenperin dan Blibli.com Gelar Kompetisi Creativepreneur

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap e-Commerce menjadi gerbang bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk melakukan transformasi.

Global 6 jam yang lalu

Carrefour Jual 80% Sahamnya di China

Raksasa ritel Prancis, Carrefour Group, Minggu (23/6/2019), mengumumkan, pihaknya telah setuju untuk menjual 80% saham ekuitas di Carrefour China kepada Suning.com, peritel terkemuka China Suning.com…

Money 8 jam yang lalu

Bitcoin Kembali Menembus Puncak

Harga bitcoin terus mencetak posisi tertinggi baru.

Money 24 jam yang lalu

LPS Siapkan Proses Likuidasi BPR Legian

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan melakukan pembayaran klaim penjaminan simpanan dan proses likuidasi PT BPR Legian. Langkah itu sebagai tindak lanjut atas keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang…

Global 23/06/2019 11:55 WIB

Konsumen Pakaian AS Terbebani Kenaikan Tarif

Sebuah studi mengungkapkan, ancaman kenaikan tarif 25% pada tambahan impor China senilai USD300 miliar akan membuat konsumen AS membayar USD4,4 miliar lebih banyak setiap tahun untuk pakaian.

Business 23/06/2019 11:26 WIB

Bank Dunia Pinjami USD150 Juta untuk Rekonstruksi Sulteng

Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pinjaman USD150 juta untuk membiayai rekonstruksi maupun penguatan perumahan dan fasilitas umum yang terkena dampak tsunami dan gempa bumi di Sulawesi Tengah.

Global 23/06/2019 10:13 WIB

2021, Pasar VR China Capai USD7,5 Miliar

Pasar realitas virtual (VR) China terus berkembang.

Global 22/06/2019 09:59 WIB

Huawei Tetap Diterima di Banyak Negara

Keputusan Amerika Serikat (AS) yang memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam ternyata tidak menyurutkan sejumlah negara untuk menggandeng perusahaan asal China itu.