Jumat, 22 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Jokowi – Amin Menang, Rupiah Menguat?

Bambang Aji Setiady

Kamis, 18 April 2019 - 18:59 WIB

Dolar AS dan Rupiah (Foto: Istimewa)
Dolar AS dan Rupiah (Foto: Istimewa)
A A A

Majalahreviewweekly.com - Mulusnya pelaksanaan pemilu telah mendatangkan dampak positif terhadap pasar modal dan pasar uang. Dana milik investor asing, setelah Senin lalu sempat hengkang, kini kembali mengalir dengan deras ke Tanah Air. Alhasil, kurs rupiah di pasar spot hari ini (Kamis, 18/4) menguat 40 poin (0,28%) ke level Rp 14.045 per dolar.

Bukan hanya gara-gara pemilu yang berlangsung damai, penguatan rupiah juga didorong oleh kabar baik yang datang dari China.  Berita terhangat yang bertiup dari sana menyebutkan, ekonomi (PDB) China tumbuh 6,4% sepanjang triwulan I – 2019. Angka ini lebih tinggi dari polling Reuters, yakni sebesar 6,3%. Hebatnya lagi, produksi industri dan penjualan ritel negeri Panda juga mencatatkan pertumbuhan masing-masing sebesar 8,5% dan 8,7%.

Betul, data tersebut belum bisa dijadikan patokan bahwa perekonomian China telah bangkit kembali. Tapi, paling tidak, data itu sudah cukup untuk mengurangi rasa kekhawatiran atas pelemahan ekonomi China. “Hal tersebut telah mendorong investor untuk lebih berani berinvestasi di negara-negara berkembang (emerging market),” ujar Ahmad Mikail, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia.

Meski belum akan seperti tahun-tahun sebelumnya, para analis yakin tahun ini perekonomian China masih bisa  tumbuh 6,2% atau lebih tinggi dari target pemerintah sebesar 6%. Nah, kalau perekonomian China menguat, biasanya ekonomi negara-negara di kawasan Asia akan ikut menggeliat. Maklum, China merupakan salah satu tujuan ekspor bagi negara-negara di Asia, termasuk Indonesia.

Kabar baik juga datang dari New York Mercatile Exchange.  Hari ini, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi sebesar 0,03% ke level US$ 63,74 per barel. Sementara itu minyak jenis Brent turun 0,08% ke level US$ 71,50 per barel. Penurunan harga minyak hari ini, menurut riset Monex Investindo Futures, lebih disebabkan oleh isu bahwa kesepakatan pemangkasan produksi minyak oleh OPEC akan berakhir Juni depan.

Terlepas dari faktor eksternal, Satria Sambijantoro, Ekonom Bahana Sekuritas, menilai bahwa penguatan rupiah hari ini lebih dipicu oleh sentimen plus dari dalam negeri. Seperti hasil hitungan cepat dimana pasangan Joko Widodo – Maruf Amin berhasil mengungguli pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. “Selain kepastian kian jelas, kelanjutan kebijakan ekonomi pun dapat terlaksana,” ujarnya.

Karena itu, Satria dan Ahmad mempredikasi tren penguatan rupiah masih akan berlanjut. Tapi, sayang, untuk sementara ini penguatan mata uang RI itu terpaksa harus terhenti dulu. Soalnya, Jum’at besok pasar  uang kembali libur dan baru benar-benar on Senin depan (22/4).

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…