Sabtu, 16 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Jangan Bikin Panas Dong

Bambang Aji Setiady

Minggu, 21 April 2019 - 20:55 WIB

Rupiah
Rupiah
A A A

Majalahreviewweekly.com - Ketika para politisi masih berharap-harap cemas menanti hasil perolehan suara, para petinggi BI justru bisa menikmati libur panjang dengan tenang. Maklum, setelah pilpres dan pileg berlangsung aman, kurs rupiah terus menguat. Terakhir, Jum’at lalu (19/4), data Bloomberg menunjukkan kurs rupiah menguat 0,29% ke level Rp 14.044 per dolar.

Meski begitu, ada analis yang menilai, bukan soal pemilu itu saja yang membuat nilai tukar rupiah menguat. Ahmad Mikail, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, justru memandang faktor regional yang lebih mendorong penguatan rupiah. Jadi, penguatan rupiah kemarin itu tak lain akibat data penjualan ritel AS bulan Maret yang tumbuh 1,6% atau lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 0,9%.

“Perbaikan data penjualan ritel AS meredakan kekhawatiran akan pelambatan ekonomi negara tersebut,” ujar Ahmad. Ah, semoga saja benar. Sebab, dengan membaiknya ekonomi Amerika, maka ekonomi dunia juga diharapkan bisa kembali menggeliat. Apalagi ekonomi (PDB) China selama triwulan I masih mampu tumbuh 6,4%.

Namun, sebagian besar analis justru berpendapat lain. Menurut Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang Bank Mandiri, faktor politik sangat kuat mendorong penguatan rupiah. “Karena hasil quick count pemilu telah diumumkan. Ini membuat kekhawatiran pasar mereda sehingga rupiah kembali diburu oleh pelaku pasar,” ujarnya.

Efek pemilu tersebut mungkin tidak hanya terjadi pada pekan ini saja. Sangat mungkin, menurut Reny, pekan depan euforia pemilu masih berlangsung. Karena itu, ia memperkirakan Senin besok (22/4)  rupiah masih akan menguat di kisaran Rp 14.00 – Rp 14.080 per dolar.  “Perlu konsolidasi untuk melanjutkan penguatan, agar rupiah bisa tembus di bawah Rp 14.000 per dolar,” ujarnya.

Ahmad juga memiliki pandangan yang sama dengan Reny.  Menurutnya, euforia pemilu masih akan menjadi penopang penguatan rupiah di pekan depan. “Tapi, secara umum, mata uang emerging market memang diuntungkan oleh membaiknya data perekonomian China,” ujarnya. Ahmad memperkirakan, Senin besok mata uang RI  berpotensi menguat di rentang Rp 13.980 – Rp 14.000 per dolar.

Meski begitu, kemungkinan rupiah terkoreksi memang tetap ada. Sebab, pekan ini perundingan dagang AS – China akan kembali dilanjutkan. Selain itu, pekan ini juga akan digelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. Tapi, baik Reny maupun Ahmad, optimistis posisi rupiah masih akan aman. RDG BI, misalnya, kemungkinan belum akan mengutak-utik BI – 7 day reserve repo rate.  Perundingan dagang AS – China juga diprediksi bakal berlangsung mulus.

Lantas, bagaimana dengan kondisi politik di dalam negeri pasca pemilu? Ini memang yang agak meresahkan. Soalnya, saling klaim kemenangan yang dilakukan capres 01 dan 02 diduga akan lebih mencemaskan pekan depan. Apalagi, ada wacana dari capres 02 untuk mempidanakan sejumlah lembaga survey yang memenangkan capres 01.  Bukan hanya itu saja. Syahdan, kelompok 02 akan menggelar people power bila terbukti ada kecurangan di pemilu.

Nah, kalau elite politik sudah ancam-mengancam, biasanya nyali para pelaku pasar langsung ciut. Padahal, sebelumnya para pemilik uang sudah berbesar hati melihat pemilu yang berlangsung tertib dan aman.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…