Sabtu, 21 Oktober 2017

Dari Garasi Menjadi Kaya

Riset

Dari Garasi Menjadi Kaya

Oleh: Sri Wulandari - Senin 12 September 2016 | 21:20 WIB

Siapakah  triliuner paling terkenal di dunia dari industri teknologi? Jawabannya adalah Jeff  Preston Bezos, yang hanya dikenal sebagai Jeff BEzos saja. Betapa tidak,  CEO Amazon itu saat ini bertengger di urutan ketiga orang terkaya di dunia. Kekayaannya mencapai US$ 65 miliar atau setara Rp 855 triliun. Dia menjadi orang terkaya ketiga dunia setelah saham perusahaannya di bursa Nerw York, Amerika Serikat (AS) melejit untuk pertama kali setelah pasar ditutup pada Februari 2016  sebesar 50%.

Amazon merupakan, e-commerce terbesar di dunia. Ketika belum banyak orang yang melirik e-commerce, Bezos sudah memulainya. Meski banyak yang pesimistis, ia tetap melaju. Ketika itu dia sudah menyadari  bahwa penggunaan internet tumbuh hingga 2.400% per tahun, sehingga ia membuat model bisnis e-commerce adalah yang cocok untuk mengimbangi pertumbuhan internet di dunia. Situs e-commerce yang berawal dari berjualan buku itu pun kini menjadi perusahaan paling berharga di AS, di bawah Apple, Alphabet (perusahaan induk Google), Microsoft, serta Exxon Mobile.

Berdasarkan laporan dari Bloomberg, pendapatan terbesar Amazon diperoleh dari Inggris, Jerman, dan Jepang.  Dari  pasar internasional, Bezos meraup  penghasilan US$ 7,4 miliar (setara Rp 97,9 triliun) pada tahun 2015 atau 6,9% dari total penghasilan Amazon. Di kuartal kedua  tahun 2016,  Amazon melaporkan laba US$ 1,78  per lembar, melampaui perkiraan analis yang sebesar US$ 1,11  per lembar. Pendapatannya tumbuh hingga 31% pada kuartal II menjadi US$ 30,4 miliar, yang berarti US$ 900 juta  di atas perkiraan analis.

Kini, Bezos tinggal menikmati apa yang ditanamnya lebih dari 20 tahun silam. Dengan pendapatan yang terus tumbuh, kekayaan Bezos pun semakin berlipat-lipat. Amazon kini telah memiliki jaringan hingga hampir ke seluruh penjuru dunia. Dan, tak lama lagi santer terdengar, Amazon juga akan berekspansi ke Indonesia.

Pundi-pundi Bezos sebagian besar memang  datang dari Amazon. Dia memiliki 18% saham Amazon.  Tetapi, Bezos sebenarnya juga punya bisnis selain Amazon, yakni The Washington Post, Bezos Expedition yang mengurus investasi bisnis, dan Blue Origin, perusahaan yang bergerak di industri kedirgantaraan dan penerbangan luar angkasa. Pria yang lahir pada 12 Januari 1964 di Albuquerque, Nex Mexico, AS itu juga tercatat sebagai salah satu investor pertama Google pada 1998 silam.

DARI KECIL SENANG TEKNOLOGI

Dunia teknologi memang telah akrab pada dirinya. Sejak kecil, dia telah menunjukkan bakat mekanik yang mencolok. Ketika balita, Bezos berusaha membongkar tempat tidurnya dengan obeng. Ketertarikannya pada dunia sains, terus berkembang, seperti memasang alarm listrik untuk menjaga adik-adiknya jika keluar dari kamar dan juga menjaga privasinya. Setiap musim panas, Bezos juga sering menghabiskan waktunya tinggal di peternakan kakeknya. Di sini Bezos selalu memperbaiki kincir angin dan traktor yang biasa digunakan dalam berternak.

Ketika duduk di bangku SMA, Bezos mengikuti program pelatihan sains di University of Florida yang membuatnya menerima Silver Knight Award pada tahun 1982.

Setelah lulus SMA, dia  berencana mendalami ilmu fisika dengan kuliah di Princeton University, tetapi  dalam perjalanannya  Bezos justru tertarik dengan komputer elektro. Dia pun lulus dengan gelar di bidang Computer Science and Electrical Engineering dengan predikat summa cum laude.

Selepas bangku kuliah, Bezos sempat malang melintang bekerja di Wall Street. Kariernya cukup cemerlang bahkan sempat menjadi seorang CEO termuda. Ia akhirnya mengundurkan diri dan pindah ke Seatle untuk merintis usaha di bidang e-commerce. Ketika itu, e-commerce belum berkembang. Banyak yang pesimistis dengan Bezos. Tahun 1995, Bezos mulai mendirikan Amazon.com sebagai toko buku online yang dijalankan dari garasi rumahnya di Seattle, Washington.

Pada waktu itu dirinya melihat potensi pada usaha ritel buku di AS. Meskipun telah cukup banyak perusahaan percetakan dan ritel buku, namun kekurangannya adalah mereka tidak bisa memberikan katalog lengkap dari semua buku-buku yang mereka punyai. Promosi lewat email yang cukup populer pada masa itu pun belum bisa mengakomodir kebutuhan promosi produk-produk buku para pengusaha ritel. Dari situ tercetuslah ide untuk membuat website dimana ia bisa memperkenalkan semua produk buku dengan mudah dan praktis.

Bezos sebelumnya telah melakukan penelitian dengan membuat daftar 20 perusahaan mail-order teratas dan mengamati bahwa tidak ada penerbit buku yang memiliki mail-order karena membuat katalog yang komprehensif akan memerlukan ribuan halaman dan akan memakan budget besar jika melakukan penawaran lewat email. Dalam menjalankan bisnis ini, kedua orangtua Bezos mendukungnya dengan menginvestasikan tabungan pensiunnya sebenar US$ 300 ribu.

Hanya dalam beberapa tahun kemudan, Amazon berkembang pesat dan memiliki  beberapa gudang penyimpanan super besar plus kantor pusat di Seattle Washington. Bezos pun mengembangkan produk jualan Amazon agar lebih variatif. Kini,  Amazon menjual berbagai macam barang, seperti produk elektronik, kebutuhan rumah tangga, dan juga jasa aplikasi penyimpanan data online.

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 13 Pebruari 2017 | 12:09 WIB
Mudah-mudahan Bukan Omong Kosong

Aliran dana dari perbankan diyakini bakal semakin membesar. Sektor korporasi dan konsumer menjadi andalan bank di tahun…

Kamis 04 Pebruari 2016 | 09:22 WIB
Likuditas Bank Semakin Tidak Encer

Setelah disedot pajak, dana masyarakat akan kembali ditarik lewat penerbitan SBN. Agar pasar uang tidak kering, BI mempertimbangkan…

Senin 26 September 2016 | 12:37 WIB
Si Layar Kotak Pencuci Otak

Pengaruh televisi terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak banyak jadi concern para pengamat.

Minggu 06 September 2015 | 11:23 WIB
Agar Kriminalisasi tak Jadi Momok

Presiden Jokowi memberi jaminan tak ada kriminalisasi terkait penggunaan anggaran daerah. Para kepala daerah tak…

Senin 08 Agustus 2016 | 21:01 WIB
Ditunggu Ketegasan ESDM

Total dan Shell belum menjalankan kebijakan mandatori biofuel. Kementerian ESDM bakal bersikap tegas.