Senin, 24 Juni 2019 | Jakarta, Indonesia

Setelah China Menyerah

Bambang Aji Setiady

Selasa, 07 Mei 2019 - 19:30 WIB

Dolar AS dan Rupiah (Foto: Istimewa)
Dolar AS dan Rupiah (Foto: Istimewa)
A A A

Majalahreviewweekly.com - Semula, banyak orang menduga bahwa dalam kamus Presiden China Xi Jinping tak ada kata mengalah. Termasuk dalam menghadapi tekanan dari Presiden Amerika Donald Trump. Tapi apa yang terjadi? Dugaan-dugaan itu terbukti meleset. China akhirnya bersedia kembali ke meja perundingan yang akan digelar di AS, Rabu depan.

Seperti diketahui, sebelumnya China "ngambek" gara-gara Trump mengancam akan menaikan tarif bea masuk dari 10% menjadi  25% terhadap barang-barang senilai total US$ 200 miliar bila negeri Panda itu tidak segera menyepakati perundingan dagang. Tak hanya sampai di situ, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif bea masuk baru 25% atas barang China senilai US$ 325 miliar.

Meredanya ketegangan AS – China itu telah membuat kurs dolar melemah terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah. Seperti kita saksikan bersama, hari ini (Selasa,7/5) nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 18 poin (0,13%) ke level Rp 14.280 per dolar.  Selain akibat meredanya ketegangan AS – China, rupiah juga terbantu oleh lelang surat utang negara (SUN) yang digelar hari ini.  

Tapi jangan bersenang hati dulu. Sebab, menurut Reny Eka Putri, Ekonom Pasar Uang Bank Mandiri, penguatan yang terjadi hari ini sifatnya sementara. Kemungkinan rupiah untuk kembali melemah masih cukup besar. Soalnya, pasar masih ingin melihat perkembangan perundingan  dagang AS – China. Nah, dalam situasi menunggu ini biasanya investor lebih suka memegang dolar.  “Apalagi disinyalir ada perang dagang lanjutan,” ujar Reny.

Repotnya, rupiah juga dibayang-bayangi memanasnya suhu di Timur Tengah. Kabarnya, AS akan mengirimkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah setelah Iran tetap ngotot akan mengekspor minyaknya. Namun para analis pasar uang melihat AS tak akan mengirim kapalnya ke Timur Tengah. Apalagi sejumlah negara tidak setuju jika AS menyerang negara para mullah itu.

Terlepas dari ancaman AS kepada Iran, lantas akan berapa kurs rupiah Rabu besok (8/5)? Menurut Ibrahim, Direktur Utama PT Garuda Berjangka, saat ini pasar sedang menunggu rilis data neraca perdagangan dan defisit tranaksi berjalan. “Jika defisit makin dalam, kemungkinan rupiah akan melemah karena tidak memiliki fondasi yang kuat,” ujarnya.

Seperti halnya Ibrahim, Reny pun melihat sentimen negatif masih akan berpihak pada rupiah saat ini. Itu sebabnya, ia memperkirakanan Rabu besok rupiah akan diperdagangkan di kisaran level support Rp 14.260 dan resistance Rp 14.325 per dolar. “Pasar masih wait and see menunggu hasil perundingan dagang AS – China,” ujar Reny.

Memang sudah sewajarnya bila pelaku pasar bersikap seperti itu. Sebab, meski pun China bersedia kembali ke meja perundingan, bukan berarti perang dagang AS – China akan segera berakhir. Apalagi salah satu pemicu yang membuat Presiden Trump sampai meradang adalah karena belakangan ini China mulai mengingkari komitmen yang telah disepakati.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 18 menit yang lalu

Pemerintah Siapkan Skema Pembiayaan Perumahan untuk Generasi Milenial

Saat ini diperkirakan terdapat 81 juta jiwa generasi milenial yang belum memiliki rumah dan menjadi pasar potensial perumahan.

Business 32 menit yang lalu

Kemenhub Kaji "O Bahn" Sebagai Angkutan Massal

Kementerian Perhubungan tengah mengkaji angkutan massal yang merupakan gabungan antara Bus Rapid Transit (BRT) dan Light Rapid Transit (LRT) bernama “O-Bahn”.

Business 2 jam yang lalu

Pemerintah Mulai Prioritaskan Pasokan Batubara untuk Dalam Negeri

Produksi batubara tahun 2018 lalu mencapai 528 juta ton.

Global 6 jam yang lalu

Di Paris, Airbus Raih Kontrak 595 Pesawat

Airbus mendominasi lapangan udara Le Bourget. Pada ajang Paris Air Show.

Business 7 jam yang lalu

Kemenperin dan Blibli.com Gelar Kompetisi Creativepreneur

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap e-Commerce menjadi gerbang bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk melakukan transformasi.

Global 7 jam yang lalu

Carrefour Jual 80% Sahamnya di China

Raksasa ritel Prancis, Carrefour Group, Minggu (23/6/2019), mengumumkan, pihaknya telah setuju untuk menjual 80% saham ekuitas di Carrefour China kepada Suning.com, peritel terkemuka China Suning.com…

Global 23/06/2019 11:55 WIB

Konsumen Pakaian AS Terbebani Kenaikan Tarif

Sebuah studi mengungkapkan, ancaman kenaikan tarif 25% pada tambahan impor China senilai USD300 miliar akan membuat konsumen AS membayar USD4,4 miliar lebih banyak setiap tahun untuk pakaian.

Business 23/06/2019 11:26 WIB

Bank Dunia Pinjami USD150 Juta untuk Rekonstruksi Sulteng

Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pinjaman USD150 juta untuk membiayai rekonstruksi maupun penguatan perumahan dan fasilitas umum yang terkena dampak tsunami dan gempa bumi di Sulawesi Tengah.

Global 23/06/2019 10:13 WIB

2021, Pasar VR China Capai USD7,5 Miliar

Pasar realitas virtual (VR) China terus berkembang.

Global 22/06/2019 09:59 WIB

Huawei Tetap Diterima di Banyak Negara

Keputusan Amerika Serikat (AS) yang memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam ternyata tidak menyurutkan sejumlah negara untuk menggandeng perusahaan asal China itu.