Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

Menteri Rini Pantau Kesiapan Bandara YIA Hadapi Arus Mudik

Ria Martati

Selasa, 07 Mei 2019 - 17:30 WIB

Menteri BUMN Rini Soemarno. Ilustrasi oleh AGolf Design
Menteri BUMN Rini Soemarno. Ilustrasi oleh AGolf Design
A A A

Majalahreviewweekly.com - Setelah menerima kunjungan kerja Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Sabtu (4/5) lalu, hari Selasa (7/5) ini PT Angkasa Pura I (Persero) menyambut kedatangan Menteri BUMN Republik Indonesia Rini Soemarno di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dalam rangka kunjungan kerja di Yogyakarta.

Menteri Rini Soemarno dan jajarannya mendarat mulus di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) pukul 12.20 WIB bersama penumpang lainnya di pesawat komersial Citilink QG 132 dengan rute Bandara Halim Perdanakusuma - Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Pada penerbangan ini, turut mendampingi Menteri Rini Soemarno yaitu Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dan Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto. 

Kunjungan Menteri BUMN ini merupakan kunjungan kerja perdana ke YIA untuk meninjau operasional YIA di mana pada Senin 6 Mei 2019 lalu telah dilakukan penerbangan komersial perdana oleh Citilink, progress pembangunan yang telah mencapai 53%,  dan kesiapan YIA dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2019. 

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan, “Kami sungguh antusias menyambut kunjungan Menteri BUMN Ibu Rini Soemarno ke Bandara Internasional Yogyakarta hari ini karena kami ingin menunjukkan bukti kesiapan bandara ini untuk operasional penerbangan dan menghadapi masa arus mudik Lebaran 2019". 

Pada masa arus mudik Lebaran 2019, tambah Faik Fahmi, seluruh penerbangan tambahan (extra flight) akan dialihkan ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulonprogo. Pemindahan ini dilakukan guna membantu untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di Bandara Adisutjipto pada musim puncak Lebaran 2019. Sebagai informasi, pada masa mudik 2018 terdapat 32 tambahan penerbangan ke Bandara Adisutjipto.

Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo merupakan solusi atas kondisi lack of capacity yang terjadi di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, di mana kapasitas bandara sangat terbatas sementara permintaan slot penerbangan cukup tinggi.

Selain itu, YIA merupakan salah satu bandara dengan spesifikasi landas pacu terbaik di Indonesia. Bandara ini memiliki fasilitas sisi udara (airside) yang sudah siap 100 persen, dengan panjang landas pacu 3.250 meter, lebar 45 meter, dan shoulder (bahu runway) 15 meter di setiap sisi. Spefisikasi runway ini mampu didarati pesawat berbadan besar seperti Boeing 777-300 dan Airbus A380. Adapun fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) di YIA masuk ke dalam kategori 8.

Di sisi darat (landside), terminal seluas 12.900 meter persegi sudah dapat digunakan, dari total 210.000 meter persegi pada saat beroperasi penuh pada akhir 2019 nanti. Di terminal penumpang tersebut tersedia 12 konter check-in, 2 x-ray, 2 walk through metal detector (WTMD), 400 kursi tunggu, 6 konter imigrasi di kedatangan dan keberangkatan, serta 2 bag conveyor belt.

Adapun fasilitas standar pelayanan bandara lainnya yang sudah tersedia yaitu signage, konter informasi, flight information display system, informasi transportasi lanjutan, customer service dengan tenaga yang berasal dari warga lokal Kulon Progo, pusat pelayanan informasi pariwisata, nursery room, kid zone, reading corner, serta 400 unit troli. Untuk penyandang difabilitas, tersedia lounge, toilet, lift, dropzone khusus difabel. Disiapkan pula 132 tenaga facilities care.

COMMENTS

OTHER NEWS

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.

Global 17/05/2019 08:42 WIB

Harga Rumah Global Telah Pulih

Sejak krisis keuangan global 2008, harga rumah di seluruh dunia telah pulih.

Periscope 17/05/2019 08:30 WIB

Jangan Panik

Investor tak menduga imbas perang dagang AS-China separah ini.

Money 16/05/2019 18:36 WIB

Di Pasar Api Masih Menyala

Pelemahan nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan berlanjut. Pelaku pasar menunggu hasil pertemuan AS - China Jum’at besok.

Business 16/05/2019 15:45 WIB

BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi 5-5,4%

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 berada di bawah titik tengah kisaran 5-5,4%.

Business 16/05/2019 15:04 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.