Sabtu, 21 Oktober 2017

Mantan Penjaga Warnet yang Sukses

Riset

Mantan Penjaga Warnet yang Sukses

Oleh: Sri Wulandari - Senin 19 September 2016 | 04:33 WIB

Pernah diremehkan dan dianggap memiliki mimpi yang terlalu tinggi, kini William sukses membesarkan Tokopedia.

Belanja online kini menjadi sebuah budaya modern yang tak terelakan. Nama William Tanuwijaya menggema seiring meroketnya Tokopedia, sebuah pasar online yang sukses meraup pelanggan jumlah penggunjung terbesar. Dialah pendiri sekaligus CEO Tokopedia

Tokopedia menjadi satu-satunya situs dalam daftar 10 besar yang paling sering dikunjungi. Tokopedia juga masuk “Brands Top 50 Most Valuable Indonesian Brands 2016” yang digawangi oleh WPP dan Millward Brown, lembaga penelitian global yang melakukan survei dan penilaian terhadap brand-brand Indonesia.

Tokopedia masuk dalam “Top 50 Valuable Indonesian Brand” berada di peringkat kedua kategori “One To Watch” karena memiliki potensi pasar brand yang cukup luas di sektor start up di Indonesia. WPP menyebutkan Tokopedia memiliki nilai jual yang tumbuh 22% seiring dengan tumbuhnya daya beli masyarakat, khususnya dalam berbelanja online. “Perjalanan kami selama 7 tahun terakhir telah mengantarkan Tokopedia menjadi situs lokal paling favorit di Indonesia,” kata William.

Tokopedia, mendapat 1,90 juta kunjungan dan  5 juta  unduhan di Play Store. Dari peringkat di Alexa, Tokopedia ada di posisi 9. Secara global, Tokopedia.com berada di ranking 713 dunia, ditopang traffic 96,2% dari Indonesia. Saat awal berdiri tahun 2009, valuasi Tokopedia hanya  senilai Rp 1 miliar, lalu pada 2014 nilainya meroket sampai Rp 1 triliun.

William menyatakan, misi perusahaan ini hingga tahun 2017 adalah menjadikan Tokopedia sebagai perusahaan rujukan bagi 80% para pelaku e-commerce di Tanah Air. 

Di balik Tokopedia, ada Softbank yang menyuntikan dana USS$ 100 juta, investor lain yang sekaligus menjadi pemilik saham Tokopedia adalah PT Indoguna Dwitama, East Ventures, Cyber Agent Venture, dan netprice.com. April 2016, Tokopedia kembali mendapat suntikan dana sebesar Rp 1,9 triliun. William mengklaim, investasi kepada perusahaannya ini merupakan yang terbesar bagi perusahaan internet Indonesia dan Asia Tenggara.

AWALNYA DIREMEHKAN

Jika melihat kondisi Tokopedia saat ini, William mengaku bangga. Meski saat merintis pertama kali, dia diremehkan banyak orang. Betapa tidak, mantan penjaga warung internet dianggap terlalu muluk dan punya mimpi terlalu tinggi. Pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara pada tanggal 18 November 1981 ini, memang sempat bekerja sebagai penjaga Warnet untuk mencari biaya tambahan kuliahnya di  Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta.

“Ini adalah kisah saya berkenalan dan jatuh cinta dengan internet. Ketika internet masih mahal, saya bisa menggunakannya dengan gratis, bahkan dibayar---sebuah blessing in disguise,” katanya.

Setelah lulus kuliah, William diterima bekerja di kantor pengembangan software komputer. Dari sinilah timbul keinginannya untuk membuat perusahaan sendiri. Akhirnya pada 2007, bersama Leontinus Alpha Edison, sahabatnya,  dia membuat Tokopedia.

Saat itu, William melihat banyak pembeli via online mengeluhkan banyaknya penipuan transaksi. Berangkat dari situ, dia ingin membuat forum jual beli yang bisa dipercaya. William merasa internet seharusnya menjadi akses berguna untuk mempermudah segalanya, termasuk kegiatan jual-beli. “Kami fokus menentukan apa yang pelanggan butuhkan, bukan hanya yang mereka inginkan,” kata William.

Tetapi tak mudah, karena William mengalami kendala modal. Ayahnya terserang kanker dan membutuhkan biaya banyak. Dia menjadi tulang punggung keluarga. Sadar bahwa idenya pasti berhasil, ia kemudian berusaha untuk mencari pendanaan atau modal untuk mengembangkan usahanya tersebut. Cara ini dilakukan dengan belajar dari Google dan Facebook yang didirikan lewat pendanaan untuk start up melalui perusahaan ventura (pemodal).

“Pertanyaan pertama saya saat itu adalah, “Mengapa Google dan Facebook yang saya pakai sehari-hari itu gratis? Dari mana uangnya?” Dari sana saya belajar tentang adanya pendanaan untuk start up company di negara-negara maju. Semua perusahaan besar yang saya kagumi tersebut mulai dari ide kecil, kerja keras yang didukung oleh pendanaan secara bertahap oleh pemodal ventura (venture capitals). Terinspirasi dari hal tersebut, saya mulai mencari pemodal,” ceritanya.

William kemudian mencari investor.  Selama dua tahun, ia bekerja keras terus menerus mencari investor untuk membiayai ide Tokopedia. Banyak investor yang menanyakan pengalaman William dalam berbisnis.

Usahanya membuahkan hasil, karena bosnya, tempat dia bekerja bersedia menjadi investor. Maka pada tanggal 6 Februari 2009, Tokopedia milik William Tanuwijaya resmi berdiri dan pada hari kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2009, Tokopedia resmi diluncurkan ke publik. “Kami memang mencari yang satu visi dan misi,” katanya.

Sejak itu pula, Tokopedia kebanjiran investor.  “Kami memang selalu mendapat tawaran pemodalan, tetapi fokus bisnis kami bukan mencari pemodalan. Kalau kami bertemu dengan orang yang tepat dan bisa membawa kami ke level berikutnya, maka kami akan consider hal itu,” jawab dia kepada Review Weekly, pekan lalu.

“Saat ini, Tokopedia masih punya modal kerja untuk 2 – 3  tahun ke depan. Tokopedia juga sudah bersinergi dgan sumber pemasukan yang sehat dan bertumbuh dengan pesat. Kalau ini terus berkembang, kami masih bisa bertahan hingga 7 tahun.”

Selama tujuh  tahun berdiri, Tokopedia berhasil menjadi mal online sukses yang membantu UKM mengembangkan usaha mereka. Banyak terobosan yang dilakukan William. Antara lain menggandeng peritel offline, seperti Alfamart untuk melakukan pembayaran. Hal ini dilakukan karena William sadar, tak semua masyarakat Indonesia memiliki kartu kredit dan debit perbankan.

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 07 Maret 2016 | 23:47 WIB
CAPAIAN SANG BLASTERAN INDONESIA

Semula namanya disebut-sebut sebagai anak negeri berbakat. Nyatanya, Moses Lo berkewarganegaan Australia. Kendati, ibu Moses…

Senin 11 April 2016 | 21:49 WIB
Menunggu BPD Masuk Bursa

Sejumlah BPD berebut mencari dana murah dari pasar modal. Selain melalui penerbitan surat utang, ada pula yang berniat melepas…

Rabu 27 September 2017 | 18:51 WIB
Setelah Yellen Bersikap

Gubernur The Fed memastikan bahwa kenaikan suku bunga perlu dilanjutkan. Meski terbatas, rupiah diperkirakan masih akan…

Senin 02 Januari 2017 | 17:46 WIB
DUNIA INDOMIE

Indomie kuah rasa kaldu ayam menjadi awal cerita manis sebuah produk makanan yang dinikmati berjuta manusia di dunia saat…

Selasa 14 Pebruari 2017 | 11:30 WIB
Dukung Ketahanan Pangan, BNI Sebar 250 Ribu Bibit Cabai

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk turut dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di masyarakat antara lain dengan memberikan…