Senin, 24 Juni 2019 | Jakarta, Indonesia

Meninggalkan Dolar AS

Edy Purnomo

Kamis, 09 Mei 2019 - 09:07 WIB

dolar
dolar
A A A

Majalahreviewweekly.com - Nilai tukar Rupiah kembali mengalami goncangan. Pada perdagangan di pasar spot Jakarta, Rabu (8/5/2019), dolar AS kembali melonjak ke kisaran Rp 14.290. Dibandingkan sehari sebelumnya, nilai tukar Rupiah melemah 0,11%.

Bank Indonesia berjuang keras untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Pelemahan nilai tukar Rupiah itu terjadi setelah para investor asing kabur meninggalkan aset-aset dalam Rupiah, termasuk surat berharga negara (SBN) dan saham.

Goncangan juga dirasakan sejumlah mata uang utama dunia lainnya. Oleh karena itu, sejumlah negara berusaha untuk meninggalkan mata uang dolar AS.

Secara bertahap, Rusia  meninggalkan berbagai aset terkait dolar AS. Langkah itu dilakukan sejak Amerika Serikat menjatuhkan sanksi sepihak terhadap Rusia atas dugaan perannya dalam krisis Ukraina 2014. Rusia juga dituding ikut campur dalam pemilihan presiden AS pada 2016. Namun, Moskow membantah tudingan itu.

Sejak hubungan dengan AS memanas, Rusia berusaha untuk menggunakan mata uang Rubel, mata uang Rusia, dalam transaksi dengan mitra dagangnya, yaitu Brasil, India, Cina, dan Afrika Selatan (BRICS). Selama 2013-2018, FinExpertiza melaporkan, penggunaan mata uang Rubel  meningkat pesat hingga 720%. Secara total, Rubel digunakan dalam transaksi senilai USD 6,3 miliar dengan negara-negara BRICS.

Pertumbuhan terbesar dalam transaksi berbasis Rubel dicapai dengan India. Pangsa pasar penggunaan mata uang Rusia itu mencapai 37,2% atau meningkat 3.380%. Hal serupa terjadi dengan China, dengan peningkatan peningkatan volume transaksi dalam mata uang Rubel sebesar 520%.

Negara-negara BRICS lainnya juga menunjukkan pertumbuhan dalam volume transaksi timbal balik dalam mata uang nasional mereka, serta dalam euro. Awalnya, penggunaan mata uang nasional hanya sebesar 4% dan pada 2018 pangsanya telah mencapai 9,5% dari semua transaksi antara anggota grup.

Pertumbuhan itu terjadi karena penurunan dramatis dalam transaksi dalam mata uang dolar. Saat ini, penggunaan greenback masih sekitar 77%.

"Peningkatan penjualan komoditas menjadi pendorong untuk beralih ke mata uang nasional antara negara-negara BRICS sambil mengurangi bagian penyelesaian dalam dolar AS", Elena Trubnikova, ketua dewan dewan FinExpertiza. Secara sistematis, Rusia telah mengurangi investasinya dalam aset-aset berdenominasi dolar AS. Rusia menjual sebagian besar dari sekuritas AS-nya. Pada saat yang sama, Rusia aktif membangun cadangan emasnya.

Bagaimana dengan Indonesia? Bank Indonesia juga sudah mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Untuk itu, Bank Indonesia menggandeng Thailand dan Malaysia. Bank Indonesia terus berkomitmen untuk mendukung implementasi penggunaan local currency settlement (LCS) di kawasan.

Pada 16 April 2019, Bank Indonesia melakukan sosialisasi kepada bank yang memfasilitasi kebijakan Appointed Cross Currency Dealer Bank (Bank ACCD) dan importir/eksportir potensial bank-bank ACCD
yang selama ini bertransaksi dagang dengan Malaysia dan Thailand.

Implementasi LCS memiliki peran strategis untuk mendukung efisiensi transaksi, pengembangan pasar mata uang lokal, dan pada akhirnya mendukung stabilisasi nilai tukar Rupiah.

Secara umum, penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dengan Thailand dan Malaysia yang difasilitasi bank ACCD di Indonesia menunjukkan progres yang positif. Hal ini tercermin dari tren peningkatan transaksi penyelesaian perdagangan dalam mata uang lokal yang difasilitasi oleh bank ACCD dan fitur operasionalisasi yang telah dijalankan bank ACCD. 

Pada triwulan I 2019, total transaksi perdagangan melalui LCS menggunakan Baht (THB) mencapai USD13 juta (setara Rp185 miliar), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar USD7 juta (setara Rp96 miliar). Sementara itu, untuk transaksi LCS menggunakan Ringgit (MYR) mencapai USD70 juta (setara Rp1 triliun), meningkat tajam dibandingkan periode yang sama 2018 sebesar USD6 juta (setara Rp83 miliar).

Implementasi penggunaan LCS merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara Bank Indonesia (BI), Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank of Thailand (BOT) pada 23 Desember 2016.

Langkah itu merupakan bagian dari upaya BI, BNM dan BOT untuk mengurangi ketergantungan USD, meningkatkan pengembangan pasar mata uang lokal, dan pelaksanaan transaksi langsung antar pelaku pasar (direct trading), sehingga diharapkan dapat berkontribusi positif dalam efisiensi pasar dan menjaga kestabilan nilai tukar. 

Penggunaan LCS di kawasan semakin diperluas dan diperkuat dengan penandatanganan komitmen antara BI, BNM, BOT dan Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral se-ASEAN (ASEAN Finance Minister & Central Bank Governors’ Meeting/AFMGM) pada tanggal 5 April 2019 di Chiang Rai, Thailand.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 26 menit yang lalu

Pemerintah Siapkan Skema Pembiayaan Perumahan untuk Generasi Milenial

Saat ini diperkirakan terdapat 81 juta jiwa generasi milenial yang belum memiliki rumah dan menjadi pasar potensial perumahan.

Business 40 menit yang lalu

Kemenhub Kaji "O Bahn" Sebagai Angkutan Massal

Kementerian Perhubungan tengah mengkaji angkutan massal yang merupakan gabungan antara Bus Rapid Transit (BRT) dan Light Rapid Transit (LRT) bernama “O-Bahn”.

Business 2 jam yang lalu

Pemerintah Mulai Prioritaskan Pasokan Batubara untuk Dalam Negeri

Produksi batubara tahun 2018 lalu mencapai 528 juta ton.

Global 6 jam yang lalu

Di Paris, Airbus Raih Kontrak 595 Pesawat

Airbus mendominasi lapangan udara Le Bourget. Pada ajang Paris Air Show.

Business 7 jam yang lalu

Kemenperin dan Blibli.com Gelar Kompetisi Creativepreneur

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap e-Commerce menjadi gerbang bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk melakukan transformasi.

Global 7 jam yang lalu

Carrefour Jual 80% Sahamnya di China

Raksasa ritel Prancis, Carrefour Group, Minggu (23/6/2019), mengumumkan, pihaknya telah setuju untuk menjual 80% saham ekuitas di Carrefour China kepada Suning.com, peritel terkemuka China Suning.com…

Global 23/06/2019 11:55 WIB

Konsumen Pakaian AS Terbebani Kenaikan Tarif

Sebuah studi mengungkapkan, ancaman kenaikan tarif 25% pada tambahan impor China senilai USD300 miliar akan membuat konsumen AS membayar USD4,4 miliar lebih banyak setiap tahun untuk pakaian.

Business 23/06/2019 11:26 WIB

Bank Dunia Pinjami USD150 Juta untuk Rekonstruksi Sulteng

Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pinjaman USD150 juta untuk membiayai rekonstruksi maupun penguatan perumahan dan fasilitas umum yang terkena dampak tsunami dan gempa bumi di Sulawesi Tengah.

Global 23/06/2019 10:13 WIB

2021, Pasar VR China Capai USD7,5 Miliar

Pasar realitas virtual (VR) China terus berkembang.

Global 22/06/2019 09:59 WIB

Huawei Tetap Diterima di Banyak Negara

Keputusan Amerika Serikat (AS) yang memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam ternyata tidak menyurutkan sejumlah negara untuk menggandeng perusahaan asal China itu.