Kamis, 19 September 2019 | Jakarta, Indonesia

Perang Dagang Masih Berlanjut

Edy Purnomo

Jumat, 10 Mei 2019 - 08:36 WIB

Perang dagang AS-Cina masih berlanjut. Ilustrasi oleh AReview Design
Perang dagang AS-Cina masih berlanjut. Ilustrasi oleh AReview Design
A A A

Majalahreviewweekly.com - Pemulihan ekonomi dunia tampaknya masih menghadapi persoalan. Perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang digadang-gadang mereda justru kembali memanas. 

Setelah beberapa bulan relatif tenang, perang dagang AS-China tiba-tiba menjadi pusat perhatian. Presiden AS Donald Trump tiba-tiba mengumumkan akan menaikkan tarif dari 10% menjadi 25%. Langkah itu akan dilakukan jika tidak ada kesepakatan tercapai sebelumnya.

AS akan menerapkan tarif dua kali lipat lebih besar untuk produk impor China senilai USD200 miliar mulai Jumat (10/5/2019). Bahkan, Trump mengancam  akan menerapkan tarif untuk beberapa produk impor baru lainnya.

Sikap Donal Trump itu jelas memunculkan kekhawatiran bagi pelaku bisnis maupun para pengambil kebijakan. Keputusan AS itu akan menyebarkan ketidakpastian di kalangan investor. Dampaknya, pasar keuangan global berjatuhan dalam beberapa hari terakhir.

Pengumuman Trump itu mendapat respons dari Pemerintah China. Kementerian Perdagangan China juga akan mengambil langkah penanggulangan yang diperlukan.

Pasar melihat tindakan terbaru Trump itu membingungkan.telah ambigu. Beberapa pihak menganggap ultimatum Trump itu hanyalah taktik negosiasi untuk mendorong tercapainya kesepakatan. Di sisi lain, sikap Trump itu  mengisyaratkan adanya skenario yang lebih buruk untuk mencapai penyelesaian perang dagang. 

Kita perlu melihat perang dagang antara AS dan China yang muncul sejak 2017 memberikan kesadaran baru. Kita perlu membuka mata bahwa sistem perdagangan internasional selama ini berjalan tidak seimbang. Negara-negara yang memiliki dukungan sumber daya kuat seperti China bisa menguasai perdagangan dunia. Sebaliknya, negara-negara lain harua berjibaku untuk mendapatkan keadilan.

Sebagai negara adidaya, AS tampaknya  menyadari bahwa persaingan strategis selalu ada.  Kita belum bisa memastikan model kesepakatan yang bakal dicapai antara AS dan China. Para pelaku pasar perlu mewaspadai setiap hasilnya. Apakah kesepakatan itu mampu mencipta perdagangan yang adil atau justru merugikan negara-negara di luar China dan  AS.

Melihat rekam jejak Donald Trump selama ini, tampaknya Pemerintah AS tidak akan mudah tunduk terhadap hegemoni produk China di negeri Paman Sam, bahkan di negara-negara lain. AS jelas menginginkan tetap bisa merajai dunia, baik politik maupun ekonomi.

Hal itu terlihat dari sikap Donald Trump yang tiba-tiba mengumumkan akan menaikkan tarif dua kali lipat atas produk China. Keputusan itu menjadi isyarat bahwa AS ingin menang secara  komprehensif. Sebelumnya, AS nyaris tidak punya peluang untuk memenangi pertarungan dengan China.

Di sisi lain, China boleh jadi akan sedikit melunak terhadap tawaran AS. Namun, Negara Tirai Bambu itu rasanya sulit untuk menerima begitu saja persyaratan AS. China kemungkinan tidak akan mau mengikuti model ekonomi  berbasis pasar bebas seperti diterapkan negara-negara sekutu AS.

China tetap akan mempertahankan sistem ekonomi pasar sosialis, yaitu sistem ekonomi dan model ini didasarkan pada dominasi kepemilikan publik dan perusahaan milik negara. China menerapkan sistem ekonomi pasar sosialis sejak 1992 sebagai hasil reformasi ekonomi. Reformasi ekonomi China dimulai sejak 1978 ketika negeri itu mulai berintegrasi dengan ekonomi pasar global. 

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…