Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

Industri TPT Tumbuh 18,98%

Edy Purnomo

Senin, 13 Mei 2019 - 08:04 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Sumber: AReview Design
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Sumber: AReview Design
A A A

Majalahreviewweekly.com - Sepanjang triwulan I 2019, industri tekstil dan pakaian jadi bertumbuh  18,98%. Pertumbuhan itu lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 7,46% dan selama 2018 sebesar 8,73%.

Kenaikan produksi industri besar dan sedang (IBS sepanjang triwulan I 2019 ditopang oleh produksi sektor industri pakaian jadi yang meningkat 29,19%. Peningkatan produksi itu karena melimpahnya order, terutama dari pasar ekspor.

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu sektor andalan karena memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional. "Industri TPT sebagai sektor yang tergolong padat karya dan berorientasi ekspor,” kata Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian, Muhdori di Jakarta, Minggu (12/5/2019).

Menurut Muhdori, tinngginya pertumbuhan industri TPT, terutama disebabkan adanya investasi yang cukup besar di sektor hulu khususnya produsen rayon.

Hal itu terlihat dari beroperasinya PT Asia Pacific Rayon (APR) di Riau pada akhir 2018, dengan investasi Rp11 triliun. Pabrik ini menambah kapasitas produksi sebesar 240 ribu ton per tahun, yang setengahnya diorientasikan untuk keperluan pasar ekspor.

Peningkatan kapasitas itu yang menyebabkan peningkatan dari sisi ekspor. Pasokan dari hulu yang meningkat juga mendorong kinerja ke industri hilir dan antara sehingga secara komulatif industrinya semakin bergairah. "Ini ditandai dengan ekspor TPT yang naik 1,1 persen pada triwulan I tahun ini,” papar Muhdori.

Kebijakan pengendalian terhadap impor sejak Februari 2017 juga berdampak positif terhadap penurunan impor yang mencapai 2,1% pada triwulan I-2019. “Penurunan impor juga berdampak pada surplus neraca perdagangan yang ikut naik,” imbuh Muhdori.

Peningkatan produktivitas industri TPT juga ditunjang melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang dilakukan oleh Kemenperin. Program ini menciptakan SDM industri yang kompeten dan produktif. Bahkan, didorong pula adanya momentum pemilihan umum beberapa waktu lalu, yang sebagian pelaku industri TPT memproduksi atribut untuk kampanye.

Konsumsi TPT juga diyakini akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perubahan gaya hidup. "Pelaku industri TPT nasional harus bekerja keras meningkatkan produktivitas, kualitas dan efisiensi melalui penerapan teknologi yang lebih modern sesuai dengan era digital,” tutur Muhdori.

Sebelumnya, Menperin Airlangga Hartarto mengemukakan, kemampuan industri TPT semakin kompetitif, baik di pasar domestik maupun global. Ini terlihat pada laju pertumbuhan industri TPT sepanjang 2018 yang tercatat  8,73% atau mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,17%.

Pada 2018, industri TPT menjadi penghasil devisa yang cukup signifikan dengan nilai ekspor mencapai USD13,22 miliar atau naik 5,55% dibanding tahun lalu. Selain itu, industri TPT telah menyerap tenaga kerja sebanyak 3,6 juta orang. "Ini yang menjadikan industri TPT sebagai sektor padat karya dan berorientasi ekspor,” papar Airlangga.

COMMENTS

OTHER NEWS

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.

Global 17/05/2019 08:42 WIB

Harga Rumah Global Telah Pulih

Sejak krisis keuangan global 2008, harga rumah di seluruh dunia telah pulih.

Periscope 17/05/2019 08:30 WIB

Jangan Panik

Investor tak menduga imbas perang dagang AS-China separah ini.

Money 16/05/2019 18:36 WIB

Di Pasar Api Masih Menyala

Pelemahan nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan berlanjut. Pelaku pasar menunggu hasil pertemuan AS - China Jum’at besok.

Business 16/05/2019 15:45 WIB

BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi 5-5,4%

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 berada di bawah titik tengah kisaran 5-5,4%.

Business 16/05/2019 15:04 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.