Sabtu, 21 Oktober 2017

Ambisi Jadi Jawara

Riset

Ambisi Jadi Jawara

Oleh: Sri Wulandari - Senin 26 September 2016 | 12:29 WIB

Terpilih sebagai CEO Carmudi, mantan bankir ini punya ambisi memajukan situs jual beli kendaraan secara online ini.

Jual beli mobil bekas kembali booming. Potensi pasarnya yang luar biasa, membuat banyak pemain berebut pasar. Di antara sekian banyak pemain itu, nama carmudi.co.id, situs online khusus jual beli mobil ini menjadi perbincangan. Carmudi.co.id merupakan situs jual beli kendaraan, baik motor maupun mobil, bekas maupun baru, secara online yang telah beroperasi di Indonesia, Filipina, Vietnam, Myanmar, Bangladesh, Srilanka, Pakistan, dan Meksiko. 
Di Indonesia, carmudi.co.id hadir sejak 2014. Keberadaannya lumayan besar bila dibandingkan dengan negara lain. Hal ini dilihat dari segi jumlah pegawai, konsentrasi pangsa pasar dan juga menjadi fokus utama untuk mengembangkan pasar potensial lainnya untuk carmudi.co.id.  
“Kami hadir untuk memudahkan proses jual beli kendaraan di masyarakat. Keistimewaan kami adalah kami fokus pada penjualan kendaraan berkualitas secara online baik baru maupun bekas. Kami memiliki standar quality control tersendiri khususnya pada penjual. Kami memastikan bahwa tidak ada penipuan dalam proses setiap penjualan kendaraan di Carmudi,” kata Subir Lohani, CEO Carmudi.
Subir sendiri ketika ditunjukan sebagai CEO, mengaku merasa tertantang. Awalnya, dia bekerja sebagai bankir mengikuti jejak orangtuanya yang berasal dari Nepal. 
Lahir di Thailand, dan besar di Fiilipina, setamat sekolah di Singapura dan kuliah dengan jurusan Computer Science lalu memilih Economic and Maths di Amerika Serikat, selama 7 tahun dia mengabdi sebagai bankir. Yakni, pernah menjabat sebagai Management Associate DBS Bank Singapore Assistant Vice President Barclays Capital, dan Director White Rhino Strategic Capital.

Lalu dia mendapatkan penawaran dari Carmudi untuk mencoba hal baru dengan memimpin Carmudi Filipina. “Online merupakan industri yang dinamis, menarik tapi juga sulit,” katanya.  
Tapi, dia optimis bisa menaklukan industri online, mengingat dia memiliki kemampuan menganalisa dari dunia banking  yang menjadi bekal untuk memasuki dunia online bisnis.
Keberhasilannya memimpin Carmudi Fiilipina, yang membuat dia akhirnya bermutasi memimpin Carmudi Indonesia.  Aku Subir,  Indonesia merupakan pasar yang menjanjikan.
Dia pun memprediksi, ke depan orang Indonesia akan membeli kendaraan secara online sepenuhnya sebagaimana yang sudah banyak orang lakukan di Amerika saat ini. Saat ini, Carmudi lebih banyak berpartner dengan dealer dibanding perseorang, jumlah dealer yang bekerjasama dengan kami saat ini sekitar 3.500 dealer. 

DAPAT DANA BESAR

Sebagai CEO di Carmudi Indonesia, sedikit banyak Subir telah mengetahui seluk beluk peta persaingan bisnis situs jual beli kendaran online di Indonesia.  Banyak situs online yang sudah menancapkan kukunya di bisnis ini. Meski begitu Subir tetap optimis Carmudi bisa sejajar dengan pesaingnya. Musababnya ia mengatakan Carmudi berusaha menawarkan sesuatu yang berbeda dari para pesaingnya.
Secara terus terang Subir mengakui betapa dia menyukai alam Indonesia dan kerap melakukan perjalanan wisata ke kota-kota di seluruh Indonesia. “Saya menikmati dan kagum dengan keberagaman budaya yang ada di tiap daerah,” terangnya.  “Saya tidak terlalu merasa kesulitan untuk beradaptasi di Indonesia, saya tinggal cukup lama di Filipina dan tidak jauh berbeda dengan Indonesia.” 
Untuk mengembangkan Carmudi, Subir memiliki strategi yang berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu, Carmudi fokus pada online marketing dan di tahun ini menjadi lebih agresif di market dengan melakukan kombinasi strategi online dan offline marketing untuk mencakup market yang lebih besar. 
Target Subir, agar Carmudi secara lebih luas dapat melayani hingga mencakupi seluruh area Nusantara. Salah satu caranya adalah dengan menyelenggarakan bursa mobil bekas di daerah-daerah secara terpadu di area tersebut demi memudahkan para pembeli mobil untuk hanya datang ke satu tempat dan menemukan mobil impiannya. Dilihat dari sisi dealer, bursa mobil bekas Carmudi (Carsentro) juga cukup menguntungkan.  
“Carmudi dalam program Carsentro menyediakan offline dan online strategi marketing terpadu dan terintegrasi seperti halnya kami menyediakan bentuk-bentuk promosi seperti billboard, iklan dan tempat bursanya sendiri,” katanya.
Subir merasa optimis. Apalagi, Carmudi memiliki beberapa investor, baik itu dari institusi investor maupun personal. Di antaranya adalah Ooredoo, Rocket Internet dan Tengelmann Ventures serta beberapa global startup investor lainnya. 
“Tahun lalu kami mendapatkan sekitar US$ 25 juta dan dinaikan hingga US$ 35 juta untuk Carmudi secara keseluruhan, namun karena Carmudi Indonesia merupakan pasar terbesar maka sebagian besar dana diberikan kepada kami,” ujar Subir.

Komentar

Artikel Lainnya
Senin 05 Desember 2016 | 21:03 WIB
Lagi-lagi Ancaman Minyak

Demi mengamankan anggaran, Indonesia rela keluar dari keanggotaan OPEC. Tapi itu bukan berarti APBN 2017 sudah bebas dari…

Senin 22 Agustus 2016 | 23:32 WIB
Manisnya Bisnis Narkoba

Kepala PPATK Agus Santoso mengatakan lembaganya menemukan aliran dana mencurigakan terkait dengan jaringan narkoba Freddy…

Senin 22 Agustus 2016 | 00:35 WIB
Merger (Untuk Sementara) Batal

Lupakan soal merger. Saham Kimia Farma dan Indofarma sama-sama menawan.

Senin 27 Juni 2016 | 21:10 WIB
Laris Manis Pakaian Bekas

Masyarakat menyerbu pasar pakaian bekas impor menjelang Idul Fitri. Padahal, ada larangan mengimpor barang ini.

Senin 21 Nopember 2016 | 21:54 WIB
Indonesia Banjir, Ekonomi Belepotan

Setiap tahun rata-rata Rp 30 triliun hilang terbawa banjir atau longgsor. Pemerintah tetap saja gagap bila musim hujan datang.