Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

Industri Petrokimia Besar Siap Masuk Gresik

Edy Purnomo

Rabu, 15 Mei 2019 - 08:15 WIB

industri petrokimia
industri petrokimia
A A A

Majalahreviewweekly.com - Salah satu industri petrokimia skala besar siap berinvestasi di Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur.

“Kami mendapat konfirmasi dari beberapa industri, termasuk kawasan industri di Jawa Timur, akan ada investor besar masuk di sektor industri petrokimia,” ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (14/5/2019).
Airlangga tidak menyebutkan nama perusahaan dan nilai investasinya. Dia hanya menyatakan industri terokimia tersebut saat ini sedang dalam tahap pembebasan lahan. Rencana beroperasinya pada 2022.

“Kalau sudah pembebasan lahan, artinya kan sudah serius. Biasanya konstruksi untuk pembangunan paling lama 2-3 tahun,” imbuh Airlangga.

Industri petrokimia berperan penting dalam menunjang kebutuhan produksi di sejumlah manufaktur hilir. Produk yang dihasilkan oleh industri petrokimia, antara lain digunakan sebagai bahan baku di industri plastik, tekstil, cat, kosmetik dan farmasi.

Kemenperin akan menguatkan sektor induk (mother of industry). Langkah itu bertujuan agar rantai pasok dan struktur manufaktur di dalam negeri lebih dalam sehingga bisa berdaya saing di kancah global. 

Keberlanjutan dalam pembangunan industri petrokimia sangat penting bagi aktivitas ekonomi atau membawa multiplier effect. "Apalagi, industri kimia masuk dalam sektor pionir dalam Making Indonesia 4.0,” tutur Airlangga.

Kemenperin mencatat, industri petrokimia turut memberikan kontribusi cukup signifikan bagi perekonomian nasional. Pada 2018, investasi di sektor industri kimia dan farmasi mencapai Rp39,31 triliun. Selain itu, kelompok industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia menorehkan nilai ekspor sebesar USD13,93 miliar.

Menperin optimistis investasi dan ekspansi di sektor industri manufaktur akan semakin menggeliat seusai perhelatan pemilihan umum dan pemilihan presiden, beberapa waktu lalu. Ini sekaligus membuktikan bahwa iklim ekonomi, politik dan keamanan di Indonesia masih kondusif, yang akan meningkatkan rasa kepercayaan para investor dalam berusaha.

Pada triwulan I-2019, sektor manufaktur yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah industri tekstil dan pakaian jadi sebesar 18,98%. Disusul industri pengolahan tembakau yang tumbuh hingga 16,10%, kemudian industri furnitur tumbuh 12,89% serta industri kimia, farmasi dan obat tradisional yang tumbuh 11,53%.

Kinerja positif juga diikuti oleh industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman yang mengalami pertumbuhan 9,22%, industri logam dasar tumbuh 8,59%, serta industri makanan dan minuman tumbuh 6,77%9 Sektor-sektor manufaktur ini yang mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional di triwulan I-2019 sebesar 5,07%.

COMMENTS

OTHER NEWS

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.

Global 17/05/2019 08:42 WIB

Harga Rumah Global Telah Pulih

Sejak krisis keuangan global 2008, harga rumah di seluruh dunia telah pulih.

Periscope 17/05/2019 08:30 WIB

Jangan Panik

Investor tak menduga imbas perang dagang AS-China separah ini.

Money 16/05/2019 18:36 WIB

Di Pasar Api Masih Menyala

Pelemahan nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan berlanjut. Pelaku pasar menunggu hasil pertemuan AS - China Jum’at besok.

Business 16/05/2019 15:45 WIB

BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi 5-5,4%

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 berada di bawah titik tengah kisaran 5-5,4%.

Business 16/05/2019 15:04 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.