Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

Defisit Neraca Perdagangan Capai USD2,5 Miliar

Ria Martati

Rabu, 15 Mei 2019 - 13:05 WIB

pelabuhan tanjung priok (dok)
pelabuhan tanjung priok (dok)
A A A

Majalahreviewweekly.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai neraca perdagangan Indonesia April 2019 mengalami defisit US$2,50 miliar yang disebabkan oleh defisit sektor migas dan nonmigas masing-masing sebesar US$1,49 miliar dan US$1,01 miliar.

"Dari sisi ekspor, nilai ekspor Indonesia April 2019 mencapai US$12,60 miliar atau menurun 10,80 persen dibanding ekspor Maret 2019. Demikian juga jika dibanding April 2018 menurun 13,10 persen," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam siaran pers, Rabu (15/5).

BPS mencatat ekspor nonmigas April 2019 mencapai US$11,86 miliar, turun 8,68 persen dibanding Maret 2019. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas April 2018, turun 10,98 persen.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–April 2019 mencapai US$53,20 miliar atau menurun 9,39 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$48,98 miliar atau menurun 8,54 persen.

Penurunan terbesar ekspor nonmigas April 2019 terhadap Maret 2019 terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$339,2 juta (54,28 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada karet dan barang dari karet sebesar US$72,4 juta (15,10 persen).

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– April 2019 turun 7,83 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 12,26 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun 3,29 persen.

Ekspor nonmigas April 2019 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,04 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,38 miliar dan Jepang US$1,05 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,65 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,16 miliar.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–April 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$9,69 miliar (18,22 persen), diikuti Jawa Timur US$6,14 miliar (11,53 persen) dan Kalimantan Timur US$5,55 miliar (10,43 persen).

Sementara di sisi impor, nilai impor Indonesia April 2019 mencapai US$15,10 miliar atau naik 12,25 persen dibanding Maret 2019, namun bila dibandingkan April 2018 turun 6,58 persen.

Impor nonmigas April 2019 mencapai US$12,86 miliar atau naik 7,82 persen dibanding Maret 2019, namun turun 7,02 persen jika dibanding April 2018.

Impor migas April 2019 mencapai US$2,24 miliar atau naik 46,99 persen dibanding Maret 2019, namun turun 3,99 persen dibandingkan April 2018.

Peningkatan impor nonmigas terbesar April 2019 dibanding Maret 2019 adalah golongan mesin dan peralatan listrik sebesar US$204,2 juta (14,12 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan serealia sebesar US$98,7 juta (25,15 persen).

Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–April 2019 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$14,37 miliar (29,47 persen), Jepang US$5,32 miliar (10,92 persen), dan Thailand US$3,21 miliar (6,59 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 18,88 persen, sementara dari Uni Eropa 8,29 persen.

Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari–April 2019 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 11,87 persen, 7,08 persen, dan 5,39 persen.

COMMENTS

OTHER NEWS

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.

Global 17/05/2019 08:42 WIB

Harga Rumah Global Telah Pulih

Sejak krisis keuangan global 2008, harga rumah di seluruh dunia telah pulih.

Periscope 17/05/2019 08:30 WIB

Jangan Panik

Investor tak menduga imbas perang dagang AS-China separah ini.

Money 16/05/2019 18:36 WIB

Di Pasar Api Masih Menyala

Pelemahan nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan berlanjut. Pelaku pasar menunggu hasil pertemuan AS - China Jum’at besok.

Business 16/05/2019 15:45 WIB

BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi 5-5,4%

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 berada di bawah titik tengah kisaran 5-5,4%.

Business 16/05/2019 15:04 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.