Selasa, 23 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Defisit Neraca Perdagangan Capai USD2,5 Miliar

Ria Martati

Rabu, 15 Mei 2019 - 13:05 WIB

pelabuhan tanjung priok (dok)
pelabuhan tanjung priok (dok)
A A A

Majalahreviewweekly.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai neraca perdagangan Indonesia April 2019 mengalami defisit US$2,50 miliar yang disebabkan oleh defisit sektor migas dan nonmigas masing-masing sebesar US$1,49 miliar dan US$1,01 miliar.

"Dari sisi ekspor, nilai ekspor Indonesia April 2019 mencapai US$12,60 miliar atau menurun 10,80 persen dibanding ekspor Maret 2019. Demikian juga jika dibanding April 2018 menurun 13,10 persen," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam siaran pers, Rabu (15/5).

BPS mencatat ekspor nonmigas April 2019 mencapai US$11,86 miliar, turun 8,68 persen dibanding Maret 2019. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas April 2018, turun 10,98 persen.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–April 2019 mencapai US$53,20 miliar atau menurun 9,39 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$48,98 miliar atau menurun 8,54 persen.

Penurunan terbesar ekspor nonmigas April 2019 terhadap Maret 2019 terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$339,2 juta (54,28 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada karet dan barang dari karet sebesar US$72,4 juta (15,10 persen).

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– April 2019 turun 7,83 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 12,26 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun 3,29 persen.

Ekspor nonmigas April 2019 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,04 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,38 miliar dan Jepang US$1,05 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,65 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,16 miliar.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–April 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$9,69 miliar (18,22 persen), diikuti Jawa Timur US$6,14 miliar (11,53 persen) dan Kalimantan Timur US$5,55 miliar (10,43 persen).

Sementara di sisi impor, nilai impor Indonesia April 2019 mencapai US$15,10 miliar atau naik 12,25 persen dibanding Maret 2019, namun bila dibandingkan April 2018 turun 6,58 persen.

Impor nonmigas April 2019 mencapai US$12,86 miliar atau naik 7,82 persen dibanding Maret 2019, namun turun 7,02 persen jika dibanding April 2018.

Impor migas April 2019 mencapai US$2,24 miliar atau naik 46,99 persen dibanding Maret 2019, namun turun 3,99 persen dibandingkan April 2018.

Peningkatan impor nonmigas terbesar April 2019 dibanding Maret 2019 adalah golongan mesin dan peralatan listrik sebesar US$204,2 juta (14,12 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan serealia sebesar US$98,7 juta (25,15 persen).

Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–April 2019 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$14,37 miliar (29,47 persen), Jepang US$5,32 miliar (10,92 persen), dan Thailand US$3,21 miliar (6,59 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 18,88 persen, sementara dari Uni Eropa 8,29 persen.

Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari–April 2019 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 11,87 persen, 7,08 persen, dan 5,39 persen.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 20 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 23 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 24 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 22/07/2019 08:18 WIB

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening. 

Business 20/07/2019 10:03 WIB

Compal Group Siap Investasi di Indonesia

Compal Group siap menggelontorkan dananya di Indonesia. Produsen elektronik yang akan masuk ke Indonesia itu  adalah salah satu produsen produk Apple seperti iPad dan iWatch.

Business 20/07/2019 09:27 WIB

Indonesia-China Bahas Hambatan Perdagangan

Indonesia dan China membahas hambatan perdagangan kedua negara. Pemerintah Indonesia mengharapkan China agar memberi kemudahan atas ekspor sarang burung walet, buah-buahan tropis seperti nanas, buah…

Money 19/07/2019 19:42 WIB

Ditopang Isu Penurunan Bunga The Fed

Rupiah dan indeks menguat setelah Presiden The Fed New York menyatakan bank sentral AS akan mengkas bunganya 25 bps. Penguatan ini akan berlanjut pekan depan.