Jumat, 22 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Bursa Saham Berupaya Bangkit

Edy Purnomo

Kamis, 16 Mei 2019 - 10:30 WIB

Bei IDX
Bei IDX
A A A

Majalahreviewweekly.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali tertekan. Pada pembukaan perdagangan Kamis (16/5/2019), IHSG berada di zona merah di kisaran 5.970. Selanjutnya, indeks berusaha bangkit untuk kembali di atas 6.000.

Beberapa saham perbankan seperti BBRI dan BBCA terlihat menjadi motor penggerak kebangkitan IHSG setelah terjerembab ke posisi 5.980 pada penutupan perdagangan Rabu (15/5/2019). Pelemahan IHSG itu menjadi anomali   di tengah kebangkitan bursa Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.

Pada perdagangan Rabu (15/5/2019, investor tampaknya termakan kondisi defisit neraca perdagangan Indonesia  yang melebar. Pada April 2019, Badan Pusat Statistik (BPS)  mencatat defisit perdagangan Indonesia mencapai USD 2,59 miliar. Defisit itu lebih besar dibandingkan periode yang sama 2018 sebesar USD1,66 miliar. Ekspor April 2019 tercatat USD12,6 miliar, menurun 10,80% dari realisasi bulan sebelumnya. Besaran defisit perdagangan itu berada di bawah ekspektasi pasar. 

Selain faktor domestik, para investor semakin waspada melihat perkembangan ekonomi dunia. Terlebih lagi, data-data ekonomi China menunjukkan perlambatan. 

Pada April 2019, penjualan ritel China hanya bertumbuh sebesar 7,2% (year on year/yoy), jauh di bawah pertumbuhan periode yang sama 2018 sebesar 8,7% yoy. Pertumbuhan belanja konsumen di Negeri Tirai Bambu itu juga cenderung lesu, terutama untuk kelompok produk kosmetik, personal care, perkakas rumah tangga, furniture, dan produk telekomunikasi. 

Perlambatan bukan hanya terjadi di sektor perdagangan ritel. Keluaran (output) industri China  pada April lalu hanya bertumbuh 5,4% (yoy), jauh di bawah periode yang sama tahun lalu sebesar 8,5% yoy. Perlambatan itu terutama terjadi pada sektor manufaktur dan pertambangan. Meski begitu, selama Januari-April 2019,  China masih mampu mendorong pertumbuhan investasi aset ke kisaran 6,1% yoy.

Sementara itu, danareksaonline.com menunjukkan, bursa AS kembali menghijau pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,45%) dan S&P 500 (+0,58%) masing-masing bergerak kelevel 25.648,02 dan 2.850,96. 

Menjelang tenggat keputusan tentang tarif impor otomotif dari Ekonomi Eropa, muncul laporan yang menyatakan bahwa pemerintahan Trump menunda pengenaan tarif impor produk otomotif hingga enam bulan mendatang.

Di tengah ketegangan dagang yang meningkat dengan China, kebijakan tarif ini dengan EU disambut positif kalangan investor. Pergerakan harga saham-saham pabrikan otomotif beranjak positif.

Dari sisi ekonomi AS, penjualan ritel April turun 0,2% month on month  (+3,1% yoy), menyusul pertumbuhan 1,7% mom (+3,8% yoy) dibulan sebelumnya. Belanja konsumen tercatat menurun pada kelompok produk kendaraan bermotor dan suku cadang, bahan bangunan, perkakas elektronik, dan sandang. 

Di sektor manufaktur, keluaran industri pada April juga turun 0,5% mom, setelah tumbuh 0,2% mom pada periode sebelumnya. Produksi produk tahan lama tercatat mengalami penurunan terbesar, terutama untuk kelompok mesin, perlengkapan listrik, kendaraan bermotor, dan suku cadang kendaraan.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) naik ke level USD 72,12 (USD 62,36) perbarel, dan harga emas turun ke level USD 1.296,90/troy ounce.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…