Kamis, 14 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Edy Purnomo

Jumat, 17 Mei 2019 - 09:45 WIB

Perekonomian Indonesia
Perekonomian Indonesia
A A A

Majalahreviewweekly.com - Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat. Sejak April 2019, Ekonomi China sudah menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Negeri Tirai Bambu itu masih berharap mampu untuk mendongkrak ekonominya, paling tidak sesuai dengan proyeksi awal. Di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat (AS),  Pemerintah China  menyiapkan stimulus untuk merangsang pertumbuhan ekonominya.

Namun, upaya Pemerintah China itu belum menampakkan hasil. Indikasinya, keluaran (output) industri dan penjualan ritel di negeri itu justru menurun signifikan pada April  lalu. Produksi pertambangan dan sektor-sektor lain di China hanya bertumbuh 5,4%, menurun tajam dari bulan sebelumnya yang mencapai 8,5%.

Tanda-tanda pelemahan juga dialami Amerika Serikat. Pada April 2019, penjualan ritel turun 0,2%. Padahal, bulan sebelumnya sempat naik 1,7%. Pada April lalu, penjualan mobil di negeri Paman Sam turun 1,1%, sedangkan penjualan di toko elektronik dan alat terpangkas 1,3%.

Tetangga Indonesia, Malaysia juga merasakan tanda-tanda kurang baik. Pada triwulan pertama 2019, ekonomi negeri Jiran itu hanya tumbuh 4,5%, turun dibandingkan pertumbuhan triwulan keempat tahun lalu sebesar 4,7%.

Ekonomi Malaysia berada di bawah tekanan pertumbuhan global yang lesu. Kondisi itu diperburuk ketegangan perdagangan yang terus-menerus di pasar global. Akibatnya, ekspor minyak bumi dan produk minyak kelapa sawit ikut tertekan.

Tekanan ekonomi global juga menghantam Indonesia. Bahkan, Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2019 menjadi di bawah 5,2%. Revisi pertumbuhan itu menyusul penurunan ekonomi global dan melemahnya pertumbuhan ekspor. Bank Indonesia mengkhawatirkan kedua hal itu bakal mempengaruhi sumber-sumber lain pertumbuhan seperti konsumsi dan investasi.

Sebelumnya, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2019 di kisaran 5,0-5,4%.
"Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 cenderung berada di bawah titik tengah 5-5,4%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Bank Indonesia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi itu setelah melihat  laju perekonomian pada triwulan  I 2019 hanya 5,07%. Realisasi itu jauh di bawah ekspetasi sebelumnya sebesar 5,2%.

Gubernur Bank Indonesia menyebutkan perekonomian tahun ini sangat terkendala oleh perlambatan ekonomi global. Terlebih lagi, laju ekspor sulit diandalkan untuk memacu signifikan pertumbuhan ekonomi.

Pada April 2019, ekspor Indonesia tercatat hanya USD12,6 miliar, turun 13,10% dibandingkan April 2018. "Ekspor Indonesia tertekan karena penurunan harga komoditas. Dengan ekspor yang tertekan, bukan tidak mungkin terjadi perlambatan pada konsumsi rumah tangga dan investasi," jelas Perry.

Awalnya, Bank Indonesia berharap belanja pada Pemilu 2019 akan mendongkrak konsumsi rumah tangga. Namun, sumbangan belanja pemilu ternyata lebih rendah.

Sebelumnya, tim ekonomi Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2019 dapat mencapai kisaran 5,22%. Angka ini sedikit di bawah asumsi yang ditetapkan pemerintah 5,3%.

"Perekonomian Indonesia akan didukung oleh beberapa faktor musiman yang dapat membantu pertumbuhan per triwulanan," kata Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Faktor musiman tersebut antara lain bergesernya musim panen dari Maret ke April, perayaan Ramadhan dan Idul Fitri, masa libur sekolah dan tahun ajaran baru serta pemberian THR serta gaji ke-13 bagi PNS. Selain itu, kinerja ekonomi ikut terbantu oleh masuknya aliran modal masuk yang akan mendorong tumbuhnya investasi serta membaiknya realisasi belanja pemerintah pada dua triwulan terakhir 2019.

Andry melihat potensi aliran masuk modal asing akan kembali tumbuh pada paruh kedua 2019. Hal itu seiring dengan meredanya ketidakpastian akibat tahun politik dan pengumuman kabinet kerja yang baru. Meski demikian, dia mengakui adanya potensi risiko, terutama kemungkinan penurunan permintaan global dan meningkatnya tensi perang dagang. Kedua hal itu dapat mengganggu kinerja perdagangan nasional.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…

Global 24/07/2019 14:13 WIB

Huawei Siap Tambah Investasi USD436 Juta

Huawei Technologies Co Ltd  berencana untuk berinvestasi tiga miliar yuan (USD 436 juta) selama lima tahun ke depan.

Business 24/07/2019 13:40 WIB

Kemenperin Jaring Pelaku Industri Ikuti Hannover Messe 2020

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai menjaring pelaku industri untuk menjadi peserta Hannover Messe 2020.