Selasa, 23 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Edy Purnomo

Jumat, 17 Mei 2019 - 09:45 WIB

Perekonomian Indonesia
Perekonomian Indonesia
A A A

Majalahreviewweekly.com - Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat. Sejak April 2019, Ekonomi China sudah menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Negeri Tirai Bambu itu masih berharap mampu untuk mendongkrak ekonominya, paling tidak sesuai dengan proyeksi awal. Di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat (AS),  Pemerintah China  menyiapkan stimulus untuk merangsang pertumbuhan ekonominya.

Namun, upaya Pemerintah China itu belum menampakkan hasil. Indikasinya, keluaran (output) industri dan penjualan ritel di negeri itu justru menurun signifikan pada April  lalu. Produksi pertambangan dan sektor-sektor lain di China hanya bertumbuh 5,4%, menurun tajam dari bulan sebelumnya yang mencapai 8,5%.

Tanda-tanda pelemahan juga dialami Amerika Serikat. Pada April 2019, penjualan ritel turun 0,2%. Padahal, bulan sebelumnya sempat naik 1,7%. Pada April lalu, penjualan mobil di negeri Paman Sam turun 1,1%, sedangkan penjualan di toko elektronik dan alat terpangkas 1,3%.

Tetangga Indonesia, Malaysia juga merasakan tanda-tanda kurang baik. Pada triwulan pertama 2019, ekonomi negeri Jiran itu hanya tumbuh 4,5%, turun dibandingkan pertumbuhan triwulan keempat tahun lalu sebesar 4,7%.

Ekonomi Malaysia berada di bawah tekanan pertumbuhan global yang lesu. Kondisi itu diperburuk ketegangan perdagangan yang terus-menerus di pasar global. Akibatnya, ekspor minyak bumi dan produk minyak kelapa sawit ikut tertekan.

Tekanan ekonomi global juga menghantam Indonesia. Bahkan, Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2019 menjadi di bawah 5,2%. Revisi pertumbuhan itu menyusul penurunan ekonomi global dan melemahnya pertumbuhan ekspor. Bank Indonesia mengkhawatirkan kedua hal itu bakal mempengaruhi sumber-sumber lain pertumbuhan seperti konsumsi dan investasi.

Sebelumnya, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2019 di kisaran 5,0-5,4%.
"Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 cenderung berada di bawah titik tengah 5-5,4%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Bank Indonesia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi itu setelah melihat  laju perekonomian pada triwulan  I 2019 hanya 5,07%. Realisasi itu jauh di bawah ekspetasi sebelumnya sebesar 5,2%.

Gubernur Bank Indonesia menyebutkan perekonomian tahun ini sangat terkendala oleh perlambatan ekonomi global. Terlebih lagi, laju ekspor sulit diandalkan untuk memacu signifikan pertumbuhan ekonomi.

Pada April 2019, ekspor Indonesia tercatat hanya USD12,6 miliar, turun 13,10% dibandingkan April 2018. "Ekspor Indonesia tertekan karena penurunan harga komoditas. Dengan ekspor yang tertekan, bukan tidak mungkin terjadi perlambatan pada konsumsi rumah tangga dan investasi," jelas Perry.

Awalnya, Bank Indonesia berharap belanja pada Pemilu 2019 akan mendongkrak konsumsi rumah tangga. Namun, sumbangan belanja pemilu ternyata lebih rendah.

Sebelumnya, tim ekonomi Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2019 dapat mencapai kisaran 5,22%. Angka ini sedikit di bawah asumsi yang ditetapkan pemerintah 5,3%.

"Perekonomian Indonesia akan didukung oleh beberapa faktor musiman yang dapat membantu pertumbuhan per triwulanan," kata Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Faktor musiman tersebut antara lain bergesernya musim panen dari Maret ke April, perayaan Ramadhan dan Idul Fitri, masa libur sekolah dan tahun ajaran baru serta pemberian THR serta gaji ke-13 bagi PNS. Selain itu, kinerja ekonomi ikut terbantu oleh masuknya aliran modal masuk yang akan mendorong tumbuhnya investasi serta membaiknya realisasi belanja pemerintah pada dua triwulan terakhir 2019.

Andry melihat potensi aliran masuk modal asing akan kembali tumbuh pada paruh kedua 2019. Hal itu seiring dengan meredanya ketidakpastian akibat tahun politik dan pengumuman kabinet kerja yang baru. Meski demikian, dia mengakui adanya potensi risiko, terutama kemungkinan penurunan permintaan global dan meningkatnya tensi perang dagang. Kedua hal itu dapat mengganggu kinerja perdagangan nasional.

COMMENTS

OTHER NEWS

Global 20 menit yang lalu

Langgar Data Penduduk, Equifax Didenda USD700 Juta

Di Amerika Serikat, lembaga kredit Equifax harus membayar sedikitnya USD650 juta hingga USD700 juta karena mengekspose data kependudukan dari 148 juta orang.

Business 19 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 20 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 23 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 24 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 22/07/2019 08:18 WIB

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening. 

Business 20/07/2019 10:03 WIB

Compal Group Siap Investasi di Indonesia

Compal Group siap menggelontorkan dananya di Indonesia. Produsen elektronik yang akan masuk ke Indonesia itu  adalah salah satu produsen produk Apple seperti iPad dan iWatch.