Selasa, 23 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Ria Martati

Jumat, 17 Mei 2019 - 10:15 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ilustrasi oleh: AGolf Design
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ilustrasi oleh: AGolf Design
A A A

Majalahreviewweekly.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kinerja APBN hingga akhir April 2019 masih cukup aman. Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian pada kuartal I tahun 2019 sebesar 5,07 persen.

Kinerja ini memberikan sinyal positif terhadap perkembangan ekonomi nasional kedepan, namun berbagai risiko dan tantangan tetap harus diwaspadai. Demikian disampaikan pada publikasi APBN Kita edisi Mei 2019.

“Perlambatan perekonomian dunia di tahun 2019 yang dipengaruhi berbagai isu global, seperti trade war AS-Tiongkok dan pelemahan harga komoditas dunia, turut mempengaruhi kinerja ekspor maupun impor Indonesia di awal tahun 2019 ini,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam siaran pers, ditulis Jumat (17/5).

Sri Mulyani mengatakan terjaganya stabilitas perekonomian dalam negeri yang ditandai dengan rendahnya inflasi, mampu menjaga momentum perbaikan kinerja perekonomian. Capaian pertumbuhan pada kuartal I tahun 2019 lebih didorong oleh peningkatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga serta lembaga non profit yang melayani rumah tangga (LNPRT), dan konsumsi pemerintah yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2018. Strategi pemerintah menerapkan kebijakan countercyclical didukung dalam kinerja positif APBN di sisi pendapatan, belanja, maupun pembiayaan.

Dari sisi fiskal, hingga akhir April 2019 realisasi pendapatan negara dan hibah telah mencapai Rp530,74 triliun atau 24,51 persen terhadap target APBN 2019. Capaian tersebut tercatat masih tumbuh positif sebesar 0,50 persen (yoy), didorong oleh penerimaan perpajakan yang tumbuh positif sebesar 4,72 persen (yoy). Di sisi lain, melemahnya harga komoditas membawa pengaruh terhadap pertumbuhan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Penerimaan perpajakan yang tumbuh positif ditopang oleh pertumbuhan PPh yang masih positif baik pada migas sebesar 5,2 persen (yoy) maupun non migas sebesar 4,1 persen (yoy) serta pada bea masuk sebesar 0,7 persen (yoy) dan cukai sebesar 82,3 persen (yoy). Sementara itu di sisi PPN, meskipun secara netto mengalami pertumbuhan negatif, secara bruto tetap tumbuh positif sebesar 3,2 persen (yoy), walaupun tidak sebesar pertumbuhan PPh.

Hal ini dipengaruhi oleh penurunan impor, namun masih ditopang oleh tumbuhnya konsumsi di dalam negeri. Adapun sektor yang menyumbangkan pertumbuhan penerimaan perpajakan adalah jasa keuangan serta transportasi dan pergudangan yang tidak begitu dipengaruhi oleh transaksi ekspor maupun impor yang sedang mengalami pelemahan.                                                                                                         
Di sisi belanja, melalui perbaikan pola belanja untuk menstimulasi perekonomian yang optimal, sampai dengan akhir April 2019 telah terealisasi belanja negara yang mencapai Rp631,78 triliun (25,7 persen dari pagu APBN 2019) atau tumbuh 8,4 persen (yoy). Pertumbuhan belanja yang positif tersebut didukung oleh pertumbuhan belanja bantuan sosial sebesar 75 persen (yoy) yang diharapkan meningkatkan daya beli masyarakat, sebagai bagian dari strategi countercyclical yang diambil Pemerintah untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. Selain itu, strategi tersebut juga didukung oleh realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang hingga akhir April 2019 tumbuh 3,9 persen (yoy).

Berdasarkan realisasi pendapatan dan belanja tersebut, realisasi defisit APBN hingga akhir April 2019 mencapai Rp101,04 triliun atau sekitar 0,63 persen terhadap PDB, dimana  keseimbangan primer berada pada posisi negatif Rp18,44 triliun. Untuk menutupi defisit tersebut, realisasi pembiayaan yang telah dilakukan Pemerintah, khususnya yang bersumber dari pembiayaan utang sebesar Rp144,98 triliun. Hingga akhir April 2019, jumlah outstanding utang Pemerintah mengalami penurunan Rp38,86 triliun dibandingkan akhir bulan Maret 2019, sehingga berada pada rasio 29,65 persen terhadap PDB.

Menteri Keuangan mengatakan Pemerintah konsisten melakukan pengelolaan keuangan negara secara hati-hati dan terukur untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi. Pemerintah mengambil upaya-upaya untuk meningkatkan pendapatan negara secara optimal, meningkatkan belanja negara yang semakin produktif dan efisien, serta menjaga rasio utang dalam batas aman dalam kerangka pengelolaan utang yang pruden dan akuntabel.

COMMENTS

OTHER NEWS

Global 24 menit yang lalu

Langgar Data Penduduk, Equifax Didenda USD700 Juta

Di Amerika Serikat, lembaga kredit Equifax harus membayar sedikitnya USD650 juta hingga USD700 juta karena mengekspose data kependudukan dari 148 juta orang.

Business 19 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 20 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 24 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 24 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 22/07/2019 08:18 WIB

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening. 

Business 20/07/2019 10:03 WIB

Compal Group Siap Investasi di Indonesia

Compal Group siap menggelontorkan dananya di Indonesia. Produsen elektronik yang akan masuk ke Indonesia itu  adalah salah satu produsen produk Apple seperti iPad dan iWatch.