Jumat, 22 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Bursa Saham Masih di Zona Merah

Edy Purnomo

Senin, 20 Mei 2019 - 09:30 WIB

Bei IDX
Bei IDX
A A A

Majalahreviewweekly.com - Selama perdagangan pekan lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengalami koreksi sebesar -6.16% ke posisi 5,826. Seluruh sektor mengalami  pelemahan terutama industri dasar (- 9.32) dan infrastruktur (-7.90%).

IHSG sebenarnya sempat menguat dan berupaya untuk bangkit. Namun, akhirnya justru merosot dalam. Secara year to date, IHSG sudah tergerus 5,93%. Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka memerah. Harga minyak Brent (WTI) naik ke level USD 72,91 (USD 63,35) perbarel, dan harga emas menguat ke level USD 1.277,20/troy ounce.

Hal serupa terjadi di Indonesia. IHSG juga memasuki zona merah menuju kisaran 5.770. Selain tekanan kondisi global, pasar domestik juga tertekan gejolak politik dan buruknya data-data ekonomi dalam beberapa pekan terakhir.

Perkembangan ekonomi Indonesia belakangan ini seiring dengan ketidakpastian global yang terus meningkat di tengah perang dagang antara Amerika Serikat (AS) versus China. Gejolak global turut berdampak ke pasar keuangan nasional, dimana membuat arus modal asing yang keluar cukup besar.

"Saling lempar tarif telah meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan global dan menimbulkan dampak peralihan modal," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Bank Indonesia tidak menampik bahwa ketegangan itu berdampak buruk kepada pasar keuangan Indonesia. Bahkan, selama 13-16 Mei 2019, modal asing yang keluar telah mencapai Rp11,3 triliun. Rinciannya, Dari sekitar Rp7 triliun ke luar dari pasar surat berharga negara (SBN) dan sisanya Rp 4 triliun lebih di pasar saham.

Sentimen negatif itu bersumber dari Amerika Serrikat yang memasukkan Huawei Technologies dan afiliasinya dalam daftar hitam. Sikap Pemerintah AS itu memunculkan kekhawatiran bahwa ketegangan AS dan China akan lebih tajam lagi. Akibatnya, ketidakpastian ekonomi dunia semakin tinggi.

Sementara itu, indeks saham Dow Jones (-0,38%) dan S&P 500 (-0,58%) pada Jumat lalu masing-masing bergerak ke level 25.764 dan 2.859,53. Daftar negatif atas Huawei turut menyengat kinerja pasar AS. Selain itu, laporan kemungkinan penundaan negosiasi lanjutan AS-China membuat bursa terus tertekan.

Danareksa Sekuritas mencatat, indikator CEI dan LEI terbitan The Conference Board bulan April masing-masing naik kelevel 105,7 (+0,1% mom) dan 112,1 (+0,2% mom), menyusul kenaikan bulanan di periode sebelumnya. Keduanya menginformasi kondisi ekonomi AS dan prospeknya yang tumbuh solid. Menanjaknya indeks saham, dan optimisme konsumen terhadap ekonomi mendorong kenaikan LEI.

Rilis ekonomi terbaru di kawasan Asia datang dari Jepang. GDP Jepang Q1 2019 tumbuh 0,5% qoq, lebih tinggi dari Q1 2018 (-0,1% qoq), dan Q4 2018 (+0,4% qoq), serta di atas ekspektasi pasar (-0,1% qoq). Secara tahunan, ekonomi Jepang tumbuh 2,1%, menyusul ekspansi 1,6% di kuartal sebelumnya.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…