Sabtu, 16 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Waspada, Demo Mungkin Marak Lagi

Bambang Aji Setiady

Kamis, 23 Mei 2019 - 17:25 WIB

Dolar AS dan Rupiah (Foto: Istimewa)
Dolar AS dan Rupiah (Foto: Istimewa)
A A A

Majalahreviewweekly.com - Alhamdulillah, saat-saat yang menegangkan itu akhirnya berlalu juga. Bersamaan dengan gugatan yang dilayangkan pasangan 02 ke Mahkamah Konstitusi (MK), aksi para demontran di Jakarta seperti kehabisan bensin. Memang, masih ada beberapa kelompok yang terus melangkahkan kaki di aspal jalanan sambil meneriakkan yel-yel menolak hasil pilpres. Namun, tak bisa dimungkiri, Polri dan TNI telah berhasil meredam aksi para demonstran.

Kendati masih mengandung rasa khawatir, sebagian investor sudah mulai berani kembali ke pasar. Buktinya, hari ini (Kamis, 23/5), kurs rupiah di pasar spot berhasil menguat 0,31% ke level Rp 14.480 per dolar. Padahal, Rabu kemarin, ketika para demonstran menggelar aksi di depan kantor Bawaslu dan KPU, kurs rupiah sempat melemah 0,31%.

Menguatnya nilai tukar rupiah menandakan bahwa Indonesia masih menarik bagi investor. Sehingga, kekhawatiran terjadinya capital flight, seperti yang didengung-dengunkan sebagian analis, tak menjadi kenyataan. Faktor lain yang membuat rupiah perkasa adalah terbitnya notulensi Federal Open Market Committee (FOMC). “Ada kemungkinan The Fed akan memangkas tingkat suku bunganya di akhir tahun jika tingkat inflasi masih rendah,” ujar Ahmad Mikail, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia.

Dalam memandang rupiah, Ahmad memang termasuk yang cukup optimistis. Ia memperkirakan, Jum’at besok (24/5) nilai tukar rupiah akan menguat terbatas di kisaran Rp 14.400 - Rp 14.490 per dolar. “Tapi itu pun tergantung rilis data ekonomi yang akan ke luar malam ini. Seperti data Purchasing Managers’ Index (PMI) dan klaim pengangguran AS,” ujar Ahmad.

Namun jangan senang dulu. Sebab, usai sholat Jum’at (24/5), aksi demonstrasi diperkirakan bakal kembali marak. Sementara dari eksternal, perang dagang AS - China serta harga minyak masih berpotensi menekan rupiah. Berdasarkan dugaan itulah Lukman Leong, Analis Valbury Asia Futures, melihat adanya kemungkinan besok rupiah akan kembali melemah. “Potensinya cukup besar,” ujarnya.

Lukman memperkirakan, besok rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.450 - Rp 14.500 per dolar. Dugaan serupa dikemukakan seorang analis pasar uang bank swasta. Ia mengkhawatirkan pembelian dolar masih akan berlangsung karena kelihatannya investor asing masih akan melakukan profit taking atas saham-saham yang dikepitnya. “Pasar modal dan pasar valas memang tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Kalau pun ada yang masih ditunggu-tunggu para pelaku pasar, mungkin itu berupa penjualan dolar oleh korporasi untuk membayar THR. Namun, dengan sisa tiga hari perdagangan, agaknya susah bagi rupiah untuk bangkit. Apalagi, menjelang libur panjang Idul Fitri selama tujuh hari (1 Juni - 8 Juni), para pemilik uang diduga akan melakukan pembelian dolar besar-besaran untuk mengurangi rugi kurs.

Langkah yang masuk akal, memang. Apalagi, mulai 1 Juni, China akan menaikan tarif bea masuk bagi barang-barang Amerika senilai US$ 60 miliar. Itu sebabnya, para petinggi Organisasi uuntuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pun menjadi pesimistis. Mereka begitu yakin, tahun ini ekonomi dunia hanya akan tumbuh 3,2%. Lebih rendah dari perkiraan awal mereka, yakni sebesar 3,3%.

Dan yang paling ditakutkan adalah prediksi yang menyebutkan bahwa negara-negara Asia, termasuk Indonesia, tak akan bisa menghindari dari bencana yang akan ditularkan oleh perang dagang AS - China.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…