Senin, 22 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Pemerintah Tetap Optimis Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Ria Martati

Jumat, 24 Mei 2019 - 12:30 WIB

Menko Perekonomian Darmin Nasution. Sumber: Istimewa
Menko Perekonomian Darmin Nasution. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia. Jika semula OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia 2019 sebesar 3,3%, memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina membuat mereka merevisi perkiraannya menjadi 3,2%. Meski begitu Pemerintah masih tetap optimis bisa mencapai target pertumbuhan tahun ini.

“(Pemerintah akan) semakin berusaha mempertahankan apa yang sudah kita capai. Kalau tahun ini 5,3% harapannya tahun depan 5,6%,” ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution, Kamis (23/5).

Dalam menjaga momentum tersebut, menurutnya, Indonesia perlu memanfaatkan peluang yang ada seperti menggerakkan sektor-sektor prioritas dan membuat investor tertarik untuk berinvestasi di Indonesia.

“Kita tidak ada bea masuk untuk ekspor ke Amerika Serikat, tetapi jangan lupa, Vietnam dan Thailand juga mau seperti itu. Sehingga itu berarti kemampuan masing-masing untuk mengundang investor,” imbuh Menko Darmin.

Selain itu, pemeritah pun terus menyempurnakan kebijakan untuk meningkatkan investasi seperti Online Single Submission (OSS) dan fasilitas fiskal. “Ya tinggal disempurnakan agar semakin efektif,” pungkas Menko Darmin.

Selanjutnya, upaya yang terus dilakukan ialah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi. Sebagai informasi, pendidikan vokasi akan dimulai dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan cara mereformasi secara besar– besaran kurikulum dan keterlibatan industri. Selain SMK, politeknik dan balai latihan kerja juga akan dilibatkan.

 

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 13 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 15 jam yang lalu

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening. 

Business 20/07/2019 10:03 WIB

Compal Group Siap Investasi di Indonesia

Compal Group siap menggelontorkan dananya di Indonesia. Produsen elektronik yang akan masuk ke Indonesia itu  adalah salah satu produsen produk Apple seperti iPad dan iWatch.

Business 20/07/2019 09:27 WIB

Indonesia-China Bahas Hambatan Perdagangan

Indonesia dan China membahas hambatan perdagangan kedua negara. Pemerintah Indonesia mengharapkan China agar memberi kemudahan atas ekspor sarang burung walet, buah-buahan tropis seperti nanas, buah…

Money 19/07/2019 19:42 WIB

Ditopang Isu Penurunan Bunga The Fed

Rupiah dan indeks menguat setelah Presiden The Fed New York menyatakan bank sentral AS akan mengkas bunganya 25 bps. Penguatan ini akan berlanjut pekan depan.

Business 19/07/2019 18:35 WIB

Kepatuhan Aturan ULN Meningkat

Tingkat kepatuhan korporasi terhadap pemenuhan kegiatan penerapan prinsip kehati-hatian (KPPK) terus meningkat.

Money 19/07/2019 16:04 WIB

Lampung Jadi Salah Satu Penopang Bisnis Akseleran

Tahun ini fintech P2P Akseleran menargetkan penyaluran pinjaman sebesar Rp1 triliun kepada 2.000 pinjaman dan meraih sekitar 200 ribu lender dari Aceh hingga Papua