Sabtu, 16 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Mari Bersatu

Edy Purnomo

Senin, 27 Mei 2019 - 13:12 WIB

Jokowi Vs Prabowo. Ilustrasi oleh AGolf Design
Jokowi Vs Prabowo. Ilustrasi oleh AGolf Design
A A A

Majalahreviewweekly.com - Melihat pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Senin (26/5/2019), optimisme para pelaku pasar tampaknya mulai bangkit. Setelah tergelincir di bawah 6.000, IHSG berusaha untuk membalikkan keadaan. Secara perlahan, indeks berhasil menembus posisi 6.100.

Optimisme itu tampaknya sejalan dengan kesimpulan rapat koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Hasil rapat KSSK menilai kondisi ekonomi domestik tetap terjaga dan dunia usaha dalam posisi percaya diri pascapenetapan hasil pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum.

Meski begitu, sejumlah risiko masih tetap mengintai perjalanan ekonomi Indonesia. Ke depan, Perkembangan ekonomi domestik tidak bisa dilepaskan dari situasi dunia. Ekonomi Indonesia akan banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal yang sering memberikan kejutan, seperti  meningkatnya tensi perang dagang AS-China dan ancaman perang AS-Iran.

Para ekonom dan pengambil kebijakan mengakui Perang dagang AS-China berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Di sisi lain, ancaman perang AS-Iran berpengaruh pada kenaikan harga minyak dunia.
Kita tidak bisa mengabaikan perkembangan perekonomian dan pasar keuangan global. Semua pemangku kepentingan perlu mewaspadai kemungkinan dampaknya terhadap kinerja sektor jasa keuangan domestik.

Kita berharap para pengambil kebijakan tidak terlena dengan data-data yang ada. Sebab, data-data yang tampak positif bisa berubah dalam sekejap. Sejarah telah membuktikan bahwa tekanan masalah di satu negara seringkali cepat merembet ke negara lain.

KSSK juga telah menyadari mengenai perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap pertumbuhan ekonomi, baik dari sektor konsumsi, termasuk konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor. Berbagai dinamika yang ada, baik di tingkat domestik maupun eksternal, berpotensi membawa pengaruh pada perekonomian.

Tahun ini, pemerintah menghadapi tantangan cukup berat, khususnya dalam mengelola anggaran. Tahun ini, pemerintah harus membayar utang jatuh tempo sebesar Rp 409 triliun. Di sisi lain, pemerintah juga menghadapi pembengkakan defisit transaksi berjalan. Kondisi ini juga disadari oleh Presiden Joko Widodo. Defisit transaksi berjalan menjadi salah satu persoalan besar yang belum bisa diselesaikan sampai saat ini.

Persoalan lainnya adalah kemerosotan Knerja perdagangan Indonesia. Pada April 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan  mengalami defisit sebesar USD2,5 miliar. Inilah rekor defisit terparah selama ini. Pada bulan sebelumnya, neraca dagang sempat surplus USDd40 juta. Indonesia semakin berat bila hanya mengandalkan ekspor produk pertambangan dan perkebunan. Sebab, pasar komoditas dunia belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.

Untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan, pemerintah perlu melakukan skala prioritas dan menghindari langkah-langkah populis. Pemerintah perlu mempererat hubungan dan kebersamaan dengan semua komponen bangsa.Tanpa kebersamaan, rasanya sulit bagi bangsa ini untuk bisa menghadapi berbagai tantangan yang semakin berat.

Setelah gelaran pemilihan umum, kita perlu menggelorakan semangat persatuan yang berkeadilan di semua lini. Pemerintahan baru wajib membuktikan bahwa mereka benar-benar bekerja demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemerintahan baru tidak boleh hanya mementingkan kelompok pemilihnya dan berlaku tidak adil terhadap kelompok lain.

Bangsa ini akan kuat bila benar-benar bersatu membangun Indonesia secara bersama-sama. Persatuan itu harus benar-benar berwujud nyata, bukan sekadar perang jargon dan slogan yang jauh dari kenyataan. Semua pihak harus benar-benar memaknai Pancasila dan UUD 1945 secara konsisten. 

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…