Rabu, 23 Oktober 2019 | Jakarta, Indonesia

Butuh Kemauan Politik Untuk Melawan Korupsi

Edy Purnomo

Rabu, 29 Mei 2019 - 11:32 WIB

Memerangi korupsi butuh kemauan politik. Ilustrasi oleh AReview Design
Memerangi korupsi butuh kemauan politik. Ilustrasi oleh AReview Design
A A A

Majalahreviewweekly.com - Perilaku korupsi telah merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Beban biaya yang diakibatkan sangat besar. Dengan berbagai cara, uang pembayar pajak hilang. Akibat korupsi, rakyat tak bisa menikmati pendidikan, layanan kesehatan, dan sarana publik lainnya.

Perilaku korupsi juga merusak kemampuan pemerintah untuk menumbuhkan ekonomi. Ironisnya, tidak ada negara yang kebal terhadap korupsi.

Dari pemantauan terhadap fiskal 180 negara, Dana Moneter Internasional (IMF) menemukan banyak negara yang korup hanya mampu mengumpulkan pajak lebih sedikit. Untuk menghindari pajak, banyak orang yang menyuap petugas pajak. Hal itu terjadi karena pembayar pajak percaya pemerintahnya korup.

Secara keseluruhan, penerimaan pajak di pemerintahan yang korupsinya sedikit mampu mengoleksi pajak lebih banyak dibandingkan negara dengan korupsi tinggi. Selisihnya bisa mencapai 4% dari produk domestik bruto (PDB).

Seperti dilaporkan dalam Blog IMF, negara Georgia mampu mengurangi korupsi secara signifikan. Penerimaan pajaknya meningkat lebih dari dua kali lipat atau naik 13% dari PDB antara 2003 dan 2008.

Rwanda juga berhasil untuk memerangi korupsi. Reformasi yang digaungkan sejak pertengahan 1990-an membuahkan hasil, dan pendapatan pajak meningkat sebesar 6% dari PDB  .

Biaya korupsi

Di mana ada kemauan politik, di situ ada jalan. Perang melawan korupsi membutuhkan kemauan politik untuk menciptakan lembaga fiskal yang kuat dengan semangat integritas dan akuntabilitas di seluruh sektor publik.

Berdasarkan penelitian IMF, ada beberapa pelajaran yang bisa diterapkan untuk membangun efektivitas lembaga yang bisa mencegah peluang korupsi.

Pertama, negara harus berinvestasi untuk menciptakan tingkat transparansi yang tinggi dan pengawasan eksternal yang independen. Ini memungkinkan lembaga audit dan masyarakat luas untuk memberikan pengawasan secara efektif.

Kedua, mereformasi lembaga. Peluang sukses lebih besar ketika negara merancang reformasi untuk mengatasi korupsi dari semua lini. Misalnya, reformasi administrasi perpajakan akan memiliki hasil yang lebih besar jika undang-undang perpajakan lebih sederhana dan mereka mengurangi ruang lingkup pejabat untuk keleluasaan.

Ketiga, membangun layanan sipil profesional. Perekrutan dan pembayaran yang transparan dan berbasis prestasi mengurangi peluang terjadinya korupsi. Kepala badan, kementerian, dan perusahaan publik harus mempromosikan perilaku etis dengan menetapkan nada yang jelas di atas.

Keempat, menjalin banyak kerja sama untuk memerangi korupsi. Negara juga dapat bergabung dalam upaya-upaya untuk mempersulit korupsi melintasi perbatasan.

Yang pasti, pemberantasan  korupsi merupakan tantangan yang membutuhkan ketekunan di banyak bidang. Bila berhasil, banyak keuntungan yang bakal didapat. Ini dimulai dengan kemauan politik, terus memperkuat institusi untuk mempromosikan integritas dan akuntabilitas, dan kerja sama global.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…

Global 24/07/2019 14:13 WIB

Huawei Siap Tambah Investasi USD436 Juta

Huawei Technologies Co Ltd  berencana untuk berinvestasi tiga miliar yuan (USD 436 juta) selama lima tahun ke depan.

Business 24/07/2019 13:40 WIB

Kemenperin Jaring Pelaku Industri Ikuti Hannover Messe 2020

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai menjaring pelaku industri untuk menjadi peserta Hannover Messe 2020.