Sabtu, 16 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Mudik dan Redistribusi Pendapatan

Edy Purnomo

Jumat, 31 Mei 2019 - 08:45 WIB

Dok. Review
Dok. Review
A A A

Majalahreviewweekly.com - Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran menjadi momentum untuk mendistribusikan uang ke daerah melalui tradisi mudik. Selama periode Lebaran, banyak uang yang bakal berpindah dari kota-kota besar ke daerah.

Tahun ini, Kementerian Perhubungan memperkirakan 23 juta orang yang melakukan mudik atau pulang kampung. Jumlah pemudik itu meningkat sekitar 6% dibandingkan tahun lalu sebanyak 21,6 juta.

Dengan asumsi setiap pemudik membawa uang Rp1-2 juta, maka selama musim mudik terjadi perpindahan uang sekitar Rp23 triliun hingga Rp46 triliun. Jumlah uang yang berpindah tentu lebih besar lagi bila asumsi pengeluaran pemudik lebih besar dari Rp2 juta.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar atau sekitar 70% pengeluaran pemudik dibelanjakan di daerah tujuan, sedangkan 30% dibelanjakan di daerah asal untuk persiapan mudik dan biaya perjalanan.

Untuk tahun ini, jumlah uang yang benar-benar dibelanjakan ke daerah tujuan kemungkinan lebih kecil. Hal itu akibat tingginya biaya perjalanan, baik dengan modal  udara, laut maupun darat.

Untuk menggunakan moda transportasi, para pemudik harus merogoh kantung lebih dalam. Sebab, harga tiket pesawat jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Para pengguna moda transportasi darat juga harus rela mengeluarkan biaya lebih. Tahun ini, harga tiket kereta api dan bus juga jauh di atas periode yang sama tahun sebelumnya. Para pengguna mobil pribadi pun harus mengeluarkan biaya BBM dan jalan tol.

Tingginya biaya transportasi itu menuntut para pemudik untuk lebih cermat dalam menghitung pengeluaran. Untungnya, sebagian pemudik bisa menikmati mudik gratis yang diselenggarakan kelompok perusahaan dan lembaga pemerintahan.

Dari tahun ke tahun, tingginya biaya tak pernah menyurutkan niat masyarakat Indonesia untuk mengikuti ritual mudik. Yang pasti, aktivitas mudik diyakini akan meningkatkan konsumsi masyarakat di daerah. Kegiatan mudik selalu memberikan dampak berganda, termasuk pergerakan ekonomi daerah, termasuk munculnya kegiatan ekonomi musiman seperti bidang kuliner dan jasa pariwisata.

Dari sisi ekonomi, setidaknya terdapat tiga esensi ekonomi dari tradisi mudik. Pertama, kegiatan musik akan menciptakan perputaran uang yang cepat dalam jumlah besar. Kedua, tradisi mudik mengharuskan pemerintah untuk memperbaiki dan menambah kondisi infrastruktur yang ada. Ketiga, kegiatan mudik menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, yakni melalui peningkatan konsumsi.

Meski sudah menjadi rutinitas setiap tahun, mudik tetap berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional. Paling tidak, tradisi ini akan mendongkrak konsumsi masyarakat. Tradisi ini juga menjadi momentum redistribusi pendapatan karena adanya pembagian uang dari sanak saudara.

Selama periode Lebaran tahun ini, perputaran uang dan tingkat konsumsi diperkirakan meningkat sedikitnya 10% atau sama dengan tahun sebelumnya. Meski begitu, para ekonom memprediksi dampak musim mudik terhadap pertumbuhan ekonomi akan berkurang. Kurangnya daya dorong terhadap pertumbuhan itu tidak terlepas dari semakin tingginya biaya perjalanan.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…