Senin, 22 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

G20 Janji Jaga Pertumbuhan Global

Edy Purnomo

Selasa, 11 Juni 2019 - 13:45 WIB

ilustrasi saham-sukubunga
ilustrasi saham-sukubunga
A A A

Majalahreviewweekly.com - Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara-negara Kelompok 20 (G20) berjanji akan menggunakan semua kebijakan untuk melindungi pertumbuhan global dari gangguan akibat perdagangan dan ketegangan lainnya.

Dalam Komunike bersama di Fukuoka, Jepang, akhir pekan lalu, para pemimpin keuangan G-20 mengatakan bahwa risiko dari ketegangan perdagangan dan geopolitik meningkat.

"Kami akan terus menangani risiko ini, dan siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut," kata pernyataan itu seperti dikutip China Daily, Senin (10/6/2019).

"Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menggunakan semua alat kebijakan untuk mencapai pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif, dan menjaga terhadap risiko penurunan."

G20 menyatakan, pertumbuhan global tampaknya akan stabil dan diperkirakan akan meningkat akhir tahun ini dan tahun depan.
"Ancaman utama berasal dari berlanjutnya ketegangan perdagangan," kata Christine Lagarde, direktur pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF).

IMF memperkirakan kenaikan tarif dapat mengurangi tingkat PDB global sebesar 0,5% pada 2020 atau sekitar USD 455 miliar.

"Untuk mengurangi risiko ini, saya menekankan bahwa prioritas pertama harus menyelesaikan ketegangan perdagangan saat ini - termasuk menghilangkan tarif yang ada dan menghindari yang baru - sementara kita perlu terus bekerja menuju modernisasi sistem perdagangan internasional," kata Lagarde.

Pertemuan para menteri perdagangan dan ekonomi di Tsukuba juga mendukung serangkaian rekomendasi serupa. Mereka juga mengeluarkan seruan untuk menangani ketegangan perdagangan dan membina hubungan perdagangan yang saling menguntungkan.

"Kami berusaha mewujudkan lingkungan perdagangan dan investasi yang bebas, adil, tidak diskriminatif, transparan, dapat diprediksi dan stabil, untuk menjaga pasar kami tetap terbuka," kata mereka. "Kami menyadari panggilan komunitas bisnis kami untuk G20 untuk terus mendukung sistem perdagangan multilateral."

Mereka juga sepakat  menyusun aturan umum untuk menutup celah yang digunakan oleh raksasa teknologi global seperti Facebook guna mengurangi pajak perusahaan mereka.

Facebook, Google, Amazon, dan perusahaan teknologi besar lainnya menghadapi kritik karena memotong tagihan pajaknya dengan membukukan keuntungan di negara-negara rendah pajak. Praktik seperti itu dipandang oleh banyak orang sebagai tidak adil.

Sementara itu, para menteri menegaskan kembali komitmen mereka untuk menahan diri dari devaluasi mata uang untuk mendapatkan keuntungan perdagangan yang tidak adil.

Mereka juga berjanji untuk memerangi pencucian uang dan pendanaan kelompok-kelompok teroris.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 6 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 6 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 8 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 9 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 13 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 13 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 15 jam yang lalu

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening.