Selasa, 19 November 2019 | Jakarta, Indonesia

G20 Janji Jaga Pertumbuhan Global

Edy Purnomo

Selasa, 11 Juni 2019 - 13:45 WIB

ilustrasi saham-sukubunga
ilustrasi saham-sukubunga
A A A

Majalahreviewweekly.com - Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara-negara Kelompok 20 (G20) berjanji akan menggunakan semua kebijakan untuk melindungi pertumbuhan global dari gangguan akibat perdagangan dan ketegangan lainnya.

Dalam Komunike bersama di Fukuoka, Jepang, akhir pekan lalu, para pemimpin keuangan G-20 mengatakan bahwa risiko dari ketegangan perdagangan dan geopolitik meningkat.

"Kami akan terus menangani risiko ini, dan siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut," kata pernyataan itu seperti dikutip China Daily, Senin (10/6/2019).

"Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menggunakan semua alat kebijakan untuk mencapai pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif, dan menjaga terhadap risiko penurunan."

G20 menyatakan, pertumbuhan global tampaknya akan stabil dan diperkirakan akan meningkat akhir tahun ini dan tahun depan.
"Ancaman utama berasal dari berlanjutnya ketegangan perdagangan," kata Christine Lagarde, direktur pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF).

IMF memperkirakan kenaikan tarif dapat mengurangi tingkat PDB global sebesar 0,5% pada 2020 atau sekitar USD 455 miliar.

"Untuk mengurangi risiko ini, saya menekankan bahwa prioritas pertama harus menyelesaikan ketegangan perdagangan saat ini - termasuk menghilangkan tarif yang ada dan menghindari yang baru - sementara kita perlu terus bekerja menuju modernisasi sistem perdagangan internasional," kata Lagarde.

Pertemuan para menteri perdagangan dan ekonomi di Tsukuba juga mendukung serangkaian rekomendasi serupa. Mereka juga mengeluarkan seruan untuk menangani ketegangan perdagangan dan membina hubungan perdagangan yang saling menguntungkan.

"Kami berusaha mewujudkan lingkungan perdagangan dan investasi yang bebas, adil, tidak diskriminatif, transparan, dapat diprediksi dan stabil, untuk menjaga pasar kami tetap terbuka," kata mereka. "Kami menyadari panggilan komunitas bisnis kami untuk G20 untuk terus mendukung sistem perdagangan multilateral."

Mereka juga sepakat  menyusun aturan umum untuk menutup celah yang digunakan oleh raksasa teknologi global seperti Facebook guna mengurangi pajak perusahaan mereka.

Facebook, Google, Amazon, dan perusahaan teknologi besar lainnya menghadapi kritik karena memotong tagihan pajaknya dengan membukukan keuntungan di negara-negara rendah pajak. Praktik seperti itu dipandang oleh banyak orang sebagai tidak adil.

Sementara itu, para menteri menegaskan kembali komitmen mereka untuk menahan diri dari devaluasi mata uang untuk mendapatkan keuntungan perdagangan yang tidak adil.

Mereka juga berjanji untuk memerangi pencucian uang dan pendanaan kelompok-kelompok teroris.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…