Senin, 22 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Lima Cara Kurangi Serangan Cyber

Edy Purnomo

Rabu, 12 Juni 2019 - 09:22 WIB

Ilustrasi cyber security. Sumber: Istimewa
Ilustrasi cyber security. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - Manusia kini semakin bergantung pada telepon pintar atau smartphone.  Pergeseran budaya yang berpusat pada teknologi ini memunculkan risiko serangan cyber yang jauh lebih tinggi.

Para peneliti berusaha untuk mengurangi kemungkinan serangan ini. Setidaknya, World Economic Forum melaporkan, ada lima cara untuk mengurangi risiko serangan.

Pertama, menggunakan sebuah chip komputer berteknologi tinggi yang secara proaktif mencegah serangan.
Para peneliti di University of Michigan dapat menangkal serangan cyber dengan chip komputer yang mengenkripsi dan merombak data dan coding 20 kali per detik. Jika seorang hacker membobol komputer, informasi yang mereka butuhkan untuk mengeksploitasi kerentanan lenyap dalam milidetik.

Kedua, mengkompresi aktivitas jaringan untuk memberikan analis lebih banyak informasi yang mereka butuhkan.
Penelitian menunjukkan serangan jahat atau kriminal yang mengarah ke pelanggaran data adalah yang paling mahal. Aksi ini menghasilkan USD157 per pengguna. Jadi, semakin lama serangan tidak terdeteksi, semakin mahal malapetaka itu.

Para peneliti di Angkatan Darat AS menemukan metode untuk mendeteksi aktivitas jaringan berbahaya lebih cepat dari teknik yang digunakan sebelumnya. Sebagai contoh, pendeteksian intrusi jaringan terdistribusi ke sejumlah kecil analis khusus yang memantau beberapa jaringan secara bersamaan. Selanjutnya, sensor pada sistem mengirimkan data ke server analisis.

Sebagian besar sistem meminimalkan bandwidth yang digunakan dengan hanya mengirim ringkasan lalu lintas jaringan. Namun, analis hanya melihat snapshot dan tidak cukup detail untuk melihat serangan asli. Para peneliti berhipotesis bahwa aktivitas jaringan jahat bermanifestasi lebih awal.  Mereka mengembangkan alat yang menghentikan transmisi jaringan setelah nomor yang ditentukan terjadi.

Ketiga, meningkatkan keamanan siber awan dengan teknologi blockchain. Kini, semakin banyak bisnis yang mengandalkan teknologi cloud untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Menurut jajak pendapat 2017, 95% dari 1.000 responden mengatakan mereka menggunakan cloud. Meski memenuhi syarat, teknologi cloud bukan tanpa risiko keamanan siber.

Karena cloud cukup populer untuk bisnis, banyak yang tidak siap mengenai keamanan siber. Beberapa orang mengeksplorasi cara-cara spesifik untuk mengamankan cloud. Blockchain adalah salah satu yang memungkinkan untuk menjaga detail yang berharga.

Para ahli bersikeras bahwa tidak segera menggunakan blockchain untuk mengamankan cloud. Mereka menilai, blockchain bukan satu-satunya solusi untuk keamanan cloud.

Keempat, teknologi mesin manusia untuk meningkatkan akurasi keamanan siber. Banyak teknologi pendeteksi keamanan siber saat ini dapat mengidentifikasi anomali. Ketika mereka mendeteksi aktivitas yang menyimpang dari norma, sistem memberitahu teknisi manusia untuk melihat lebih dekat.

Para peneliti MIT menggabungkan pengetahuan manusia dan komputer pintar dalam platform yang disebut AI2 dan mengujinya pada 3,6 miliar keping data. Hasil menunjukkan sistem memprediksi peristiwa keamanan siber dengan akurasi 85%, yang kira-kira tiga kali lebih baik dari tolok ukur sebelumnya. Selain itu, AI2 mengurangi positif palsu dengan faktor lima.

Kelima, platform deteksi dan respons multi-entitas pertama. Salah satu realitas tantangan cybersecurity adalah risiko dapat datang dari berbagai sumber. Misalnya, seseorang mungkin secara tidak sadar mengunduh lampiran yang terkontaminasi oleh malware.  
Sebuah perusahaan bernama Mistnet baru-baru ini meluncurkan produk bernama CyberMist. Alat ini menawarkan pencegahan ancaman secara real-time dan memberikan visibilitas yang terkait dengan pengguna dan jaringan.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 13 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 15 jam yang lalu

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening. 

Business 20/07/2019 10:03 WIB

Compal Group Siap Investasi di Indonesia

Compal Group siap menggelontorkan dananya di Indonesia. Produsen elektronik yang akan masuk ke Indonesia itu  adalah salah satu produsen produk Apple seperti iPad dan iWatch.

Business 20/07/2019 09:27 WIB

Indonesia-China Bahas Hambatan Perdagangan

Indonesia dan China membahas hambatan perdagangan kedua negara. Pemerintah Indonesia mengharapkan China agar memberi kemudahan atas ekspor sarang burung walet, buah-buahan tropis seperti nanas, buah…

Money 19/07/2019 19:42 WIB

Ditopang Isu Penurunan Bunga The Fed

Rupiah dan indeks menguat setelah Presiden The Fed New York menyatakan bank sentral AS akan mengkas bunganya 25 bps. Penguatan ini akan berlanjut pekan depan.

Business 19/07/2019 18:35 WIB

Kepatuhan Aturan ULN Meningkat

Tingkat kepatuhan korporasi terhadap pemenuhan kegiatan penerapan prinsip kehati-hatian (KPPK) terus meningkat.

Money 19/07/2019 16:04 WIB

Lampung Jadi Salah Satu Penopang Bisnis Akseleran

Tahun ini fintech P2P Akseleran menargetkan penyaluran pinjaman sebesar Rp1 triliun kepada 2.000 pinjaman dan meraih sekitar 200 ribu lender dari Aceh hingga Papua