Rabu, 23 Oktober 2019 | Jakarta, Indonesia

Lima Cara Kurangi Serangan Cyber

Edy Purnomo

Rabu, 12 Juni 2019 - 09:22 WIB

Ilustrasi cyber security. Sumber: Istimewa
Ilustrasi cyber security. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - Manusia kini semakin bergantung pada telepon pintar atau smartphone.  Pergeseran budaya yang berpusat pada teknologi ini memunculkan risiko serangan cyber yang jauh lebih tinggi.

Para peneliti berusaha untuk mengurangi kemungkinan serangan ini. Setidaknya, World Economic Forum melaporkan, ada lima cara untuk mengurangi risiko serangan.

Pertama, menggunakan sebuah chip komputer berteknologi tinggi yang secara proaktif mencegah serangan.
Para peneliti di University of Michigan dapat menangkal serangan cyber dengan chip komputer yang mengenkripsi dan merombak data dan coding 20 kali per detik. Jika seorang hacker membobol komputer, informasi yang mereka butuhkan untuk mengeksploitasi kerentanan lenyap dalam milidetik.

Kedua, mengkompresi aktivitas jaringan untuk memberikan analis lebih banyak informasi yang mereka butuhkan.
Penelitian menunjukkan serangan jahat atau kriminal yang mengarah ke pelanggaran data adalah yang paling mahal. Aksi ini menghasilkan USD157 per pengguna. Jadi, semakin lama serangan tidak terdeteksi, semakin mahal malapetaka itu.

Para peneliti di Angkatan Darat AS menemukan metode untuk mendeteksi aktivitas jaringan berbahaya lebih cepat dari teknik yang digunakan sebelumnya. Sebagai contoh, pendeteksian intrusi jaringan terdistribusi ke sejumlah kecil analis khusus yang memantau beberapa jaringan secara bersamaan. Selanjutnya, sensor pada sistem mengirimkan data ke server analisis.

Sebagian besar sistem meminimalkan bandwidth yang digunakan dengan hanya mengirim ringkasan lalu lintas jaringan. Namun, analis hanya melihat snapshot dan tidak cukup detail untuk melihat serangan asli. Para peneliti berhipotesis bahwa aktivitas jaringan jahat bermanifestasi lebih awal.  Mereka mengembangkan alat yang menghentikan transmisi jaringan setelah nomor yang ditentukan terjadi.

Ketiga, meningkatkan keamanan siber awan dengan teknologi blockchain. Kini, semakin banyak bisnis yang mengandalkan teknologi cloud untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Menurut jajak pendapat 2017, 95% dari 1.000 responden mengatakan mereka menggunakan cloud. Meski memenuhi syarat, teknologi cloud bukan tanpa risiko keamanan siber.

Karena cloud cukup populer untuk bisnis, banyak yang tidak siap mengenai keamanan siber. Beberapa orang mengeksplorasi cara-cara spesifik untuk mengamankan cloud. Blockchain adalah salah satu yang memungkinkan untuk menjaga detail yang berharga.

Para ahli bersikeras bahwa tidak segera menggunakan blockchain untuk mengamankan cloud. Mereka menilai, blockchain bukan satu-satunya solusi untuk keamanan cloud.

Keempat, teknologi mesin manusia untuk meningkatkan akurasi keamanan siber. Banyak teknologi pendeteksi keamanan siber saat ini dapat mengidentifikasi anomali. Ketika mereka mendeteksi aktivitas yang menyimpang dari norma, sistem memberitahu teknisi manusia untuk melihat lebih dekat.

Para peneliti MIT menggabungkan pengetahuan manusia dan komputer pintar dalam platform yang disebut AI2 dan mengujinya pada 3,6 miliar keping data. Hasil menunjukkan sistem memprediksi peristiwa keamanan siber dengan akurasi 85%, yang kira-kira tiga kali lebih baik dari tolok ukur sebelumnya. Selain itu, AI2 mengurangi positif palsu dengan faktor lima.

Kelima, platform deteksi dan respons multi-entitas pertama. Salah satu realitas tantangan cybersecurity adalah risiko dapat datang dari berbagai sumber. Misalnya, seseorang mungkin secara tidak sadar mengunduh lampiran yang terkontaminasi oleh malware.  
Sebuah perusahaan bernama Mistnet baru-baru ini meluncurkan produk bernama CyberMist. Alat ini menawarkan pencegahan ancaman secara real-time dan memberikan visibilitas yang terkait dengan pengguna dan jaringan.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…

Global 24/07/2019 14:13 WIB

Huawei Siap Tambah Investasi USD436 Juta

Huawei Technologies Co Ltd  berencana untuk berinvestasi tiga miliar yuan (USD 436 juta) selama lima tahun ke depan.

Business 24/07/2019 13:40 WIB

Kemenperin Jaring Pelaku Industri Ikuti Hannover Messe 2020

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai menjaring pelaku industri untuk menjadi peserta Hannover Messe 2020.