Senin, 22 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Optimistis Tetap Bertumbuh

Edy Purnomo

Kamis, 13 Juni 2019 - 08:42 WIB

Pasar Tradisional. Sumber: Istimewa
Pasar Tradisional. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - Indonesia merupakan bangsa yang penuh optimisme. Ketika dunia was-was terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, Indonesia masih percaya diri menatap masa depan. Tengok saja, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini bakal turun ke kisaran 2,6%. Angka ini lebih lemah dari yang diperkirakan sebelumnya. Ekonomi baru tumbuh menjadi 2,7% pada 2020.

Tahun depan, pertumbuhan di pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang diperkirakan akan stabil. Alasannya, beberapa negara  mampu melewati masa-masa sulit keuangan. Meski begitu, mereka tetap menghadapi momentum ekonomi yang lemah.
Bayangan suram itu tidak menyurutkan optimisme bangsa Indonesia. Hasil survei Bank Indonesia ((BI) mengindikasikan optimisme konsumen negeri ini tetap baik. Hal itu ditopang oleh persepsi positif terhadap ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama.

Konsumen Indonesia juga memiliki ekspektasi yang kuat terhadap kondisi ekonomi ke depan. Kondisi inilah yang membuat Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis ekonomi Indonesia ekonomi bakal tumbuh di kisaran 5,1-5,5% pada 2020. Investasi swasta tetap akan meningkat meski kondisi ekonomi global masih terdampak sengketa dagang antara Amerika Serikat dan China.

Kita percaya Indonesia masih memiliki prospek ekonomi yang lebih baik. Selama ini, bangsa Indonesia telah membuktikan mampu melewati masa-masa sulit. Masyarakat Indonesia sudah terbiasa hidup dalam keterbatasan. Dalam kondisi terpuruk sekali pun, sejarah mencatat bahwa bangsa Indonesia mampu kembali bangkit. Hal itu terbukti ketika krisis multidimensi melanda negeri ini pada 1987/88. Saat krisis melanda dunia pada 2008, Indonesia justru mampu tumbuh lebih kencang.

Kita berharap tren investasi swasta belakangan ini mampu menggerakkan ekonomi nasional. Namun, kita tidak boleh lengah terhadap berbagai risiko yang ada. Terlebih lagi, prospek ekonomi dunia masih lesu. Kita tidak bisa menepis bahwa kelesuan ekonomi dunia akan menekan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Tanda-tanda perlambatan ekonomi Indonesia itu sudah terlihat dari kinerja ekspor dan investasi swasta yang menurun pada kuartal I 2019. Kita berharap kondisi itu berbalik arah pada paruh kedua tahun ini.

Yang jelas, perkembangan ekonomi dunia saat ini dibatasi oleh investasi yang lesu. Beberapa risiko bermunculan. Risiko-risiko ini termasuk meningkatnya hambatan perdagangan, tekanan keuangan baru, dan perlambatan yang lebih tajam. Meski demikian, kita tetap harus berjuang untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkualitas. Bagaimana pun, seperti dinyatakan Presiden Bank Dunia David Malpass, pertumbuhan ekonomi yang kuat sangat penting untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan standar hidup.

Saat ini, momentum pertumbuhan dan investasi itu masih lemah. Oleh karena itu, Indonesia harus melakukan reformasi struktural secara signifikan. Kuncinya, reformasi itu harus mampu  meningkatkan iklim bisnis dan menarik investasi. Yang tak kalah penting adalah, Pemerintah Indonesia harus menjadikan pengelolaan utang dan transparansi sebagai prioritas tinggi. Artinya, penambahan utang baru harus bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan dan investasi.

Tahun ini, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan di antara pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang  akan turun ke level terendah empat tahun sebesar 4%. Tahun depan, pertumbuhan itu diharapkan menjadi 4,6%. Angka itu masih di bawah proyeksi Bank Indonesia.

Kita berharap, pemerintah dan Bank Indonesia mampu mengatasi dampak tekanan finansial dan ketidakpastian politik. Dengan demikian, negeri ini bisa bergerak ke arah positif. Syukur-syukur bisa mencatat lompatan signifikan di semua sektor, baik ekonomi, sosial, dan politik.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 7 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 7 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 9 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 10 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 13 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 14 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 16 jam yang lalu

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening.