Kamis, 14 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Optimistis Tetap Bertumbuh

Edy Purnomo

Kamis, 13 Juni 2019 - 08:42 WIB

Pasar Tradisional. Sumber: Istimewa
Pasar Tradisional. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - Indonesia merupakan bangsa yang penuh optimisme. Ketika dunia was-was terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, Indonesia masih percaya diri menatap masa depan. Tengok saja, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini bakal turun ke kisaran 2,6%. Angka ini lebih lemah dari yang diperkirakan sebelumnya. Ekonomi baru tumbuh menjadi 2,7% pada 2020.

Tahun depan, pertumbuhan di pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang diperkirakan akan stabil. Alasannya, beberapa negara  mampu melewati masa-masa sulit keuangan. Meski begitu, mereka tetap menghadapi momentum ekonomi yang lemah.
Bayangan suram itu tidak menyurutkan optimisme bangsa Indonesia. Hasil survei Bank Indonesia ((BI) mengindikasikan optimisme konsumen negeri ini tetap baik. Hal itu ditopang oleh persepsi positif terhadap ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama.

Konsumen Indonesia juga memiliki ekspektasi yang kuat terhadap kondisi ekonomi ke depan. Kondisi inilah yang membuat Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis ekonomi Indonesia ekonomi bakal tumbuh di kisaran 5,1-5,5% pada 2020. Investasi swasta tetap akan meningkat meski kondisi ekonomi global masih terdampak sengketa dagang antara Amerika Serikat dan China.

Kita percaya Indonesia masih memiliki prospek ekonomi yang lebih baik. Selama ini, bangsa Indonesia telah membuktikan mampu melewati masa-masa sulit. Masyarakat Indonesia sudah terbiasa hidup dalam keterbatasan. Dalam kondisi terpuruk sekali pun, sejarah mencatat bahwa bangsa Indonesia mampu kembali bangkit. Hal itu terbukti ketika krisis multidimensi melanda negeri ini pada 1987/88. Saat krisis melanda dunia pada 2008, Indonesia justru mampu tumbuh lebih kencang.

Kita berharap tren investasi swasta belakangan ini mampu menggerakkan ekonomi nasional. Namun, kita tidak boleh lengah terhadap berbagai risiko yang ada. Terlebih lagi, prospek ekonomi dunia masih lesu. Kita tidak bisa menepis bahwa kelesuan ekonomi dunia akan menekan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Tanda-tanda perlambatan ekonomi Indonesia itu sudah terlihat dari kinerja ekspor dan investasi swasta yang menurun pada kuartal I 2019. Kita berharap kondisi itu berbalik arah pada paruh kedua tahun ini.

Yang jelas, perkembangan ekonomi dunia saat ini dibatasi oleh investasi yang lesu. Beberapa risiko bermunculan. Risiko-risiko ini termasuk meningkatnya hambatan perdagangan, tekanan keuangan baru, dan perlambatan yang lebih tajam. Meski demikian, kita tetap harus berjuang untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkualitas. Bagaimana pun, seperti dinyatakan Presiden Bank Dunia David Malpass, pertumbuhan ekonomi yang kuat sangat penting untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan standar hidup.

Saat ini, momentum pertumbuhan dan investasi itu masih lemah. Oleh karena itu, Indonesia harus melakukan reformasi struktural secara signifikan. Kuncinya, reformasi itu harus mampu  meningkatkan iklim bisnis dan menarik investasi. Yang tak kalah penting adalah, Pemerintah Indonesia harus menjadikan pengelolaan utang dan transparansi sebagai prioritas tinggi. Artinya, penambahan utang baru harus bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan dan investasi.

Tahun ini, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan di antara pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang  akan turun ke level terendah empat tahun sebesar 4%. Tahun depan, pertumbuhan itu diharapkan menjadi 4,6%. Angka itu masih di bawah proyeksi Bank Indonesia.

Kita berharap, pemerintah dan Bank Indonesia mampu mengatasi dampak tekanan finansial dan ketidakpastian politik. Dengan demikian, negeri ini bisa bergerak ke arah positif. Syukur-syukur bisa mencatat lompatan signifikan di semua sektor, baik ekonomi, sosial, dan politik.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…