Sabtu, 16 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Bursa Saham Kembali ke Zona Merah

Edy Purnomo

Senin, 17 Juni 2019 - 13:09 WIB

Ilustrasi saham turun oleh AReview Design
Ilustrasi saham turun oleh AReview Design
A A A

Majalahreviewweekly.com - Bursa Asia cenderung melemah, termasuk pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir minggu lalu. IHSG kembali lungsur 0,36% ke level 6.250,27. 

Pada awal perdagangan, Senin (17/6), IHSG sempat naik 3,408 poin (0,054%) menjadi 6.253,395 poin dari penutupan Jumat, (14/6) sebesar 6.250,265 poin. Namun, kenaikan itu tidak berlangsung lama. IHSG kembali terkoreksi 0,31% pada penutupan perdagangan sedia pertama.

Kenaikan IHSG Senin pagi ini antara lain didukung oleh peningkatan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun. Emiten tersebut adalah Bank Central Asia Tbk (BBCA), Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan Astra International Tbk (ASII). Hingga pukul 09.42 WIB, harga saham BBCA naik 0,34% menjadi Rp29.100 per unit. Adapun harga saham BMRI naik 0,32% ke Rp7.850 per unit, dan harga ASII naik 0,33% menjadi Rp2.450 per saham.

Menurut Danareksa Sekuritas, kinerja bursa saham dipengaruhi menghangatnya geopolitik AS-Iran pasca ledakan tanker, serta rilis ekonomi domestik dan regional.

Sejumlah publikasi ekonomi terbaru menunjukkan kinerja ekonomi China yang melambat, ditengah eskalasi perang dagang dengan AS. Output industri pada Mei tumbuh 5,0% yoy, melambat dari 5,4% yoy di bulan sebelumnya, atau pertumbuhan terendah dalam 17 tahun. 

Investasi aset tetap China tumbuh 5,6% ytd, melambat periode sebelumnya 6,1% ytd (vs 6,1% konsensus). Kondisi itu seiring dengan lesunya investasi swasta dan publik. 

Sementara itu, pertumbuhan penjualan retail berakselerasi dari 7,2% yoy menjadi 8,6% yoy, didorong naiknya belanja konsumen akan produk kosmetik, perhiasan, peralatan rumah tangga, furniture, dan produk minyak.

Dari domestik, penjualan retail bulan April menurun 0,4% mom (+6,7% yoy) dari 5,5% mom (+10,1% yoy) di bulan sebelumnya. Belanja konsumen untuk kelompok produk suku cadang dan aksesoris, peralatan informasi dan komunikasi, serta perlengkapan rumah tangga tercatat tumbuh melambat. 

Permintaan kelompok produk makanan minuman, barang budaya dan rekreasi menurun secara bulanan. Belanja retail diproyeksi meningkat kembali di bulan Mei, seiring tingginya permintaan barang dan jasa memasuki bulan puasa.

Pada perdagangan pekan lalu,  bursa AS juga terkoreksi. Indeks saham Dow Jones (-0,07%) dan S&P 500 (-0,16%) masing-masing bergerak kelevel 26.089,61 dan 2.886,98. Lesunya kinerja pasar terjadi ditengah mengecewakannya data ekonomi China dan pertumbuhan bulanan belanja konsumen AS yang lebih tinggi.

Dari sisi ekonomi AS, penjualan retail bulan Mei tumbuh 0,5% mom (vs 0,6% mom ekspektasi), menyusul kenaikan 0,3% mom di bulan sebelumnya, terutama didorong menanjaknya permintaan kendaraan bermotor, bahan bangunan, dan makanan. 

Secara tahunan, belanja retail konsumen melambat dari 3,7% yoy menjadi 3,2% yoy. Di sektor industri, output produksi tumbuh 0,4% mom di bulan Mei, setelah di bulan April turun 0,4% mom, ditopang membaiknya produksi sektor manufaktur dan utilitas.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka memerah. Harga minyak Brent (WTI) naik ke level USD 62,25 (USD 52,67) perbarel, dan harga emas melemah ke level USD 1.342,50/troy ounce.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…