Jumat, 22 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Bunga Mungkin Tidak Jadi Layu

Bambang Aji Setiady

Selasa, 18 Juni 2019 - 18:37 WIB

ilustrasi saham-sukubunga
ilustrasi saham-sukubunga
A A A

Majalahreviewweekly.com - Pelan tapi pasti, bursa saham dan pasar uang mulai kembali merangkak naik. Semakin tipisnya harapan The Fed bakal memangkas tingkat suku bunganya telah membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali berdenyut. Gairah investor melakukan aksi beli, yang diselingi dengan aksi jual, telah menempatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini Selasa (18/6) di level 6.257,33 atau naik 66,81 poin (1,08%) dibanding Senin kemarin.

Kondisi yang relatif stabil juga mulai nampak pada nilai tukar rupiah. Sepanjang hari ini, kurs rupiah di pasar spot bergerak di kisaran yang lumayan sempit, antara Rp 14.324 – Rp 14.340 per dolar. Dan pada penutupan pasar hari ini, mata uang RI itu akhirnya menclok di level Rp 14.329  atau menguat 8 poin (0,06%). Menurut sejumlah analis, pasar menduga Rapat Dewan Gubernur BI Rabu besok akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level 6%.

Selain itu, rupiah juga diuntungkan oleh penurunan indeks dolar yang hari ini terbebani oleh buruknya data indeks bisnis Fed New York. Sentimen positif lainnya datang dari pasar minyak. Didorong meningkatnya produksi minyak AS, siang tadi harga minyak jenis West Texas Intermediate melemah 0,10% ke level US$ 51,88 per barel. Sementara minyak Brent turun 0,07% ke US$ 60,90.

Seperti halnya di pasar modal, pelaku di pasar uang juga melihat kemungkinan sembilan anggota The Fed yang hadir dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada hari ini akan mengambil sikap yang bertentangan dengan keinginan Presiden Donald Trump, yakni tidak menurunkan tingkat bunga acuannya. Sebagian besar pelaku pasar menduga, The Fed baru akan memangkas suku bunganya pada pertemuan FOMC Juli depan.

Itulah yang membuat sejumlah analis pasar uang berkeyakinan nilai tukar rupiah masih akan bergerak datar pada Rabu besok (19/6).  “Saat ini pasar wait and see rapat The Fed dan RDG BI, maka rupiah cenderung bergerak datar,” ujar Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang Bank Mandiri. Ia memperkirakan, besok nilai tukar rupiah akan bergerak di rentang Rp 14.300 – Rp 14.375 per dolar.

Seperti halnya di pasar uang, gairah di BEI pun diperkirakan tidak akan meledak-ledak. Namun Edo Ardiansyah, Analis Erdikha Elit Sekuritas, yakin gairah di lantai bursa akan berlanjut hingga Rabu esok. “Tidak tertutup kemungkinan indeks akan mengelami teknikal rebound jangka pendek,” katanya. Dalam perhitungan Edo, besok IHSG akan bergerak di rentang antara 6.050 – 6.370. Hanya saja ia mengingatkan, dalam jangka pendek, indeks kemungkinan terkoreksi bila level support 6.100 tertembus.

Suara yang lebih optimistis dikumandangkan oleh Lanjar N. Taulat. Analis dari Reliance Sekuritas ini memprediksi, besok indeks akan bermain di rentang 6.210 – 6.278. Dalam kondisi seperti sekarang, Lanjar melihat masih ada sejumlah saham yang layak untuk dilirik. “Ke depan, saya perkirakan prospek saham properti masih cukup baik dengan meningkatnya daya beli masyarakat,” ujarnya.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…