Senin, 22 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Penumpang Kereta Naik 9,2% Selama Masa Angkutan Lebaran 2019

Ria Martati

Rabu, 19 Juni 2019 - 15:22 WIB

Kereta Api Indonesia. Sumber: Istimewa
Kereta Api Indonesia. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sepanjang masa Angkutan Lebaran selama 22 hari dari 26 Mei (H1-10) hingga 16 Juni (H2+10), total penumpang yang dilayani oleh KAI mencapai 6.810.407 penumpang yang terdiri dari 3.694.170 penumpang KA Jarak Jauh dan 3.116.237 penumpang KA Lokal. Angka ini naik 9,2% dari tahun 2018 yang lalu. Pada 2018, jumlah penumpang yang dilayani KAI tercatat sebanyak 6.236.227 penumpang.

“Selain itu, KAI berhasil melampaui target volume Angkutan Lebaran 2019 sebanyak 5,6% dari target yang telah ditetapkan yaitu 6.449.172 penumpang,”ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro dalam siaran pers, Rabu (19/6).

KAI mencatat puncak keberangkatan penumpang di periode mudik tahun ini jatuh pada H1-4 yaitu hari Sabtu (1/6) dengan volume sebanyak 293.181 penumpang. Sedangkan puncak arus balik jatuh pada H2+2 yaitu hari Sabtu (8/6) dengan volume sebanyak 402.930 penumpang. Adapun KA Logawa (Purwokerto – Jember pp) adalah KA Jarak Jauh yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dengan total penumpang pada masa Angkutan Lebaran 2019 mencapai 41.331 penumpang.

Peningkatan jumlah penumpang yang diangkut KA pada masa Angkutan Lebaran tahun ini terbilang signifikan, melebihi peningkatan tahun sebelumnya yaitu 6,6%. Hal ini ditunjang oleh berbagai faktor seperti:

  • Penambahan perjalanan KA Reguler dan Tambahan. Tahun ini KAI mengoperasikan 416 KA yang terdiri dari 356 KA Reguler dan 60 KA Tambahan. Jumlah ini meningkat 5,8% dari tahun 2018 yang lalu yakni 393 KA yang terdiri dari 345 KA Reguler dan 48 KA Tambahan.

 

  • Pengoperasian KA baru yang tidak ada pada Angkutan Lebaran 2018 antara lain KA Prabujaya, Joglosemarkerto, Galunggung, Pangandaran, Dolok Martimbang, Pangrango 2, dan Ciremai 2.

 

  • Penambahan armada kereta baru yang difungsikan untuk menambah atau mengganti kereta yang sudah tidak layak operasi. Sejak Juli 2018, KAI telah menambah 310 kereta dengan rincian 132 Kereta Eksekutif, 116 Kereta Ekonomi, 6 Kereta Luxury 2, serta 56 Kereta Makan dan Pembangkit.

 

  • Penambahan jumlah perjalanan mudik gratis menggunakan KA yang diselenggarakan oleh institusi pemerintahan, BUMN, dan swasta. Pelaksanaan mudik gratis ini meningkat 23,5% di mana pada 2019 jumlah penumpang sebesar 198.968 penumpang dan di 2018 adalah 160.860 penumpang. Adapun untuk mudik gratis yang diselenggarakan oleh KAI sendiri juga mengalami kenaikan. Pada tahun ini KAI menyediakan 2.500 tempat duduk untuk arus mudik dan balik Lebaran. Jumlah ini naik 64,4% dari tahun lalu yakni sebanyak 1.520 tempat duduk.


Kenaikan jumlah penumpang pada Angkutan Lebaran 2019 juga diiringi oleh peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa kereta api, baik di stasiun maupun di dalam KA. Di Stasiun Pasar Senen yang merupakan pusat kepadatan arus mudik/balik, KAI telah menambah ruang tunggu penumpang. Pada tahun 2018, Stasiun Pasar Senen hanya dapat menampung 80 tempat duduk dengan luas ruangan sekitar 950 meter persegi. Tahun ini, KAI membenahi ruang tunggu sehingga dapat menampung 700 tempat duduk dengan luas ruangan sekitar 1.700 meter persegi. Perbaikan ruang tunggu juga dilakukan di Stasiun Gambir, Cirebon, Yogyakarta, Surabaya Gubeng, dan Jember.

Penambahan fasilitas lainnya yakni penyediaan area bermain anak hampir di semua stasiun besar. Selain itu, KAI juga menyediakan fasilitas coworking space di sembilan stasiun yaitu Stasiun Gambir Jakarta, Juanda Jakarta, BNI City Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Yogyakarta, Surabaya Gubeng dan Stasiun Jember.

Pada masa Angkutan Lebaran 2019 ini, tepatnya pada H-10 sampai H-1 Lebaran, KAI kembali menggelar program pembagian takjil, buka puasa, dan sahur gratis untuk pengguna jasa setianya. Sebanyak 73.700 paket takjil telah dibagikan untuk pelanggan yang sedang menunggu keberangkatan KA-nya di 21 stasiun di Jawa-Sumatera. Sementara 814.250 paket makanan buka dan sahur juga dibagikan kepada penumpang KA yang perjalanan KA-nya bertepatan dengan waktu berbuka puasa dan sahur. Program ini merupakan salah satu bentuk semangat berbagi di bulan suci yang ingin disebarkan KAI kepada pengguna setia jasa KA.

Untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, KAI juga telah mengoperasikan kereta jenis sleeper generasi baru, Luxury 2, sejak 26 Mei lalu. Kereta ini adalah generasi penerus kereta Luxury 1 yang telah beroperasi pada 2018. Jika Luxury 1 dirangkaikan di KA Argo Bromo Anggrek (Gambir – Surabaya Pasar Turi pp), maka Luxury 2 dirangkaikan pada rangkaian KA Argo Lawu (Gambir - Solo Balapan pp), KA Argo Dwipangga (Gambir-Solo Balapan pp), KA Taksaka (Gambir-Yogyakarta pp), dan KA Gajayana (Gambir-Malang pp). Tingkat okupansi kedua kereta Luxury ini di masa Angleb 2019 pun tinggi. Tercatat tingkat okupansi kereta Luxury 1 sebesar 106,4% dengan volume 1.686 penumpang dan kereta Luxury 2 sebesar 81,9% dengan volume 4.690 penumpang.

Adapun seperti tahun sebelumnya, pada masa angkutan Lebaran 2019 KAI kembali bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan menyelenggarakan angkutan motor gratis. Tahun ini, sebanyak 19.141 unit motor telah diangkut menggunakan KA, meningkat 11,6% dari tahun lalu sebanyak 17.147 unit motor. Untuk okupansinya, sepeda motor yang dilayani Program Motis ini mencapai 105,7%, dari kuota 18.096 sepeda motor.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada pengguna jasa kereta api atas kepercayaannya menggunakan KA sebagai moda transportasi pilihan untuk mudik/balik Lebaran tahun ini. Tak lupa kepada pemerintah melalui Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta anggota komunitas pecinta KA dan seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu yang telah mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2019,” pungkas Edi Sukmoro.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 13 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 15 jam yang lalu

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening. 

Business 20/07/2019 10:03 WIB

Compal Group Siap Investasi di Indonesia

Compal Group siap menggelontorkan dananya di Indonesia. Produsen elektronik yang akan masuk ke Indonesia itu  adalah salah satu produsen produk Apple seperti iPad dan iWatch.

Business 20/07/2019 09:27 WIB

Indonesia-China Bahas Hambatan Perdagangan

Indonesia dan China membahas hambatan perdagangan kedua negara. Pemerintah Indonesia mengharapkan China agar memberi kemudahan atas ekspor sarang burung walet, buah-buahan tropis seperti nanas, buah…

Money 19/07/2019 19:42 WIB

Ditopang Isu Penurunan Bunga The Fed

Rupiah dan indeks menguat setelah Presiden The Fed New York menyatakan bank sentral AS akan mengkas bunganya 25 bps. Penguatan ini akan berlanjut pekan depan.

Business 19/07/2019 18:35 WIB

Kepatuhan Aturan ULN Meningkat

Tingkat kepatuhan korporasi terhadap pemenuhan kegiatan penerapan prinsip kehati-hatian (KPPK) terus meningkat.

Money 19/07/2019 16:04 WIB

Lampung Jadi Salah Satu Penopang Bisnis Akseleran

Tahun ini fintech P2P Akseleran menargetkan penyaluran pinjaman sebesar Rp1 triliun kepada 2.000 pinjaman dan meraih sekitar 200 ribu lender dari Aceh hingga Papua