Rabu, 23 Oktober 2019 | Jakarta, Indonesia

Transaksi Uang Elektronik Melonjak 218,3%

Edy Purnomo

Kamis, 20 Juni 2019 - 16:30 WIB

Uang elektronik. Sumber: Istimewa
Uang elektronik. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - Bank Indonesia juga memastikan, kelancaran sistem pembayaran tetap terjaga, baik dari sisi tunai maupun nontunai. Secara tahunan, per Mei 2019, transaksi uang elektronik bertumbuh 218,3%.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menjelaskan, peningkatan uang elektronik terutama terkait dengan penggunaan uang elektronik nonbank dalam transaksi e-commerce. Di sisi pembayaran nontunai, total transaksi menggunakan ATM-debit, kartu kredit dan uang elektronik (UE) tumbuh 12,6% (yoy).

Ke depan, Bank Indonesia akan terus mendorong perluasan program elektronifikasi, khususnya untuk penyaluran bantuan sosial (Bansos), integrasi moda transportasi, dan transaksi pemerintah daerah. "Langkah itu untuk meningkatkan efisiensi dan peningkatan kapasitas ekonomi," jelas Onny di Jakarta, Kamis (20/6/2019).B

Bank Indonesia akan mendorong percepatan transformasi digital untuk ekonomi Indonesia melalui implementasi visi baru Sistem Pembayaran Indonesia 2025. 

Bank Indonesia juga terus meningkatkan program peningkatan kualitas UMKM agar mampu menghasilkan produk berkualitas, mampu mengikuti perkembangan digital khususnya penggunaan e-commerce, digital payment dan digital financing, dan memperluas akses ekspor UMKM.   

Terkait dengan uang tunai, pada Mei 2019, jumlah uang yang diedarkan (UYD) tumbuh 19,3% (yoy) mencapai Rp850,2 triliun. Hal itu sesuai dengan pola musimannya terkait kebutuhan uang selama Ramadan/Idulfitri 2019. 


Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga

Bank Indonesia (BI) memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Stabilitas itu disertai fungsi intermediasi yang berjalan baik dan risiko kredit yang terkendali.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengungkapkan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan April 2019 tetap tinggi yakni 23,1%. Dalam periode yang sama, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap rendah yakni 2,6% (gross) atau 1,2% (net). 

Dari fungsi intermediasi, menurut Onny, pertumbuhan kredit pada April 2019 tercatat 11,1% (yoy). Angka itu menurun dibandingkan dengan pertumbuhan kredit Maret 2019 sebesar 11,5% (yoy). 

Pada April 2019, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar 6,6%. Realisasi itu menurun dibandingkan dengan pertumbuhan Maret 2019 sebesar 7,2%. 

Pada periode yang sama, likuiditas perbankan terjaga, antara lain tercermin pada rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 20,2% dan terindikasi menurun pada Mei 2019. 

Bank Indonesia memandang, kinerja korporasi go public  tetap baik ditopang kemampuan membayar yang terjaga. Ke depan, Bank Indonesia memandang terbuka ruang untuk mendorong pertumbuhan kredit tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan. 

Siklus kredit yang berada di bawah level optimum dan terdapatnya potensi peningkatan kredit memungkinkan berlanjutnya kebijakan makroprudensial akomodatif. "Bank Indonesia memprakirakan kredit perbankan 2019 berada pada kisaran 10-12% (yoy) sedangkan DPK tumbuh dalam kisaran 8-10%," jelas Onny.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…

Global 24/07/2019 14:13 WIB

Huawei Siap Tambah Investasi USD436 Juta

Huawei Technologies Co Ltd  berencana untuk berinvestasi tiga miliar yuan (USD 436 juta) selama lima tahun ke depan.

Business 24/07/2019 13:40 WIB

Kemenperin Jaring Pelaku Industri Ikuti Hannover Messe 2020

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai menjaring pelaku industri untuk menjadi peserta Hannover Messe 2020.