Senin, 22 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Transaksi Uang Elektronik Melonjak 218,3%

Edy Purnomo

Kamis, 20 Juni 2019 - 16:30 WIB

Uang elektronik. Sumber: Istimewa
Uang elektronik. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - Bank Indonesia juga memastikan, kelancaran sistem pembayaran tetap terjaga, baik dari sisi tunai maupun nontunai. Secara tahunan, per Mei 2019, transaksi uang elektronik bertumbuh 218,3%.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menjelaskan, peningkatan uang elektronik terutama terkait dengan penggunaan uang elektronik nonbank dalam transaksi e-commerce. Di sisi pembayaran nontunai, total transaksi menggunakan ATM-debit, kartu kredit dan uang elektronik (UE) tumbuh 12,6% (yoy).

Ke depan, Bank Indonesia akan terus mendorong perluasan program elektronifikasi, khususnya untuk penyaluran bantuan sosial (Bansos), integrasi moda transportasi, dan transaksi pemerintah daerah. "Langkah itu untuk meningkatkan efisiensi dan peningkatan kapasitas ekonomi," jelas Onny di Jakarta, Kamis (20/6/2019).B

Bank Indonesia akan mendorong percepatan transformasi digital untuk ekonomi Indonesia melalui implementasi visi baru Sistem Pembayaran Indonesia 2025. 

Bank Indonesia juga terus meningkatkan program peningkatan kualitas UMKM agar mampu menghasilkan produk berkualitas, mampu mengikuti perkembangan digital khususnya penggunaan e-commerce, digital payment dan digital financing, dan memperluas akses ekspor UMKM.   

Terkait dengan uang tunai, pada Mei 2019, jumlah uang yang diedarkan (UYD) tumbuh 19,3% (yoy) mencapai Rp850,2 triliun. Hal itu sesuai dengan pola musimannya terkait kebutuhan uang selama Ramadan/Idulfitri 2019. 


Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga

Bank Indonesia (BI) memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Stabilitas itu disertai fungsi intermediasi yang berjalan baik dan risiko kredit yang terkendali.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengungkapkan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan April 2019 tetap tinggi yakni 23,1%. Dalam periode yang sama, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap rendah yakni 2,6% (gross) atau 1,2% (net). 

Dari fungsi intermediasi, menurut Onny, pertumbuhan kredit pada April 2019 tercatat 11,1% (yoy). Angka itu menurun dibandingkan dengan pertumbuhan kredit Maret 2019 sebesar 11,5% (yoy). 

Pada April 2019, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar 6,6%. Realisasi itu menurun dibandingkan dengan pertumbuhan Maret 2019 sebesar 7,2%. 

Pada periode yang sama, likuiditas perbankan terjaga, antara lain tercermin pada rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 20,2% dan terindikasi menurun pada Mei 2019. 

Bank Indonesia memandang, kinerja korporasi go public  tetap baik ditopang kemampuan membayar yang terjaga. Ke depan, Bank Indonesia memandang terbuka ruang untuk mendorong pertumbuhan kredit tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan. 

Siklus kredit yang berada di bawah level optimum dan terdapatnya potensi peningkatan kredit memungkinkan berlanjutnya kebijakan makroprudensial akomodatif. "Bank Indonesia memprakirakan kredit perbankan 2019 berada pada kisaran 10-12% (yoy) sedangkan DPK tumbuh dalam kisaran 8-10%," jelas Onny.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 14 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 16 jam yang lalu

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening. 

Business 20/07/2019 10:03 WIB

Compal Group Siap Investasi di Indonesia

Compal Group siap menggelontorkan dananya di Indonesia. Produsen elektronik yang akan masuk ke Indonesia itu  adalah salah satu produsen produk Apple seperti iPad dan iWatch.

Business 20/07/2019 09:27 WIB

Indonesia-China Bahas Hambatan Perdagangan

Indonesia dan China membahas hambatan perdagangan kedua negara. Pemerintah Indonesia mengharapkan China agar memberi kemudahan atas ekspor sarang burung walet, buah-buahan tropis seperti nanas, buah…

Money 19/07/2019 19:42 WIB

Ditopang Isu Penurunan Bunga The Fed

Rupiah dan indeks menguat setelah Presiden The Fed New York menyatakan bank sentral AS akan mengkas bunganya 25 bps. Penguatan ini akan berlanjut pekan depan.

Business 19/07/2019 18:35 WIB

Kepatuhan Aturan ULN Meningkat

Tingkat kepatuhan korporasi terhadap pemenuhan kegiatan penerapan prinsip kehati-hatian (KPPK) terus meningkat.

Money 19/07/2019 16:04 WIB

Lampung Jadi Salah Satu Penopang Bisnis Akseleran

Tahun ini fintech P2P Akseleran menargetkan penyaluran pinjaman sebesar Rp1 triliun kepada 2.000 pinjaman dan meraih sekitar 200 ribu lender dari Aceh hingga Papua