Selasa, 23 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Bank Dunia Pinjami USD150 Juta untuk Rekonstruksi Sulteng

Edy Purnomo

Minggu, 23 Juni 2019 - 11:26 WIB

Ilustrasi rupiah. Sumber: Istimewa
Ilustrasi rupiah. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pinjaman USD150 juta untuk membiayai rekonstruksi maupun penguatan perumahan dan fasilitas umum yang terkena dampak tsunami dan gempa bumi di Sulawesi Tengah.

Pendanaan ini akan mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan. Dana pinjaman itu akan membantu untuk mengurangi kerugian manusia dan ekonomi akibat bencana alam di masa depan.

Pinjaman baru itu untuk membiayai Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sulawesi Tengah (CSRRP). "Penerima manfaat proyek mencakup 170.000 pengungsi internal dan sekitar 7.000 rumah tangga yang terkena bencana di daerah tersebut," tulis siaran pers Bank Dunia, Jumat (21/6/2019).

Proyek itu juga akan membangun kapasitas pemerintah dan mitra pelaksana. Tujuannya adalah memastikan praktik konstruksi yang berkualitas dan kepatuhan terhadap standar, serta memenuhi kebutuhan masyarakat.

Terletak di Cincin Api Pasifik dengan 127 gunung berapi aktif, Indonesia adalah salah satu negara paling rawan bencana di dunia. Bencana alam memiliki akibat buruk pada masyarakat dan ekonomi, sering kali berdampak pada hasil pembangunan nasional.

Selama 2007-2018, bencana menyebabkan lebih dari 7.300 korban jiwa dan 55 juta orang kehilangan tempat tinggal. Kerugian ekonomi tahunan sekitar USD2,2 hingga USD3,0 miliar. Gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah menyebabkan sekitar 4.000 kematian dan kerugian ekonomi sebesar USD 1,3 miliar, atau 13,7% dari PDB daerah.

Konsistensi Indonesia untuk menumbuhkan ekonominya dan mengurangi kemiskinan telah menunjukkan hasil positif. Meskipun daerah perkotaan menunjukkan kemajuan, pertumbuhan yang cepat dan transformasi kota sering membuat mereka lebih rentan terhadap bencana alam dan dampak perubahan iklim.

“Memperkuat stok perumahan dan praktik pembangunan merupakan bagian penting dari strategi manajemen bencana,” kata Rodrigo A Chaves, direktur Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste.

Dia mengingatkan, konsentrasi orang dan aset dapat menciptakan titik panas bencana ketika pertumbuhan kota-kota tidak dibarengi dengan pengelolaan pembangunan infrastruktur secara hati-hati dan perencanaan yang berdasarkan risiko.

Di Sulawesi Tengah, pada 2010, populasi di perkotaan tumbuh  24,3%. Pertumbuhan itu akan menjadi 43,1% pada 2035. Untuk mengatasi hal ini, CSRRP akan mendukung masyarakat dengan membangun kembali dan memperkuat perumahan dan fasilitas publik.

Desain fasilitas publik akan mengikuti prinsip-prinsip desain inklusif yang digariskan dalam Rencana Induk Pemerintah, khususnya yang membahas perubahan iklim dan kebutuhan para penyandang cacat, wanita, dan anak-anak.

"Program ini juga akan melengkapi kegiatan pembangunan infrastruktur dan pemulihan yang dibiayai oleh pemerintah di kawasan ini, proyek-proyek lain yang dibiayai Bank Dunia, dan mitra pembangunan, ”kata George Soraya, insinyur Bank Dunia dan ketua tim proyek ini.

Dukungan Bank Dunia kepada Indonesia adalah komponen kunci dari Kerangka Kerja Kemitraan Negara Kelompok Bank Dunia untuk Indonesia. Kelompok ini  berfokus pada prioritas pemerintah untuk dampak pembangunan transformasional, termasuk mengurangi risiko bencana.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 20 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 23 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 24 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 22/07/2019 08:18 WIB

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening. 

Business 20/07/2019 10:03 WIB

Compal Group Siap Investasi di Indonesia

Compal Group siap menggelontorkan dananya di Indonesia. Produsen elektronik yang akan masuk ke Indonesia itu  adalah salah satu produsen produk Apple seperti iPad dan iWatch.

Business 20/07/2019 09:27 WIB

Indonesia-China Bahas Hambatan Perdagangan

Indonesia dan China membahas hambatan perdagangan kedua negara. Pemerintah Indonesia mengharapkan China agar memberi kemudahan atas ekspor sarang burung walet, buah-buahan tropis seperti nanas, buah…

Money 19/07/2019 19:42 WIB

Ditopang Isu Penurunan Bunga The Fed

Rupiah dan indeks menguat setelah Presiden The Fed New York menyatakan bank sentral AS akan mengkas bunganya 25 bps. Penguatan ini akan berlanjut pekan depan.