Rabu, 23 Oktober 2019 | Jakarta, Indonesia

Membangun Infrastruktur Tangguh

Edy Purnomo

Senin, 24 Juni 2019 - 16:51 WIB

Proyek Pembanguna oleh Swasta (Foto: Dahlan RP)
Proyek Pembanguna oleh Swasta (Foto: Dahlan RP)
A A A

Majalahreviewweekly.com - Infrastruktur yang tangguh adalah tentang manusia. Di negara-negara berkembang, gangguan infrastruktur merupakan masalah sehari-hari yang memengaruhi kesejahteraan manusia, prospek ekonomi, dan kualitas hidup.

Bank Dunia menyebutkan, infrastruktur adalah jantung kehidupan dan mata pencarian. Jantung itu bisa berupa sekolah dan rumah sakit, bisnis dan industri, dan akses ke pekerjaan dan kesejahteraan.

Di beberapa negara berkembang, gangguan terhadap infrastruktur merupakan masalah sehari-hari. Kesempatan kerja berkurang. Akses kesehatan dan pendidikan terhambat. Pertumbuhan ekonomi pun terbatas.

Bank Dunia menyebutkan, kerusakan langsung akibat kondisi alam, pembangkit listrik, dan transportasi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah menelan biaya USD18 miliar per tahun. Mereka kesulitan membiayai perbaikan jalan dan utilitas listrik.

Dampak utama lemahnya infrastruktur adalah gangguan yang dirasakan masyarakat. Pelaku bisnis tidak dapat mengoperasikan pabrik atau menggunakan internet untuk proses bisnis. Kelompok  rumah tangga yang tidak memiliki air untuk menyiapkan makanan. Masyarakat kesulitan menuju tempat kerja. Mereka juga sulit menyekolahkan anaknya atau berobat atau ke rumah sakit.

Dengan pengelolaan infrastruktur yang buruk, masyarakat langsung merasakan kerugian besar ketika bencana alam terjadi.  Di negara berpenghasilan rendah dan menengah, rumah tangga dan perusahaan setidaknya menanggung kerugian USD390 miliar per tahun. Jumlah itu hanya perkiraan konservatif yang tidak memperhitungkan beban tidak langsung.

Untuk mewujudkan infrastruktur yang tangguh, Bank Dunia menyebutkan, negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah membutuhkan dana USD4,2 triliun untuk membangun infrastruktur seperti fasilitas air bersih. Setiap USD1 yang diinvestasikan akan menghasilkan manfaat USD4.

Infrastruktur tangguh harus memiliki fondasi yang dalam, menggunakan bahan-bahan alternatif, membangun perlindungan banjir, dan memperkuat tiang listrik dan menara selular. Mereka juga harus memperbaiki desain jalan dan membangun instalasi pengolahan air yang lebih kuat.

Yang lebih penting adalah  membangun sistem dan jaringan yang lebih tangguh. Infrastruktur jalan harus mampu meningkatkan konektivitas yang mampu melayani komunitas. Ketika terjadi bencana, masyarakat harus memiliki berbagai jalur alternatif untuk penyelamatan.

Yang pasti, tidak semua gangguan dapat dicegah. Untuk itu, rumah tangga dan pebisnis harus merencanakan dan mengelolanya dengan baik. Misalnya, setiap rumah memiliki persediaan darurat. Masyarakat perlu memiliki rantai pasokan yang kuat dan mudah beradaptasi.

Untuk memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan, setiap negara membutuhkan investasi besar untuk infrastruktur baru dan pemeliharaan aset yang ada. Namun, hal ini bukan hanya menyangkut banyaknya pengeluaran tetapi lebih terkait pengeluaran yang baik.

Investasi harus didukung  peraturan dan perencanaan, mulai tahap awal desain proyek hingga masa pemeliharaan. Investasi awal semacam ini mungkin sulit didanai di negara-negara berpenghasilan rendah. Itulah sebabnya mereka menjadi prioritas bagi komunitas internasional dan bantuan pembangunan.

Laporan Bank Dunia menjabarkan cara membuka peluang bagi negara-negara berpenghasilan rendah untuk mendapat dana USD4,2 triliun. Pertama, menjalankan dasar-dasar yang benar. Mengatasi manajemen dan tata kelola sistem infrastruktur yang buruk adalah kuncinya.

Kedua, membangun institusi untuk ketahanan. Tantangan ekonomi politik yang lebih luas juga perlu diatasi. Aset dan sistem infrastruktur yang kritis perlu diidentifikasi sehingga sumber daya dapat diarahkan ke sana.

Ketiga, memasukkan masalah ketahanan dalam peraturan dan insentif. Insentif keuangan dapat digunakan untuk memastikan bahwa biaya sosial mampu meredam gangguan infrastruktur. Penyedia layanan hendaknya bekerja melampaui standar wajib.

Keempat, meningkatkan pengambilan keputusan. Akses ke data, alat, dan keterampilan yang lebih baik diperlukan untuk membangun ketahanan. Misalnya, model elevasi digital untuk daerah perkotaan tidak mahal dan sangat penting untuk menginformasikan investasi ratusan miliar dolar per tahun.

Kelima, memberikan pembiayaan. Jenis pembiayaan yang tepat pada waktu yang tepat adalah kuncinya. Sebagai contoh, jumlah sumber daya untuk mendukung regulator dan mempertimbangkan risiko alami. Biaya ini  tahap awal desain infrastruktur sebetulnya kecil dibandingkan dengan miliaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki dan memulihkan setelah bencana.

Kesimpulannya, tidak ada waktu untuk di sia-siakan. Iklim berubah dengan cepat. Investasi infrastruktur membutuhkan dana besar. Pada dekade berikutnya, kebutuhan investasi itu bisa menelan biaya lebih besar. Dengan memperbaiki tata kelola layanan infrastruktur penting, kita membangun jalur kehidupan. Jalur pengembangan yang lebih baik bagi mereka yang membutuhkannya.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…

Global 24/07/2019 14:13 WIB

Huawei Siap Tambah Investasi USD436 Juta

Huawei Technologies Co Ltd  berencana untuk berinvestasi tiga miliar yuan (USD 436 juta) selama lima tahun ke depan.

Business 24/07/2019 13:40 WIB

Kemenperin Jaring Pelaku Industri Ikuti Hannover Messe 2020

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai menjaring pelaku industri untuk menjadi peserta Hannover Messe 2020.