Senin, 22 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Membangun Infrastruktur Tangguh

Edy Purnomo

Senin, 24 Juni 2019 - 16:51 WIB

Proyek Pembanguna oleh Swasta (Foto: Dahlan RP)
Proyek Pembanguna oleh Swasta (Foto: Dahlan RP)
A A A

Majalahreviewweekly.com - Infrastruktur yang tangguh adalah tentang manusia. Di negara-negara berkembang, gangguan infrastruktur merupakan masalah sehari-hari yang memengaruhi kesejahteraan manusia, prospek ekonomi, dan kualitas hidup.

Bank Dunia menyebutkan, infrastruktur adalah jantung kehidupan dan mata pencarian. Jantung itu bisa berupa sekolah dan rumah sakit, bisnis dan industri, dan akses ke pekerjaan dan kesejahteraan.

Di beberapa negara berkembang, gangguan terhadap infrastruktur merupakan masalah sehari-hari. Kesempatan kerja berkurang. Akses kesehatan dan pendidikan terhambat. Pertumbuhan ekonomi pun terbatas.

Bank Dunia menyebutkan, kerusakan langsung akibat kondisi alam, pembangkit listrik, dan transportasi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah menelan biaya USD18 miliar per tahun. Mereka kesulitan membiayai perbaikan jalan dan utilitas listrik.

Dampak utama lemahnya infrastruktur adalah gangguan yang dirasakan masyarakat. Pelaku bisnis tidak dapat mengoperasikan pabrik atau menggunakan internet untuk proses bisnis. Kelompok  rumah tangga yang tidak memiliki air untuk menyiapkan makanan. Masyarakat kesulitan menuju tempat kerja. Mereka juga sulit menyekolahkan anaknya atau berobat atau ke rumah sakit.

Dengan pengelolaan infrastruktur yang buruk, masyarakat langsung merasakan kerugian besar ketika bencana alam terjadi.  Di negara berpenghasilan rendah dan menengah, rumah tangga dan perusahaan setidaknya menanggung kerugian USD390 miliar per tahun. Jumlah itu hanya perkiraan konservatif yang tidak memperhitungkan beban tidak langsung.

Untuk mewujudkan infrastruktur yang tangguh, Bank Dunia menyebutkan, negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah membutuhkan dana USD4,2 triliun untuk membangun infrastruktur seperti fasilitas air bersih. Setiap USD1 yang diinvestasikan akan menghasilkan manfaat USD4.

Infrastruktur tangguh harus memiliki fondasi yang dalam, menggunakan bahan-bahan alternatif, membangun perlindungan banjir, dan memperkuat tiang listrik dan menara selular. Mereka juga harus memperbaiki desain jalan dan membangun instalasi pengolahan air yang lebih kuat.

Yang lebih penting adalah  membangun sistem dan jaringan yang lebih tangguh. Infrastruktur jalan harus mampu meningkatkan konektivitas yang mampu melayani komunitas. Ketika terjadi bencana, masyarakat harus memiliki berbagai jalur alternatif untuk penyelamatan.

Yang pasti, tidak semua gangguan dapat dicegah. Untuk itu, rumah tangga dan pebisnis harus merencanakan dan mengelolanya dengan baik. Misalnya, setiap rumah memiliki persediaan darurat. Masyarakat perlu memiliki rantai pasokan yang kuat dan mudah beradaptasi.

Untuk memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan, setiap negara membutuhkan investasi besar untuk infrastruktur baru dan pemeliharaan aset yang ada. Namun, hal ini bukan hanya menyangkut banyaknya pengeluaran tetapi lebih terkait pengeluaran yang baik.

Investasi harus didukung  peraturan dan perencanaan, mulai tahap awal desain proyek hingga masa pemeliharaan. Investasi awal semacam ini mungkin sulit didanai di negara-negara berpenghasilan rendah. Itulah sebabnya mereka menjadi prioritas bagi komunitas internasional dan bantuan pembangunan.

Laporan Bank Dunia menjabarkan cara membuka peluang bagi negara-negara berpenghasilan rendah untuk mendapat dana USD4,2 triliun. Pertama, menjalankan dasar-dasar yang benar. Mengatasi manajemen dan tata kelola sistem infrastruktur yang buruk adalah kuncinya.

Kedua, membangun institusi untuk ketahanan. Tantangan ekonomi politik yang lebih luas juga perlu diatasi. Aset dan sistem infrastruktur yang kritis perlu diidentifikasi sehingga sumber daya dapat diarahkan ke sana.

Ketiga, memasukkan masalah ketahanan dalam peraturan dan insentif. Insentif keuangan dapat digunakan untuk memastikan bahwa biaya sosial mampu meredam gangguan infrastruktur. Penyedia layanan hendaknya bekerja melampaui standar wajib.

Keempat, meningkatkan pengambilan keputusan. Akses ke data, alat, dan keterampilan yang lebih baik diperlukan untuk membangun ketahanan. Misalnya, model elevasi digital untuk daerah perkotaan tidak mahal dan sangat penting untuk menginformasikan investasi ratusan miliar dolar per tahun.

Kelima, memberikan pembiayaan. Jenis pembiayaan yang tepat pada waktu yang tepat adalah kuncinya. Sebagai contoh, jumlah sumber daya untuk mendukung regulator dan mempertimbangkan risiko alami. Biaya ini  tahap awal desain infrastruktur sebetulnya kecil dibandingkan dengan miliaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki dan memulihkan setelah bencana.

Kesimpulannya, tidak ada waktu untuk di sia-siakan. Iklim berubah dengan cepat. Investasi infrastruktur membutuhkan dana besar. Pada dekade berikutnya, kebutuhan investasi itu bisa menelan biaya lebih besar. Dengan memperbaiki tata kelola layanan infrastruktur penting, kita membangun jalur kehidupan. Jalur pengembangan yang lebih baik bagi mereka yang membutuhkannya.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 13 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 14 jam yang lalu

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening. 

Business 20/07/2019 10:03 WIB

Compal Group Siap Investasi di Indonesia

Compal Group siap menggelontorkan dananya di Indonesia. Produsen elektronik yang akan masuk ke Indonesia itu  adalah salah satu produsen produk Apple seperti iPad dan iWatch.

Business 20/07/2019 09:27 WIB

Indonesia-China Bahas Hambatan Perdagangan

Indonesia dan China membahas hambatan perdagangan kedua negara. Pemerintah Indonesia mengharapkan China agar memberi kemudahan atas ekspor sarang burung walet, buah-buahan tropis seperti nanas, buah…

Money 19/07/2019 19:42 WIB

Ditopang Isu Penurunan Bunga The Fed

Rupiah dan indeks menguat setelah Presiden The Fed New York menyatakan bank sentral AS akan mengkas bunganya 25 bps. Penguatan ini akan berlanjut pekan depan.

Business 19/07/2019 18:35 WIB

Kepatuhan Aturan ULN Meningkat

Tingkat kepatuhan korporasi terhadap pemenuhan kegiatan penerapan prinsip kehati-hatian (KPPK) terus meningkat.

Money 19/07/2019 16:04 WIB

Lampung Jadi Salah Satu Penopang Bisnis Akseleran

Tahun ini fintech P2P Akseleran menargetkan penyaluran pinjaman sebesar Rp1 triliun kepada 2.000 pinjaman dan meraih sekitar 200 ribu lender dari Aceh hingga Papua