Sabtu, 16 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Harga Emas Melonjak Terdorong Aksi Bank Sentral

Edy Purnomo

Selasa, 25 Juni 2019 - 08:10 WIB

emas
emas
A A A

Majalahreviewweekly.com - Dalam beberapa hari, harga emas menguat ke posisi  tertinggi sejak enam tahun  terakhir. Di Perum Pegadaian, Senin (24/6/2019), harga emas cetakan Antam dipatok Rp 714.000 per gram, sedangkan emas batangan cetakan UBS Rp 681.000 per gram.

Di pasar global, harga emas terus menunjukkan kenaikan. Pada Senin (24/6/2019), harga emas ditransaksikan USD1.403 per ons. Kebangkitan logam mulia itu terjadi seiring dengan aksi  China meningkatkan cadangan emasnya untuk menggantikan dolar AS.
Sejak Desember 2018, menurut World Gold Gold Council (WGC), Bank Rakyat China telah membeli lebih dari 70 ton emas.

Sebelum itu, bank sentral China tidak melaporkan peningkatan cadangan emas selama lebih dari dua tahun, dan angka resmi tetap tidak berubah dari Oktober 2016 hingga November 2018. Langkah negara ekonomi besar Asia untuk meningkatkan pembelian emas oleh itu dilakukan  saat bank-sentral di dunia juga mengakumulasi logam mulia dalam jumlah besar.

Seperti dikutip rt.com, Senin (24/6/2019), Rusia telah menjadi pembeli emas teratas, dengan menambah sekitar 274 ton cadangannya pada tahun lalu. Dalam lima bulan pertama  2019, Rusia menambahkan 78 ton emas ke pundi-pundinya. Dengan demikian, pangsa logam mulia dalam cadangan internasional menjadi 3,7%.

Data WGC menunjukkan, cadangan emas bank sentral di seluruh dunia pada 2018 melonjak sebesar 651,5 ton atau 74% secara year on year (yoy). Menurut analis, Beijing menggandakan emasnya untuk mendiversifikasi cadangannya agar menjauhi mata uang AS atau greenback.  

Akhir-akhir ini, China telah menjual surat utang atau Treasury AS. Kepemilikan China atas aset AS turun dari puncaknya pada akhir 2013 sebesar USD,32 triliun  menjadi sekitar USD 1,1 triliun pada April 2019.

China terdorong untuk menambah pundi-pundi emasnya setelah sengketa perdagangan yang berkepanjangan dengan AS. "Beijing khawatir hubungan AS-Cina akan bertambah buruk, sehingga PBOC telah melompat untuk menimbun cadangan emasnya," kata Tom McGregor, wartawan dan analis politik.

Menurut McGregor, emas adalah investasi safe haven. Sejak perang dagang antara AS dan China dimulai, emas diam-diam mengungguli sebagian besar mata uang G-10.

Ahli strategi komoditas Scotiabank, Nicky Shiels menggambarkan reli terakhir sebagai pelarian emas mandiri yang mengecualikan korelasi langsung logam dengan dolar AS.

Dua negara ekonomi terbesar AS dan China telah terlibat dalam konflik perdagangan sejak Maret 2018. Dalam eskalasi terakhir, AS menaikkan tarif menjadi 25% dari barang-barang China senilai USD200 miliar. Sebagai balasan, China mengenakan bea 25% pada 5.000 produk AS senilai USD60 miliar.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…