Kamis, 19 September 2019 | Jakarta, Indonesia

Produsen Baja Hadapi Dilema

Edy Purnomo

Selasa, 25 Juni 2019 - 16:58 WIB

Industri Baja. Sumber: Istimewa
Industri Baja. Sumber: Istimewa
A A A

Majalahreviewweekly.com - Perang dagang AS-China memicu kekhawatiran beberapa negara terhadap limpahan produk-produk dari China, salah satunya produk baja. Sejak konflik dagang mencuat, produsen baja terbesar di Vietnam menunda untuk mengembangkan pabriknya. India pun khawatir produk baja China juga akan menyerbu negara itu.

Untuk menangkal serbuan baja China, industri baja India meminta pemerintahnya untuk menerapkan bea masuk perlindungan sebesar 25%. Mereka curiga China bakal menjual bajanya di bawah biaya produksi. Kekhawatiran serupa juga disuarakan produsen baja Indonesia.

Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) mengajukan safeguard dan bea masuk anti dumping (BMAD) atas sejumlah produk baja. Barang-barang yang perlu dilindungi adalah baja canai panas (hot rolled coil/HRC) hingga kawat baja. Mereka berharap Permendag No. 110/2018 tentang Ketentuan Impor Besi atau Baja, Baja Paduan, dan Produk Turunannya berjalan efektif.

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengeluhkan maraknya baja impor yang masuk ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu juga dianggap menjadi penyebab perusahaan terus mengalami kerugian dari tahun ke tahun. Selama ini, industri baja nasional terdampak dari serangan produk baja impor.

Baja impor yang masuk mengakali nomor Harmonized System (HS) dari carbon steelmen menjadi jenis alloy steel. Dengan demikian, harga produk impor lebih rendah dibanding jenis produk baja lainnya. Hal itu lantaran adanya kebijakan Permendag 22/2018.

Beberapa waktu lalu, Ketua Komite Antidumping Indonesia (KADI) Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi menjelaskan, perang dagang berimbas pada penyempitan pangsa pasar perdagangan global. Penyempitan pangsa pasar itu memicu banyak negara menerapkan praktik perdagangan yang curang agar produk ekspornya diterima di negara lain.

Saat ini, praktik yang paling marak adalah predatory pricing. Banyak produsen menekan harga jual produknya untuk menyingkirkan kompetitornya di negara tujuan ekspor. Tanpa predatory pricing, mereka akan lebih rugi karena pangsa pasarnya mengecil pasca perang dagang.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berjanji akan melindungi produsen dalam negeri dari serbuan baja asal China. Untuk itu, pemerintah akan mengenakan bea masuk anti dumping. Terlebih lagi, China sudah menerapkan bea masuk terhadap produk stainless steel dari Indonesia. Amerika Serikat juga mengenakan bea masuk anti-dumping.

Kekhawatiran imbas buruk perang dagang juga dilontarkan produsen baja terbesar di Asia Tenggara, Formosa Ha Tinh Steel (FHS). Produsen baja asal Vietnam itu menilai, keributan perdagangan dapat mendorong lebih banyak produk baja buatan China ke Vietnam. serbuan itu berpotensi menjatuhkan harga baja.

Secara keseluruhan, Vietnam sebetulnya mendapatkan manfaat dari perang perdagangan. Kini, FHS menghadapi dilema besar akibat berlanjutnya perang dagang antara AS dan China. FHS menjadi gamang untuk mengembangkan kapasitas produksinya.

Mayoritas saham (79%) FHS  dimiliki Formosa Plastics dan 20% milik China Steel Taiwan, keduanya dari Taiwan. FHS mengoperasikan  pabrik baja terintegrasi di Ha Tinh, Vietnam. Pabrik Ha Tinh mampu menghasilkan 7,1 juta ton baja mentah per tahun.

Untuk menyaingi Krakatau Posco di Indonesia, FHS telah merencanakan untuk membangun pabrik blast furnace pada  2020. Pembangunan pabrik itu untuk meningkatkan kapasitasnya menjadi lebih dari 10 juta ton dalam waktu dekat dan menjadi 22,5 juta ton dalam jangka panjang.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…

Global 24/07/2019 14:13 WIB

Huawei Siap Tambah Investasi USD436 Juta

Huawei Technologies Co Ltd  berencana untuk berinvestasi tiga miliar yuan (USD 436 juta) selama lima tahun ke depan.

Business 24/07/2019 13:40 WIB

Kemenperin Jaring Pelaku Industri Ikuti Hannover Messe 2020

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai menjaring pelaku industri untuk menjadi peserta Hannover Messe 2020.