Kamis, 19 September 2019 | Jakarta, Indonesia

BNI Luncurkan Kartu Kredit Dengan Fitur Contacless

Ria Martati

Kamis, 27 Juni 2019 - 17:02 WIB

Direktur Bisnis Konsumer BNI Tambok P Setyawati (kanan) dan Presiden Direktur PT VISA Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman (kiri) menunjukkan mock up Kartu Kredit BNI VISA SIGNATURE di Jakarta, Kamis (27 Juni 2019)
Direktur Bisnis Konsumer BNI Tambok P Setyawati (kanan) dan Presiden Direktur PT VISA Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman (kiri) menunjukkan mock up Kartu Kredit BNI VISA SIGNATURE di Jakarta, Kamis (27 Juni 2019)
A A A

Majalahreviewweekly.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bermitra dengan PT VISA Worldwide Indonesia meluncurkan Kartu Kredit BNI VISA SIGNATURE di Jakarta. Produk ini hadir untuk memberikan experience baru dalam bertransaksi dengan disematkannya fitur contactless. Dengan inovasi ini memungkinkankan pemegang kartu melakukan pembayaran dengan lebih cepat.

Fitur contactless memudahkan pemegang kartu. Pasalnya, pemegang kartu hanya perlu mendekatkan Kartu Kredit BNI di mesin EDC yang mempunyai logo pay wave atau contactless, dan kemudian transaksi seketika dapat dituntaskan dalam hitungan detik.

Direktur Bisnis Konsumer BNI Tambok P Setyawati dan  Presiden Direktur PT VISA Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman mengantarkan lahirnya Kartu Kredit BNI VISA SIGNATURE dengan beragam nilai tambah. Selain fitur contactless, produk ini juga memiliki serangkaian manfaat premium yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat kelas atas (Affluent) di Indonesia yang terus berkembang.

Dengan dilengkapi oleh fitur contactless, para pemegang Kartu Kredit BNI VISA Signature dapat menikmati kemudahan dan keamanan bertransaksi. Melalui platform Visa payWave yang menggunakan teknologi chip EMV, transaksinya menjadi lebih aman karena data transaksi lebih terlindungi, sehingga kartu atau perangkat tidak perlu lepas dari genggaman konsumen, guna mengurangi resiko kehilangan atau penggandaan. Transaksi Visa payWave diproses melalui jaringan pembayaran handal yang sama dengan jaringan transaksi kartu yang menggunakan strip magnetik dan chip EMV.

Dengan penerimaan transaksi di seluruh dunia (world acceptance), para pemegang Kartu Kredit BNI VISA Signature juga dapat menikmati pengalaman bertransaksi di luar negeri. Itu  termasuk layanan VISA global priviledge, VISA Digital Concierge, serta menikmati akses eksklusif di BNI Executive Lounge yang tersedia di sejumlah bandara di Indonesia.

Tambok P Setyawati mengatakan, melalui peluncuran Kartu Kredit BNI VISA Signature ini, BNI berkomitmen untuk senantiasa melakukan inovasi dan memberikan layanan prima bagi seluruh nasabah. Melalui kartu ini, para pemegang kartu dapat menikmati kemudahan dalam bertransaksi serta mendapatkan beragam manfaat dari fasilitas pembayaran yang lebih besar dan dilengkapi dengan berbagai keuntungan dan hadiah (rewards). 

“Pemegang kartu akan mendapatkan cashback dari transaksi mereka di luar negeri sedangkan untuk transaksi di dalam negeri pemegang kartu akan dimanjakan dengan bonus double BNI Reward Points. Oleh karena itu, kami sangat senang dapat kembali bermitra dengan VISA untuk memanfaatkan jaringannya yang luas dalam memberikan akses eksklusif yang dapat dinikmati oleh nasabah kami di seluruh dunia,” ujarnya.

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan, VISA sangat senang berkolaborasi dengan BNI untuk meluncurkan Kartu Kredit BNI Visa Signature yang dilengkapi teknologi pembayaran contactless. Pemegang kartu dapat membeli kebutuhan sehari-hari hanya dengan sekali tap, menawarkan pengalaman membayar yang cepat, aman, dan nyaman di manapun mereka berada.

“Pembayaran contactless semakin populer di banyak negara di seluruh dunia sehingga kami berharap para pemegang kartu dapat semakin percaya diri untuk bertransaksi non tunai di dalam dan luar negeri,” tuturnya.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…

Global 24/07/2019 14:13 WIB

Huawei Siap Tambah Investasi USD436 Juta

Huawei Technologies Co Ltd  berencana untuk berinvestasi tiga miliar yuan (USD 436 juta) selama lima tahun ke depan.

Business 24/07/2019 13:40 WIB

Kemenperin Jaring Pelaku Industri Ikuti Hannover Messe 2020

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai menjaring pelaku industri untuk menjadi peserta Hannover Messe 2020.