Senin, 22 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Masih Ada Ketidakpastian

Edy Purnomo

Selasa, 02 Juli 2019 - 15:22 WIB

Donald Trump Vox
Donald Trump Vox
A A A

Majalahreviewweekly.com - Kondisi ekonomi global yang sempat memanas sedikit mereda setelah Presiden AS Donald Trump berjanji tidak akan mengenakan tarif tambahan baru terhadap produk-produk dari China. Para pelaku pasar kembali menatap masa depan dengan optimisme.

Akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China X Jinping sepakat untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan kedua negara. Setidaknya, kesepakatan itu bisa mengurangi sentimen negatif di pasar keuangan global. Meski begitu, pasar tetap mewaspadai kemungkinan ekonomi global bakal memanas lagi.

Para pelaku pasar sangat mengharapkan hasil yang baik dari pembicaraan kedua pemimpin negara besar itu. Kesepakatan yang baik diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar keuangan dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Indonesia juga sangat berkepentingan terhadap hal itu. Terlebih lagi, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini masih sulit untuk beranjak dari 5,1%. Salah satu penyebabnya adalah konflik dagang antara Amerika Serikat dan China.

Dalam laporan terbarunya, Bank Dunia memproyeksikan Indonesia baru bisa bertumbuh 5,2% pada 2020. Proyeksi ini didukung oleh konsumsi swasta yang terus meningkat karena inflasi tetap rendah dan pasar tenaga kerja kuat. Selain itu, posisi fiskal cukup kuat sehingga memungkinkan pemerintah lebih banyak beronvestasi termasuk menggarap proyek infrastruktur baru dan melakukan rekonstruksi di Lombok dan Palu setelah bencana alam.

Meski demikian, kita perlu mewaspadai peringatan Bank Dunia, yaitu meningkatnya risiko terhadap proyeksi pertumbuhan Indonesia. Hal itu terkait eskalasi ketegangan global yang dapat membebani perdagangan dunia.

Indonesia tampaknya belum bisa berharap banyak terhadap pemulihan ekonomi global. Meski ketegangan antara AS dan China sedikit mereda, kita belum melihat konflik perdagangan kedua negara mencapai titik akhir. Bank sentral AS, The Fed, pun tampaknya belum tergesa untuk menurunkan suku bunga.

Kalau pun kondisi pasar keuangan beberapa hari ini berada di zona hijau, kondisi itu lebih disebabkan spekulasi dari pelaku pasar. Mereka mencoba untuk bersikap optimistis terhadap masa depan perdagangan AS dan China. Yang pasti sekarang adalah masih ada ketidakpastian. Kedua China dan AS masih terkendala banyak hal untuk bersepakat. Hingga kini, kedua negara belum menetapkan mekanisme yang disepakati untuk mengakhiri perselisihan.

Penuturan Mari Elka Pangestu, guru besar ekonomi internasional di Universitas Indonesia, layak untuk disimak. Dia mengingatkan, ketidakpastian dapat menjadi risiko penurunan yang paling luar biasa saat ini.

Ketidakpastian akan menunda keputusan investasi dan meningkatkan biaya bisnis. Pada akhirnya, konsumen akhirnya akan membayar untuk itu. Tetapi, setidaknya beberapa kekhawatiran jangka pendek telah sedikit mereda. Akhir pekan lalu, Trump dan Jinping mampu menyenangkan  menyenangkan komunitas bisnis. Meski belum final, sikap kedua pemimpin itu merupakan skenario terbaik.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 6 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 6 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 8 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 9 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 12 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 13 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 14 jam yang lalu

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening.