Senin, 22 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Gairah Itu Nyaris Hilang

Bambang Aji Setiady

Kamis, 04 Juli 2019 - 18:39 WIB

Ilustrasi saham turun oleh AReview Design
Ilustrasi saham turun oleh AReview Design
A A A

Majalahreviewweekly.com - Tinggi gunung bisa didaki, dalam lautan dapat diselami, tapi indeks harga saham gabungan (IHSG) tak seorang pun yang dapat menebak dengan pasti. Contohnya seperti yang terjadi hari ini (Kamis 4/7). Semula, banyak orang memperkirakan indeks bakal longsor. Tapi perkiraan itu meleset. Perdagangan saham pada hari ini justru menghangat dan indeks pun menguat mampu 13,34 poin (0,21%) ke level 6.375,97.

Suasana cerah pun tampak di wajah para investor. Mereka yang kemarin “iseng” membeli saham PT Adaro Energy (ADRO), misalnya, hari ini berpeluang mendapatkan keuntungan sebesar 4,4%. Penggemar saham PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) juga mestinya bisa ikut merasakan nikmatnya gain. Maklum, hari ini, harga saham dari sektor telekomunikasi tersebut menguat 6,94%.

Nah, yang menjadi pertanyaan, apakah penguatan indeks masih akan berlangsung Jum’at besok? Jawabannya masih yang itu-itu juga, yakni tergantung sentimen yang bertiup dari Amerika. Sebab, penguatan IHSG hari ini pun tak lepas dari membaiknya indeks di Wall Street. Indeks Dow Jones (DJIA) dan S&P 500, misalnya, Rabu kemarin masing-masing mencetak kenaikan 0,67% dan 0,77%.

Menghangat perdagangan di Wall Street dipicu oleh spekulasi atas penurunan bunga acuan The Fed setelah rilis data ekonomi AS ternyata tidak begitu menggembirakan. “Saham dan obligasi menguat secara bersamaan karena pasar bersepekulasi pada penurunan suku bunga European Central Bank (ECB) dan The Fed,” ujar Noriko Miyoshi dari Simplex Asset Management kepada Reuter.

Seperti bisa, jika pasar AS menguat, maka bursa di belahan dunia pun ikut meriah. Tak terkecuali bursa regional Asia. Sekedar informasi saja, hari ini indeks Nikkei 225 dan Topix masing-masing ditutup menguat sebesar 0,30% dan 0,65%. Sementara itu indeks Kospi Korea ditutup menguat 0,61%. “Kalau besok mereka (pasar regional) naik, bursa kita juga berpeluang ikut naik,” ujar seorang analis.

Nafan Aji, Analis dari Bina Artha Sukuritas, juga melihat kemungkinan yang sama. Tapi, menurutnya, sentimen kejenuhan di pasar sangat kuat. “Faktor overbought berpotensi menyebabkan IHSG terkoreksi secara wajar,” ujarnya. Oleh sebab itu, untuk Jum’at besok (5/7), Nafan memprediksi indeks akan cenderung melemah di rentang 6.347 - 6.399.

Kemungkinan akan melemahnya indeks di bursa saham juga terpantau oleh radar para pelaku di pasar uang. “Pelaku pasar uang memang cenderung wait and see, sambil menunggu rilis data tenaga kerja dan tingkat pengangguran di AS yang akan dirilis besok,” ujar Josua Pardede, Ekonom Bank Permata.

Setelah hari ini nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,11% ke level Rp 14.135 per dolar, Josua memperkirakan besok mata uang RI itu berpotensi melemah kembali di rentang Rp 14.075 - Rp 14.175. Jika rilis tenaga kerja dan tingkat pengangguran AS memburuk atau di bawah ekspektasi pasar, maka rupiah kemungkinan baru akan menguat pada perdagangan Senin pekan depan (9/7).

Meski masih ada peluang bagi rupiah untuk menguat, sikap waspada tetap harus dipelihara. Soalnya, tak seorang pun yang bisa “berkunjung” ke hari esok. Siapa tahu, misalnya, tiba-tiba saja AS dan Israel menyerang Iran. Jika ini sampai terjadi, harga minyak yang hari ini mengalami penurunan bisa kembali meroket. Situasinya bisa makin kacau bila konflik AS - China juga kembali memanas.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 7 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 7 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 9 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 10 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 13 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 14 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 15 jam yang lalu

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening.