Senin, 22 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

China Desak Amerika Batalkan Ketentuan Tarif

Ria Martati

Jumat, 05 Juli 2019 - 15:02 WIB

Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina berlanjut. Ilustrasi oleh AReview Design
Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina berlanjut. Ilustrasi oleh AReview Design
A A A

Majalahreviewweekly.com - Penyelesaian perang dagang antara Amerika Serikat dan China nampaknya masih butuh waktu panjang. Meski pasca pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump pada G-20 kedua pemimpin negara tersebut sudah memberikan sinyal kuat untuk mencapai kesepakatan, nyatanya keduanya masih ngotot mempertahankan tuntutannya masing-masing.

Trump setuju untuk berhenti mengenakan tarif hingga 25% pada tambahan impor dari China senilai USD300 miliar setelah pertemuannya dengan Jinping pada pertemuan puncak G-20 pada akhir pekan lalu. Namun juru bicara Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Gao Feng mengatakan agar kesepakatan tercapai Amerika juga harus menghapus tarif 25% pada impor China senilai USD250 miliar yang telah berlaku selama perang dagang.

Gao Feng pada hari Kamis, menggarisbawahi bahwa masih ada banyak masalah yang harus diselesaikan untuk mengakhiri konflik saat mendekati peringatan satu tahun pada hari Sabtu.

"Kenaikan tarif AS pada produk-produk Cina adalah pemicu friksi perdagangan bilateral, sehingga semua tarif tambahan yang diberlakukan sejak [awal perang dagang pada Juli 2018] harus dihapus begitu ada kesepakatan," kata Gao dilansir South China Morning Post, Jumat (5/7).

“Konsultasi harus dilakukan berdasarkan prinsip saling menghormati, kesetaraan, dan saling menguntungkan. Kesepakatan itu harus seimbang, setara dan saling menguntungkan. Kekhawatiran inti China harus diatasi. "

Trump mengatakan pada 21 Maret bahwa ia ingin beberapa tarif tetap di tempatnya untuk "periode waktu yang substansial", bahkan melampaui kesepakatan perdagangan apa pun.

"Kita berbicara tentang meninggalkan [tarif di tempat] untuk jangka waktu yang cukup lama karena kita harus memastikan bahwa jika kita melakukan kesepakatan dengan China, bahwa China hidup dengan kesepakatan itu," kata Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih beberapa waktu lalu.

Tim perdagangan dari kedua negara tetap berhubungan, kata Gao, tanpa memberikan kerangka waktu untuk dimulainya kembali pembicaraan tatap muka formal. Perdagangan produk pertanian akan menjadi masalah penting untuk dibahas dengan ruang besar untuk kerja sama di daerah itu, tambah Gao.

China mengurangi pembelian produk pertanian AS selama perang perdagangan sebelum membeli sejumlah besar kedelai AS sebelum pertemuan Xi-Trump.

Juru bicara kementerian perdagangan juga mendesak Washington untuk memenuhi janjinya untuk memungkinkan perusahaan-perusahaan AS untuk melanjutkan penjualan produk ke raksasa telekomunikasi dan smartphone China yang diperangi, dan juga menghentikan "tindakan salah" yang dengan sengaja menargetkan perusahaan-perusahaan Cina.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 6 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 6 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 9 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 9 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 13 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 13 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 15 jam yang lalu

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening.