Kamis, 14 November 2019 | Jakarta, Indonesia

China Desak Amerika Batalkan Ketentuan Tarif

Ria Martati

Jumat, 05 Juli 2019 - 15:02 WIB

Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina berlanjut. Ilustrasi oleh AReview Design
Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina berlanjut. Ilustrasi oleh AReview Design
A A A

Majalahreviewweekly.com - Penyelesaian perang dagang antara Amerika Serikat dan China nampaknya masih butuh waktu panjang. Meski pasca pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump pada G-20 kedua pemimpin negara tersebut sudah memberikan sinyal kuat untuk mencapai kesepakatan, nyatanya keduanya masih ngotot mempertahankan tuntutannya masing-masing.

Trump setuju untuk berhenti mengenakan tarif hingga 25% pada tambahan impor dari China senilai USD300 miliar setelah pertemuannya dengan Jinping pada pertemuan puncak G-20 pada akhir pekan lalu. Namun juru bicara Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Gao Feng mengatakan agar kesepakatan tercapai Amerika juga harus menghapus tarif 25% pada impor China senilai USD250 miliar yang telah berlaku selama perang dagang.

Gao Feng pada hari Kamis, menggarisbawahi bahwa masih ada banyak masalah yang harus diselesaikan untuk mengakhiri konflik saat mendekati peringatan satu tahun pada hari Sabtu.

"Kenaikan tarif AS pada produk-produk Cina adalah pemicu friksi perdagangan bilateral, sehingga semua tarif tambahan yang diberlakukan sejak [awal perang dagang pada Juli 2018] harus dihapus begitu ada kesepakatan," kata Gao dilansir South China Morning Post, Jumat (5/7).

“Konsultasi harus dilakukan berdasarkan prinsip saling menghormati, kesetaraan, dan saling menguntungkan. Kesepakatan itu harus seimbang, setara dan saling menguntungkan. Kekhawatiran inti China harus diatasi. "

Trump mengatakan pada 21 Maret bahwa ia ingin beberapa tarif tetap di tempatnya untuk "periode waktu yang substansial", bahkan melampaui kesepakatan perdagangan apa pun.

"Kita berbicara tentang meninggalkan [tarif di tempat] untuk jangka waktu yang cukup lama karena kita harus memastikan bahwa jika kita melakukan kesepakatan dengan China, bahwa China hidup dengan kesepakatan itu," kata Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih beberapa waktu lalu.

Tim perdagangan dari kedua negara tetap berhubungan, kata Gao, tanpa memberikan kerangka waktu untuk dimulainya kembali pembicaraan tatap muka formal. Perdagangan produk pertanian akan menjadi masalah penting untuk dibahas dengan ruang besar untuk kerja sama di daerah itu, tambah Gao.

China mengurangi pembelian produk pertanian AS selama perang perdagangan sebelum membeli sejumlah besar kedelai AS sebelum pertemuan Xi-Trump.

Juru bicara kementerian perdagangan juga mendesak Washington untuk memenuhi janjinya untuk memungkinkan perusahaan-perusahaan AS untuk melanjutkan penjualan produk ke raksasa telekomunikasi dan smartphone China yang diperangi, dan juga menghentikan "tindakan salah" yang dengan sengaja menargetkan perusahaan-perusahaan Cina.

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Money 24/07/2019 17:02 WIB

Penantian Yang Masih Panjang

Modal asing diperkirakan akan terus ke luar dari BEI sampai rapat FOMC usai. Makanya, indeks dan rupiah kemungkinan baru akan menguat pekan depan.

Business 24/07/2019 15:17 WIB

Mendag Resmikan ITPC Shanghai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai yang merupakan pusat promosi Indonesia pertama di China, Senin (22/7/2019).

Money 24/07/2019 14:45 WIB

Semester I, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor…